← Back to list

Baduy Dalam dan Ingatan yang Tidak Bisa Disimpan

Waktu itu, perjalanan menuju Baduy yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, adalah dengan tujuan berlibur dan di dorong oleh rasa…

rahelsiregar · 2026-01-21 15:44 · 0 claps · 2.7 min read
#traveling #baduy #refleksi #perjalanan #desa-wisata
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✈️ · Travel

Baduy Dalam dan Ingatan yang Tidak Bisa Disimpan

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)

Waktu itu, perjalanan menuju Baduy yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, adalah dengan tujuan berlibur dan di dorong oleh rasa penasaran.

Perjalanan menuju Baduy Dalam ternyata bukanlah perjalanan yang mudah. Kami harus menempuh perjalanan selama 5 jam dengan berjalan kaki dari Terminal Ciboleger. Pada awalnya jalur yang dilewati masih cukup mudah. Melewati kawasan Gajeboh, salah satu wilayah di kampung Baduy Luar yang memiliki jalan bebatuan. Tapi semakin jauh berjalan, perjalanan perlahan mulai lebih menantang. Beberapa kali kami harus menyeberangi jembatan bambu. Saat mulai memasuki kawasan Baduy Dalam, kami melewati jalur yang mulai menanjak, dan berjalan di jalanan yang benar-benar masih alami. Tidak ada aspal, tidak ada pegangan, dan nyaris tidak ada tanda apa pun.

Hingga langit mulai gelap, kami masih belum sampai. Sejujurnya aku sedikit takut saat itu. Rasanya aku belum pernah berjalan di tengah hutan saat malam hari dengan hanya mengandalkan senter untuk menerangi jalan.

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)

Kami sampai di Baduy Dalam sekitar pukul 7 malam. Menginap di salah satu rumah warga yang terbuat dari bambu sederhana. Rumah-rumah di sana bahkan hanya diikat dengan akar atau pasak kayu, tidak ada paku besi.

Begitu sampai, kami langsung membereskan diri dan makan malam bersama. Menu sederhana dengan ikan asin, sayur asem, dan sambal yang dimasak oleh tuan rumah. Mungkin berlebihan, tapi sungguh, rasanya terasa lebih enak dari biasanya.

Aku masih berbincang di luar rumah hingga larut malam. Tidak ada penerangan apapun, benar-benar gelap. Karena tidak terbiasa, aku tidak bisa melihat wajah orang-orang di sekitarku. Aku hanya bisa mendengar suara mereka. Rasanya cukup aneh. Namun dari situ aku belajar mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Aku belajar mengenali orang lain dari suara, dari cara mereka menyusun kata, dan dari diam yang mereka pilih. Dalam gelap itu, aku juga menyadari betapa seringnya selama ini perhatianku terbagi. Tubuhku ada di satu tempat, tetapi pikiranku sibuk di tempat lain.

Di Baduy Dalam, semua itu terhenti. Hidup tanpa ponsel, tanpa notifikasi, terkadang itu yang kita butuhkan, bukan?

Keesokan harinya, kami bangun dengan menghirup udara yang segar, tanpa polusi. Kami mandi di sungai dengan kecombrang sebagai pengganti sabun. (Di sana kita tidak diizinkan menggunakan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan). Aku berjalan menyelusuri Baduy Dalam tanpa alas kaki, rasanya seperti menyatu dengan alam. Beberapa kali kami kebingungan, karena di sana semua jalan dan rumah terlihat serupa.

Di perjalanan pulang, ketika berhenti untuk beristirahat, kami bertemu dengan penjual es krim. Aku membeli es krim dengan cone berbentuk ikan berwarna pink. Tiba-tiba es krim itu terjatuh begitu saja. Aku menarik napas kesal, sedih, sekaligus malu.

Melihat kejadian itu, bapak penjual es krim mungkin merasa iba. Aku sempat berpikir ia hanya akan menambahkan satu scoop saja, karena yang jatuh pun hanya sebagian. Namun siapa sangka, aku diberi es krim baru dan tidak diminta membayar lagi.

Aku sempat menolak, tetapi ia hanya tersenyum dan memintaku menerimanya. Momen yang sederhana, namun aku merasakan kebaikan yang tulus, tanpa perhitungan. Kalau kata temanku, mungkin itu rezeki orang ceroboh.

Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal sederhana. Satu yang paling membekas adalah, ternyata beberapa pengalaman memang diciptakan untuk dijalani sepenuhnya, lalu disimpan di ingatan, utuh, tanpa perantara layar.

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)

Photo by Agan dan Ibeth (wisubasababaduy)


메타데이터
post_id
a7c00a109c0b
slug
baduy-dalam-dan-ingatan-yang-tidak-bisa-disimpan-a7c00a109c0b
url
https://medium.com/@rahelsiregar/baduy-dalam-dan-ingatan-yang-tidak-bisa-disimpan-a7c00a109c0b
canonical_url
https://medium.com/@rahelsiregar/baduy-dalam-dan-ingatan-yang-tidak-bisa-disimpan-a7c00a109c0b
author_url
https://medium.com/@rahelsiregar
status
ok
fetched_at
2026-06-22 17:31:34