Farmasi UM Bandung Ajak Warga Waspadai Obat Palsu
Bandung — Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bekerja sama dengan Klinik Pratama Selamat menggelar kegiatan Pengabdian…
Farmasi UM Bandung Ajak Warga Waspadai Obat Palsu

Bandung — Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bekerja sama dengan Klinik Pratama Selamat menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Cerdas Kelola Obat: Edukasi DAGUSIBU” di Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Rabu (10/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Program Studi Farmasi UM Bandung, Ketua RT 01 Kelurahan Kujangsari, Ketua RW 07 Kecamatan Bandung Kidul, serta masyarakat setempat.
Selain memberikan edukasi tentang pengelolaan obat yang benar, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga.
Kaprodi Farmasi UM Bandung, Mutiara Imansari, mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen prodi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pencapaian visi institusi.
Menurutnya, Prodi Farmasi UM Bandung menargetkan menjadi program studi sarjana farmasi yang unggul pada tahun 2045 dengan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang kefarmasian berbasis nilai-nilai Islam dan technopreneurship.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan visi tersebut melalui kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mutiara menjelaskan, program serupa rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Prodi Farmasi UM Bandung bersama Klinik Pratama Selamat menggelar pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai DAGUSIBU, yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan obat yang aman dan tepat guna guna menghindari kesalahan penggunaan maupun risiko penyalahgunaan obat.
Selain mendapatkan edukasi, peserta juga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” kata Mutiara.
Ketua RT 01 Kelurahan Kujangsari Efrina Kristina mengapresiasi inisiatif Prodi Farmasi UM Bandung yang menghadirkan program kesehatan bagi warga.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Kegiatan ini menjadi fasilitas yang sangat baik bagi para lansia untuk meningkatkan kesadaran dalam memeriksa dan memantau kondisi kesehatannya secara rutin,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih rutin memeriksa serta mengontrol kesehatannya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, dosen Farmasi UM Bandung Abdurahman Ridho memberikan materi mengenai pengelolaan obat yang benar melalui konsep DAGUSIBU.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memperoleh obat dari fasilitas pelayanan kesehatan resmi seperti apotek dan klinik yang memiliki izin.
“Pastikan obat diperoleh dari tempat yang resmi dan terpercaya agar terhindar dari risiko obat palsu maupun obat yang sudah kedaluwarsa,” katanya.
Ridho juga menekankan pentingnya mematuhi dosis dan aturan penggunaan obat serta memahami efek samping yang mungkin timbul.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan penggunaan obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.
“Gunakan obat sesuai dosis dan jadwal yang telah ditentukan. Jika ada hal yang belum dipahami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan apoteker,” tuturnya.
Selain itu, ia mengedukasi masyarakat mengenai cara membuang obat yang rusak atau telah kedaluwarsa secara aman agar tidak mencemari lingkungan maupun disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Mari biasakan membuang obat dengan merusak bentuk fisiknya terlebih dahulu sebelum dibuang agar tetap aman bagi lingkungan dan tidak berpotensi disalahgunakan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Nurul Fitri Rahmawati, berharap edukasi DAGUSIBU dapat meningkatkan literasi masyarakat terkait pengelolaan obat yang benar sehingga penggunaan obat menjadi lebih aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan, pemeriksaan gula darah yang diselenggarakan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari skrining kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
“Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini peningkatan kadar gula darah sehingga masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan lebih awal dan menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, aktif, serta produktif,” pungkasnya.***
메타데이터
- post_id
- a7ee4d13524b
- slug
- farmasi-um-bandung-ajak-warga-waspadai-obat-palsu-a7ee4d13524b
- url
- https://medium.com/@umbandungnews/farmasi-um-bandung-ajak-warga-waspadai-obat-palsu-a7ee4d13524b
- canonical_url
- https://medium.com/@umbandungnews/farmasi-um-bandung-ajak-warga-waspadai-obat-palsu-a7ee4d13524b
- author_url
- https://medium.com/@umbandungnews
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01