← Back to list

Pengalaman Menghadapi Pelaku KBGO

Membaca buku Luka-Luka Linimasa karya Kalis Mardiasih membuat aku sadar akan praktik-praktik Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang…

Catatan Bellè · 2025-05-09 13:40 · 1 claps · 2.5 min read
#cerita #medium #indonesia #kbgo #perempuan
Open on Medium ↗
Wiki topics: ML · Machine Learning

Pengalaman Menghadapi Pelaku KBGO

Photo by Chris Montgomery on Unsplash

Photo by Chris Montgomery on Unsplash

Membaca buku Luka-Luka Linimasa karya Kalis Mardiasih membuat aku sadar akan praktik-praktik Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang selama ini tanpa kita sadari. Itulah kenapa aku ingin menulis ini soal KBGO sebagai upaya berbagi, baik informasi maupun pengalaman pribadi menghadapi pelaku KBGO.

Membicarakan soal KBGO itu sangatlah amat penting. Kita perlu memahami KBGO secara dasar terutama praktik-praktiknya. Dalam bukunya, Kalis menjelaskan bahwa KBGO adalah kekerasan yang difasilitasi oleh teknologi dan internet, dan bisa terjadi pada siapapun, baik itu perempuan, laki-laki, kelompok disabilitas, maupun kelompok marjinal. Kekerasan ini bisa terjadi melalui SMS, e-mail, media sosial, game online, aplikasi penyedia jasa, aplikasi kencan, dan berbagai platform digital lainnya.

KBGO ini sebenarnya luas dalam konteks apapun. Pelaku KBGO punya tujuan untuk mempermalukan, menakuti, melecehkan, hingga memfitnah dan merusak reputasi. Serem dan rumit, ya?

Beberapa cerita dalam bukunya ini terasa begitu dekat denganku. Membacanya menjadi semacam trigger, dan membuatku perlahan mengingat kembali pengalaman pribadi yang dulu berusaha kulupakan.

Aku punya pengalaman menjadi korban KBGO, yang awalnya dari pertemuan online yang tampak biasa saat diskusi dengan orang-orang yang aku kenal. Diskusi soal kepentingan bersama. Di antara mereka, ada satu orang yang kemudian menjadi cukup dekat denganku. Beberapa lama kemudian, akhirnya aku berteman dengannya. Lalu ia membangun kepercayaan perlahan-lahan, hingga aku menganggap bahwa ia adalah orang yang dapat dipercaya, bahkan aku nyaman berbagi hal-hal pribadi sampai hal-hal yang sensitif.

Saat itu, aku belum sadar bahwa ia “sedang” menggali informasi. Ia terlihat seperti orang yang peduli dan pendengar yang baik. Tapi belakangan aku menyadari, kalau informasi itu digunakan untuk menyerangku secara emosional.

Kalimat yang pernah aku dapatkan seperti ini:

“Kalau kamu meninggalkan aku, siapa lagi yang bisa ngertiin kamu? Cuma aku yang bisa ngertiin kamu.”

“Yah wajar dong, dia ngga ngerti kamu, apalagi dia itu lulusan SMA kan. Jadi ya pengetahuannya terbatas.”

Ini adalah bentuk manipulasi yang menyerang harga diriku dan orang-orang terdekat. Ini membuatku semakin bergantung padanya, seolah hanya dia yang “bisa menerima aku apa adanya”.

Kalau dipikir-pikir, pendekatannya mirip dengan teknik love-bombing ya? Iya! Mirip, namun konteksnya berbeda. Ini bisa disebut pola manipulatif. Berdasarkan laporan SAFEnet tahun 2021, banyak pelaku KBGO adalah orang-orang dekat yang memanfaatkan kedekatan untuk mendapatkan informasi pribadi, memanipulasi opini, bahkan menyerang psikologis korban. Pola ini tidak dapat dilihat oleh banyak orang. Namun, perlu hati-hati untuk BERTEMU dengan pelaku KBGO ini.

Menghadapi Pelaku KBGO: Diam dan Menjauh

Photo by Sander Sammy on Unsplash

Photo by Sander Sammy on Unsplash

Ketika aku merasa diriku benar-benar hancur secara mental. Bahkan, aku berusaha tidak menyalahkan diri sendiri. Aku hampir kehilangan tenaga untuk menjelaskan kepada mereka, karena ada beberapa dari mereka sudah terlanjur percaya kepada pelaku. Tidak ada manfaatnya kalau aku tidak didengarkan oleh mereka. Tidak perlu, cukup dengan diam. Aku memilih untuk menjauh dari mereka. Di situlah aku membangun boundaries. Aku memutus akses pelaku terhadap hidupku dengan memblokir, menjaga jarak, dan pelan-pelan keluar dari lingkungan yang tidak sehat.

Pengalaman ini menyadarkanku bahwa KBGO bukan hanya tentang pesan-pesan kasar atau konten yang terus terang. Kadang, ia bisa jadi stalker atau datang lewat perhatian yang terasa hangat, tapi ternyata menyedot energi kita sedikit demi sedikit.

Tulisan ini mungkin akan menyelamatkanmu, karena aku tidak ingin kamu mengalami hal ini. Mungkin kamu pernah mengalami hal serupa, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Kamu berhak untuk merasa aman, bahkan di dunia digital sekalipun.

Terima kasih karena sudah berani keluar dari lingkungan yang merugikan dirimu. Kamu berharga. Kamu hebat.


메타데이터
post_id
a926cb3317c0
slug
pengalaman-menghadapi-pelaku-kbgo-a926cb3317c0
url
https://medium.com/@aulianabilaafal/pengalaman-menghadapi-pelaku-kbgo-a926cb3317c0
canonical_url
https://medium.com/@aulianabilaafal/pengalaman-menghadapi-pelaku-kbgo-a926cb3317c0
author_url
https://medium.com/@aulianabilaafal
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01