← Back to list

Ancaman Kreasi Seedance 2.0 Terhadap Perlindungan IP

Ye, penyanyi rap yang sebelumnya dikenal dengan nama Kanye West, tampil dalam sebuah video musik bertema oriental. Di sana dia menyanyikan…

Didit Putra Erlangga · 2026-02-15 04:37 · 0 claps · 3.2 min read
#generative-ai-videos #seedance #bytedance #ipownership #ip-protection
Open on Medium ↗
Wiki topics: AI · AI · General

Ancaman Kreasi Seedance 2.0 Terhadap Perlindungan IP

Ilustrasi tentang layanan generative video AI terhadap perlindungan IP, dibuat menggunakan layanan ChatGPT

Ilustrasi tentang layanan generative video AI terhadap perlindungan IP, dibuat menggunakan layanan ChatGPT

Ye, penyanyi rap yang sebelumnya dikenal dengan nama Kanye West, tampil dalam sebuah video musik bertema oriental. Di sana dia menyanyikan lagu berjudul 新鸳鸯蝴蝶梦 . Video musik tersebut menampilkan sosok pesohor Barat lainnya serta menggabungkan adegan bela diri yang dilakukan Ye. Absurd memang, tetapi video itu sudah marak disebarkan di berbagai platform media sosial seperti Threads, Twitter (atau kini bernama X), dan lainnya.

Itulah unjuk kebolehan dari video generative AI model terbaru besutan ByteDance yakni Seedance 2.0, diklaim mampu menghasilkan video resolusi tinggi dengan umpan dari berbagai format seperti teks, video singkat, termasuk file audio. Fitur ini membantu AI untuk menghasilkan video yang paling mendekati ekspektasi, sekaligus memberi kontrol lebih dalam kepada pembuat prompt untuk memastikan hasilnya sesuai visi di kepala.

[embed]

Bukan hanya video musik dari Ye seperti disebutkan di atas yang marak disebarkan. Beragam video-video yang menunjukkan hasil mengagumkan pun membanjiri linimasa seolah menunjukkan bahwa inilah masa depan dari video generative AI. Diskusi yang muncul memuji kemampuan Seedance 2.0 untuk menampilkan detail dan keleluasaan dalam mengadopsi jenis visual.

[embed]

Pengguna seolah memiliki kebebasan untuk bermain-main dengan karakter maupun setting dari sebuah film karena mereka bisa mengganti setiap aspek di dalamnya. Misalnya tokoh Walter White alias Heisenberg dari serial TV Breaking Bad yang bermonolog ke arah kamera, termasuk tokoh Brad Pitt dan Tom Cruise yang adu jotos.

[embed]

[embed]

Penolakan

Dalam hitungan hari, perilisan Seedance 2.0 langsung memunculkan reaksi keras dari dua organisasi yang terkait industri perfilman di Amerika Serikat: Screen Actors Guild–American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) dan Motion Picture Association (MPA). Dua lembaga ini mewakili elemen aktor dan pemain pendukung, serta studio film.

[embed]

[embed]

SAG-AFTRA misalnya, mengutuk ByteDance karena mengizinkan Seedance 2.0 untuk menggunakan kemiripan dan wajah dari aktor-aktor mereka dalam model AI yang digunakan. Hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran dalam hal hukum maupun aspek etis. Pada titik tertentu, hal ini berpotensi untuk menghalangi bakat-bakat perfilman untuk mendapatkan penghidupan yang layak dari industri akibat tergusur oleh AI.

Senada, MPA yang mewakili studio besar di Hollywood seperti Disney, Paramount, Sony, Universal, Warner Bros, dan Netflix yang meminta ByteDance segera menghentikan pelanggaran IP yang sudah dilakukan Seedance 2.0 pada hari pertama sejak peluncurannya. Disney bahkan secara terpisah mengirimkan surat “cease and desist” karena menuding bahwa model AI itu dipenuhi oleh konten bajakan.

Langkah keras ini tentu sedikit membingungkan karena Disney pada bulan Desember 2025 mengumumkan kerja sama dengan jangka waktu tiga tahun dengan OpenAI untuk mengizinkan penggunaan 200 lebih karakter, lingkungan, properti, maupun aset dari franchise seperti Toy Story, Frozen, Iron Man, Black Panther, Darth Vader, Yoda, dan lainnya ke layanan seperti Sora untuk video generative, maupun ChatGPT untuk gambar.

ByteDance sendiri secara terpisah merespon bahwa mereka sudah menerapkan kebijakan terkait hal ini dan terus memonitor, tanpa ada isyarat tegas untuk menghentikan sejenak atau total dari layanan Seedance 2.0.

Kendali IP

Penolakan dari SAG-AFTRA maupun MPA, khususnya Disney, bukan berarti mereka menentang teknologi AI. Poin mereka terletak pada penggunaan IP yang disepakati oleh kedua belah pihak. Itulah kenapa, saat IP digunakan berupa kemiripan satu karakter tertentu, siapa pun yang terlibat juga mendapatkan kompensasi sekaligus perlindungan dari penyalahgunaan.

Hal ini terjadi pada perjanjian Disney-OpenAI yang memberikan safeguard atau rambu-rambu untuk penggunaan kemiripan karakter atau suara agar tidak dijerumuskan kepada tindakan deepfake atau memalsu identitas untuk tujuan kriminal. Disney pun juga berinvestasi sebesar 1 miliar dollar AS ke OpenAI sebagai bagian dari perjanjian, sebuah langkah strategis untuk memastikan kendali agar kerja sama itu tidak melenceng dari jalur.

Berbeda dengan apa yang terjadi pada Seedance 2.0 di mana pengguna bisa memunculkan sembarang karakter layaknya mereka clip art yang bisa dipakai kapan saja dan dengan cara apa saja. Pemilik IP tidak mendapatkan kompensasi, para aktor maupun pemilik suara tidak kebagian apa pun, sementara Seedance 2.0 meraup manfaat berupa biaya berlangganan dan peluang untuk kerja sama dengan pihak ketiga.

Lebih jauh lagi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa melihat IP yang dibuat dengan biaya tidak sedikit, melibatkan ratusan atau bahkan ribuan orang, dibuat mainan oleh pengguna untuk membuat video demi engagement di media sosial, atau bahkan kepentingan komersial di masa mendatang.

[embed]

Apa moral cerita dari semua ini? Pentingnya membangun IP agar kita bisa memiliki aset yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Bedakan dengan “milking”, sebuah IP yang awalnya dari film saja, bisa dimunculkan produk turunannya menjadi konten seperti serial, produk merchandising, brand licensing. Pada saat yang sama, memiliki IP berarti kita juga harus siap untuk menjaganya dari penyalahgunaan.

AI membuka peluang luar biasa, tetapi juga memunculkan potensi krisis baru: sengketa IP, disrupsi reputasi, hingga konflik dengan pemangku kepentingan. Di sinilah strategi komunikasi berperan sebagai sistem pertahanan sekaligus akselerator nilai bisnis.

Jika perusahaan atau tim Anda sedang menghadapi tantangan serupa, mari berdiskusi. Hubungi saya via LinkedIn atau melalui **diditputraerlangga@gmail.com**.


메타데이터
post_id
a900c31e2d9b
slug
ancaman-kreasi-seedance-2-0-terhadap-perlindungan-ip-a900c31e2d9b
url
https://medium.com/@eldidito/ancaman-kreasi-seedance-2-0-terhadap-perlindungan-ip-a900c31e2d9b
canonical_url
https://medium.com/@eldidito/ancaman-kreasi-seedance-2-0-terhadap-perlindungan-ip-a900c31e2d9b
author_url
https://medium.com/@eldidito
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13