← Back to list

Mungkin suatu hari nanti atau di suatu dunia

Gay

Kelapa muda · 2026-05-25 06:08 · 0 claps · 5.8 min read
#yaoi #forbiddenlove #bittersweet-ending #royalty #bxb
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

mungkin suatu hari nanti

.

.

“byee Bu, aku mau berangkat sekolah.” anak laki laki itu berjalan pergi dari rumah, ia berjalan ke sekolahannya, melewati toko toko dan rumah rumah warga. Saat ia menyebrang jalan ia di tabrak oleh pengendara yang lalai.

.

Penglihatannya kabur, tubuhnya kesakitan dan mati rasa, darah bercucuran dari tubuhnya. Ia melihat cahaya putih dan menutup mata, sata membuka mata, ia terbangun di tempat aneh.

.

tempat tersebut terlihat megah dan sangat mewah, ornamen emas dan kaca sangat banyak sekali di ruangan itu, ia juga ada di kasur.. kasur yang ukurannya sangat besar. “Di.. mana aku? bukannya aku di tabrak?"

.

Ia turun dari, berjalan ke cermin terdekat.. ia melihat ke pantulan cermin itu, tubuh berbeda. “ini. tubuh ku? rasanya aneh sekali dan wajah ku juga."

.

tok tok tok

.

suara ketukan pintu “tuan Matteo, bangun lah sekarang sudah siang.” suara dari seorang wanita, sepertinya pelayan.

.

“Matteo? itukah nama ku? bukannya- lupakan saja, Iya aku sudah bangun" Matteo membuka pintu, dan benar sana di depannya ada pelayan. “oh tuan, ibu anda sudah memanggil anda untuk sarapan bersama, mohon untuk cepat" pelayan itu pergi.

.

Matteo pun memakai baju apa saja yang ia temukan, ia pergi berjalan keluar dari kamarnya, menelusuri ruangan yang sangat megah itu, ia menelusuri lorong demi lorong dan akhirnya sampai di tempat makan yang mewah sekali.

.

Ia duduk di kursi mana pun, ibu dan ayahnya menyapa putra kesayangannya tersebut. Mereka bertiga berbincang bincang hangat, meskipun Matteo masih terasa aneh dan tidak nyaman karena hal tidak lazim ini.

.

setelah makan, ia pergi ke suatu ruangan yang di arahkan pelayan nya, ia di antar ke ruang mandi. Matteo pun mandi di ruangan mewah itu, setelah selesai, ia di pakai-kan pakaian oleh pelayannya. “tuan, setelah ini anda ada jadwal latihan pedang dan di malam hari, anda memiliki jadwal untuk mengikuti pesta di rumah duke Adrian." ucap sang-pelayan dan ia pun pergi.

.

“hah?! latihan pedang? pegang saja aku tak pernah, pernah sih di game tetapi tak sama" dengan berat hati Matteo pergi keluar dari rumah nya yang sangat besar itu, ia pergi ke lapangan tempat di mana ayah-nya latihan pedang. “oh selamat pagi anak ku" ucap dengan hangat pria itu.

.

“pagi juga ayah." Matteo mengambil pedang kayu. Matteo dan ayahnya pun latihan pedang bersama, mereka mengayunkan dan menangkis pedang lawan, Matteo mulai terbiasa dan terbawa senang meskipun tidak menutupi bahwa ia tidak bisa berpedang.

.

Berjam-jam berlalu, matahari sudah ingin terbenam, sekarang sekitar jam 3 sore. “kita sudahi saja latihan, ku lihat engkau tidak seperti biasanya, jangan lupa engkau ada jadwal ke pesta malam ini, bersiap siaplah." sang ayah pergi masuk kedalam rumahnya.

.

Matteo berbaring di rumput, nafasnya putus-putus karena lelah, ia tak terbiasa dengan hal baru ini. Dunia lamanya dan dunianya sekarang sangat jauh berbeda. “kenapa aku ada di sini?.." ucapnya sambil melihat ke langit berwarna jingga.

.

ia beranjak dari sana dan masuk ke rumah untuk mandi, selesai mandi ia kembali ke kamarnya dan memakai pakaian yang menurutnya bagus. ia bercermin dan melihat pantulannya "ganteng banget gw, ialah masa senggak eaakk.”

.

dua jam berlalu, ia bosan karena tak ada yang bisa ia lakukan.

.

tok tok tok

.

bunyi yang sama seperti tadi pagi. “tuan Matteo, kereta anda sudah di siapkan, anda cepatlah perangkat agar tidak telat sampai di tujuan."

Matteo memakai topeng dan keluar dari kamarnya, ia di arahkan ke luar rumah di mana sudah ada kereta kuda yang indah di sana, ia pun naik ke kereta kuda tersebut dan kereta kuda berjalan...

.

beberapa menit perjalanan dan akhirnya ia sampai di tujuan, rumah bangsawan..

.

Ia masuk ke dalam rumah tersebut, ia tak tahu harus bagaimana karena semua hal hal itu asing baginya, ia pun hanya berdiri sendiri dan makan hidangan yang di siapkan. ia melihat ada seseorang bersandar di balkon rumah itu, melihat keindahan malam hari di bawah cahaya bulan.

.

Matteo pergi ke arah pria tersebut, ia berjalan mendekat. “halo perkenalkan sama saya Matteo velcamor, saya anak dari Duke Hugoli.” ia mendekat dan bersandar di balkon sebelah pria itu. "oh, hai, nama ku Lucien, aku anak dari tuan rumah ini." mereka membuka topeng dan memperlihat wajah mereka. “wajah mu bagus" ucap mereka berdua secara bersamaan, warna merah samar terlihat di pipi satu sama lainnya.

.

mereka berdua berbincang ringan, bagaikan mereka tidak terlalu suka keramaian, hal hal yang mereka suka atau yang di benci, mereka berbincang sampai lupa waktu

.

“seperti nya aku sudah lama di sini, lain kali kita bertemu, jangan lupa berkunjung di rumah ku jika ada waktu." Matteo pergi, ia meninggalkan topengnya sebagai kenang-kenangan.

.

selama perjalanan ke rumah, Matteo tidak bisa melupakan ucapan, wajah dan perilaku dari Lucien, ia terlalu indah, benih-bemih rasa mulai tumbuh di dalam mati pria besar itu, tetapi ia menepisnya, ia juga baru datang di dunia ini.

.

Beberapa hari berlalu, mereka sering bertemu di taman, di kota dan di hutan untuk berbincang bincang santai dan bercanda bersama.

.

Suatu hari, Lucien duduk dan bersandar di pohon, angin sejuk berhembus, rumput dan dedaunan berhembus membuat suara yang indah dan menenangkan. “hey luci~ maafkan atas keterlambatan kehadiran ku" Matteo mendekat dan berbaring, ia menyandarkan kepalanya di paha sang ‘sahabat’.

.

“tidak masalah, aku juga lagi membaca buku" ucap lucian dengan lembut, salah satu tangannya mengelus rambut Matteo. Sang bangsawan tidak sengaja tertidur. "seperti biasa, dasar tukang tidur” ia menyentuh hidung Matteo dengan lembut, ia menaruh buku di sebelahnya dan juga tertidur.

..

beberapa jam berlalu, langit sudah mulai gelap, warna jingga di langit sungguh lah indah. Matteo terbangun, ia melihat wajah indah lucian. “kau indah sekali sayang." ia Menganti posisinya menjadi duduk, ia berbisik di telinga sang ‘sahabat’ “aku menyukai ku" sambil mencium daun telinganya, ia kemudian mengambil buku milik lucian dan membacanya.

.

lucian yang dari tadi terbangun- wajah dan telinganya memerah, ia menutup wajahnya dengan tangannya sambil menjawab. “aku juga sama." jawabnya dengan malu malu. kedua pria itu sama sama malu, ternyata mereka saling suka sejak pertama kali bertemu.

.

Matteo berdeham.

“kamu mau tidak menjadi kekasihku?”

.

lucian terkejut, tetapi ia menjawab nya dengan malu malu. “iya, aku mau kok."

.

hari berlalu menjadi Minggu dan Minggu berubah menjadi bulan, pertemuan mereka jadi sangat sering, interaksi mereka lebih sering.

.

suatu hari saat mereka bertemu di dekat danau, suasana di sana sungguh nyaman. Angin berhembus dengan lembut, bebek bebek berenang di air yang jernih, gelombang tenang air yang bergerak indah. Tetapi wajah lucian tidak ada bahagianya seperti biasanya saat mereka bertemu.

.

“Ada apa sayang? apakah ada hal yang membuat mu kepikiran?"

“oh.. uhm tidak ada apa apa kok"

..

“beritahu lah kepada ku, aku mungkin bisa membantu mu” nada Matteo sedikit memaksa.

.. “baiklah.. aku seperti tidak bisa melanjutkan, aku mendapatkan tekanan oleh keluarga ku, aku di paksa .. aku di jodohkan oleh orang tua ku.” Lucien menangis

..

Perasaan sakit hati melanda hati, Matteo tidak bisa berbuat apa apa, dunia ini sangat membenci hubungan sesama jenis. Ia memeluk sah kekasih. “aku mengerti.. kita juga tahu bahwa hubungan kita tidak bisa selamanya.." Matteo mengelus punggung lucien sambari menenangkan kekasihnya.

.

sejak hari itu mereka tidak pernah bertemu lagi..

.

Sampai suatu saat Matteo mendapatkan surat, saat ia membukanya, ia mendapat bahwa itu adalah surat undangan pernikahan.. surat pernikahan dari Lucien, dari surat itu tertulis “khusus untuk kekasih ku, aku tetap akan mengingat mu seumur hidup ku, aku berharap engkau datang ke pernikahan mu meskipun hati ku akan sangat hancur melihat ku mengucapkan janji suci untuk orang lain dan bukannya engkau yang mengucapkan janji suci ke diri ku, salam hangat dari Lucien vellamor. “ membaca surat itu, Matteo tidak bisa menahan air matanya

.

hari itu pun tiba

.

Matteo datang ke pernikahan kekasih lamanya, ia memakai topeng yang sempat di kembalikan oleh Lucien dulu, ia berpakaian sama seperti saat mereka bertemu. Matteo berbaur di tamu tamu, melihat dekorasi yang indah dan hal hal lainnya dengan perasaan hati yang hancur.

.

Lucien berdiri di altar bersama pendeta, wajah sang bangsawan tidak ada perasaan senangnya, pintu terbuka memperlihatkan mempelai wanita yang berpakaian sungguh cantik, ia berjalan membawa buket sembari di iringi lagu indah dan kelopak bunga yang berjatuhan.

.

Matteo melihat mereka, ia berdiri di sana melihat kekasihnya mengucapkan janji suci ke orang lain dan bukan dirinya. ia tersenyum dengan hati hancur, menaruh sebuah surat dan membuka topengnya, mata berkaca-kaca penuh rasa sakit hati, ia menaruh topengnya di sebelah suratnya dan pergi keluar dari acara itu.

.

Setelah pernikahan

.

Lucien mengambil surat dan topeng itu, ia membawanya ke kamar mandi agar tidak ada yang bisa menggangunya, ia membaca isi surat terakhir sang kekasih.

.

“sayang ku Matteo, terimakasih atas rasa cinta ku yang engkau berikan kepada ku, aku masih mencintaimu meskipun kita tidak bisa bersama selamanya, banyak hal yang ingin aku bilang kepada ku tetapi aku memilih yang penting saja. aku tidak ingin membuat surat ini panjang, selamat atas pernikahan mu dengan nya, aku berharap pernikahan kalian akan selalu bersama, setelah ini aku menjadi ksatria di tentara kerajaan, ku harap di dunia lain kita bisa bersama selamanya tanpa ada dari kita berpisah seperti sekarang.”

.

Seiring membaca, Lucien tidak bisa menahan tangisan rindunya, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun..

.

.

.

.

.

.

.

.

tamat

maaf kalau jelek atau kurang sesuai 🥺👉👈


메타데이터
post_id
a82912fa417c
slug
mungkin-suatu-hari-nanti-atau-di-suatu-dunia-a82912fa417c
url
https://medium.com/@norikano9273/mungkin-suatu-hari-nanti-atau-di-suatu-dunia-a82912fa417c
canonical_url
https://medium.com/@norikano9273/mungkin-suatu-hari-nanti-atau-di-suatu-dunia-a82912fa417c
author_url
https://medium.com/@norikano9273
status
ok
fetched_at
2026-06-22 05:41:33