← Back to list

SUCI 11: Show Terburuk, Cinta, & Memantaskan diri yang semena — mena

Dua bulan lalu, kompetisi Standup Comedy Indonesia (SUCI) season 11 berakhir. banyak cerita pasti, bagaimana menggelegarnya para peserta…

Fajar Mukti · 2025-05-03 07:56 · 235 claps · 3.5 min read
#fajar-mukti #stand-up-comedy #suci #suci-11 #jurnal
Open on Medium ↗
Wiki topics: 😂 · Humor & Satire

SUCI 11: Show Terburuk, Cinta, & Memantaskan diri yang semena — mena

Dua bulan lalu, kompetisi Standup Comedy Indonesia (SUCI) season 11 berakhir. banyak cerita pasti, bagaimana menggelegarnya para peserta di pre show hingga disebut sebagai pre show terbaik yang pernah ada dan melambungkan ekspetasi penonton di penampilan berikutnya (show 1) bakal memecahkan venue Hall Usmar ismail.

bukan cuma penonton, kala itu venue penuh sesak akan para alumni SUCI di season — season sebelumnya, hingga presiden standupindo datang yang sepertinya untuk mevalidasi apakah penampilan kami sejalan dengan masyhurnya reputasi. eh para peserta malah pada gerogi pas tampil, bahkan Pak Usmar Ismail hanya bergeming.

Show 2 malah semakin buruk, saya masih ingat ketika sehabis show pak produser memilih mendongakkan kepala dan menatap ke atas plafon daripada menyapa kami. lalu ada cerita bahwa salah satu juri sampai turut prihatin menanyakan “anak - anak pada kenapa ya mas?”. itu adalah pertanyaan yang sama pada batin kami masing — masing dan jawabanya adalah “iya, kenapa ya?”.

karena mengalami nasib buruk yang sama mungkin, membuat kami menyatukan kepala dan menyepekati bahwa orientasi kami berikutnya adalah menyelamatkan show. ya berkompetisi pasti, tetapi para peserta satu sama lain tidak segan memberi masukan juga dukungan supaya masing — masing dapat mengeluarkan versi terbaiknya. kami tidak mau angkatan ini menjadi aib, kami tidak mau menjadi buah bibir yang busuk, setidaknya kami berharap bisa membuat pak produser tak lagi menatap plafon. kompetisi yes, musuhan no!

sedikit demi sedikit SUCI musim ini kembali pada treknya, para peserta mulai tampil nyaman dengan karakter yang dibawa. meski pada Show 2 dianggap sebagai Show paling buruk sepanjang sejarah SUCI, tetapi di Show 5 berhasil mendapat rating kedua tertinggi selama SUCI mengalami 11 musim yang dilewati. jangan lupakan juga epiknya Grand Final yang membuat standar baru dan saya rasa akan membebani para peserta di musim berikutnya.

di Show 5 pun saya tereliminasi kala peserta tersisa 5 orang termasuk saya, dan hanya menyisakan 2 Show saja. “sedikit lagi padahal”, kalimat itu mungkin yang tercetus di kepala orang yang percaya bahwa saya bisa mencapai malam puncak. terimakasih atas kepercayaan itu, saya telah memaafkan diri saya atas stamina badan dan pikiran yang habis di malam lima besar itu, semoga demikian juga termaafkan kepada kalian.

tampil buruk di show 2 dan gagal di show yang menyisakan 2. btw, dulu capres Pragib juga nomor urut 2 kan? semoga tidak buruk dan gagal!

“semakin ku kejar, semakin kau jauh” sempalan lirik SKSJ dari five minutes ini sepertinya cocok buat saya. maksudnya, saya masuk di musim SUCI kala saya sudah tidak begitu ngoyo untuk audisi. gagal pada dua musim sebelumnya membuat saya mencukupkan diri terhadap impian “hidup dari komedi” menjadi penulis kreatif salah satu konten kreator asal Surabaya. konten komedi tentu saja, tapi kalau sekarang ada client yang mau horor ya ayok.

jika tidak cinta mungkin tak pernah kecewa, tetapi kalau merasa kecewa sama saja pamrih. wong yang saya cintai ini bukan orang, tetapi seni. Ia tak pernah salah apalagi menyakiti. saya memulai cinta ini di 2014, pernah kecewa akibat gagal audisi SUCI 5 (2015) dan amat sangat kecewa di gagalnya SUCI IX (2021), tapi rasanya tidak adil jika menyalahkan si standupnya. ya pasti semua salah saya yang sok — sokan paling cinta seni ini tanpa mengindahkan di luar sana banyak komika yang cinta dan pengorbanannya lebih besar dari saya. dan satu lagi, mereka melakukannya tanpa pamrih, tanpa mengharap si standup memberi timbal balik panggung dan uang yang besar. mereka bermesraan dengan proses, mereka bercinta dengan kesetiaan dan apa adanya.

apa adanya, secara tidak sengaja saya melakukan prinsip itu di jeda dua tahun musim SUCI 10 ke SUCI 11. disibukkan dengan pekerjaan, open mic tetap saya lakukan tapi tidak seintens biasanya. cinta seperti ini yang bisa saya lakukan, tidak sering bertemu tapi tidak juga meninggalkan. lagian saya juga wawas diri karena sepertinya si standup telah memberi saya cintanya lewat hidup sebagai penulis kreatif.

bisa dibilang saya memantaskan diri dengan begitu saja, karena melalui proses open mic terakhir yang saya rasa semena — mena karena semaunya. tapi sepertinya saya tertolong oleh proses yang saya lakukan sedari kelas 2 SMK sehingga meskipun semaunya, menghasilkan materi yang membuat bos saya saat itu si konten kreator asal Surabaya yaitu Steven Wongso berucap “jar, materimu bagus. ikutan audisi aja”

berangkatlah saya dari Jakarta (kantor kami) ke Jogjakarta dan gagal, tidak kecewa sama sekali. saya kembali bekerja dan Steven lagi berucap “kejar di surabaya ya jar, aku yakin kamu lolos”. lalu pada hari efektif kerja, saya berangkat audisi atas izin dari mas — mas chindo yang baru saja mualaf ini. ah, sepertinya Steven adalah orang yang paling berjasa dalam menjodohkan saya dengan panggung SUCI. di sini saya mulai berfikir bahwa sebenarnya Ahok gak jahat — jahat amat.

saya kembali ke Jakarta dari Surabaya dengan membawa golden ticket yang saya simpan sampai sekarang, lalu menjalani rutinitas dengen bekerja. seperti biasa, tim Kompas TV melakukan kurasi lagi dari video para peserta yang mendapat golden ticket untuk dinyatakan lolos ke babak pre show melalui penggilan telephone. dari sini kita tahu bahwa tidak semua peraih golden ticket akan melaju, jujur perasaan saya ketika pengumuman di tengah pekerjaan saya hari itu dalam kondisi baik. entah feeling atau entah telah belajar manajemen ekspetasi dengan prinsip “apa adanya” saya angkat telephone itu dengan nada datar. bahkan crew kakak kompas di seberang telephone sana sempat bercanda “udah, gitu doang ekspresinya? seneng gak?” saya jawab “seneng kak” namun datar.

dan di sini lah saya sekarang, sedang mencoba menyeimbangkan status dan peran. saya membutuhkan sedikit kenangan agar terus maju, tapi juga butuh banyak kenangan agar tidak lupa tujuan ke depan. dan kenangan yang tidak akan saya lupakan adalah tentang “bermesraan dengan proses, memantaskan diri, juga kesetiaan”


메타데이터
post_id
a84c797d5b1e
slug
suci-11-show-terburuk-cinta-memantaskan-diri-yang-semena-mena-a84c797d5b1e
url
https://medium.com/@fajarmukti04/suci-11-show-terburuk-cinta-memantaskan-diri-yang-semena-mena-a84c797d5b1e
canonical_url
https://medium.com/@fajarmukti04/suci-11-show-terburuk-cinta-memantaskan-diri-yang-semena-mena-a84c797d5b1e
author_url
https://medium.com/@fajarmukti04
status
ok
fetched_at
2026-07-20 02:17:25