← Back to list

KITA SEMUA ADALAH SISYPHUS

(Sebuah essai yang gagal lolos kurasi penerbitan sebanyak 5 kali, selamat menikmati kegagalan).

Novandi Putra · 2026-04-13 12:02 · 50 claps · 2.1 min read
#sisyphus #nihilism
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy

pins.capt

pins.capt

KITA SEMUA ADALAH SISYPHUS

(Sebuah essai yang gagal lolos kurasi penerbitan sebanyak 5 kali, selamat menikmati kegagalan).

Jika sisyphus adalah kita, berarti apakah ia seorang buruh? Kalau ia seorang buruh, coba ingatkan apakah ia telah mengisi token listrik kos-nya? Kalau begitu, ingatkan pula untuk sering mencuci pakaiannya, menggunakan sunscreen, dan minyak wangi. Mungkinkah ia juga akan datang diacara mayday nanti?

Di bawah langit Yunani yang dipenuhi bukit-bukit gamping dan aroma asin Laut Aegea, serta hutan pinus yang hijau lebat, sulit membayangkan kehidupan tanpa polusi knalpot vespa 2-tak dan kemacetan truk konstruksi, sesuatu yang tak pernah dijumpai penduduk Yunani 1400 tahun sebelum Masehi.

Meskipun begitu, dalam tertib dongeng-dongeng mitologis yunani, kita dapat menemukan cerita yang nihilistik dari seorang manusia kelahiran solo—eh, bukan—tepatnya seorang tokoh fiktif bernama sisyphus yang dikutuk oleh zeus (seorang rezim tiran) atas kesalahan yang pernah ia perbuat di muka dunia. Lingkungan yang purba, ketika hukum zeus adalah titah alam yang wajib dilaksanakan.

Sisyphus dipaksa mendorong batu raksasa dibukit kota Korintus dengan seluruh tenaga yang tersisa dalam tubuh fananya, hanya untuk melihat gravitasi "mengejeknya" setiap kali ia hampir mencapai puncak. Batu itu selalu berguling kembali ke bawah, memaksa Sisyphus untuk turun, memungut sisa-sisa harapannya, dan memulai lagi dari awal—Sebuah siklus repetitif yang nihilistik.

Tetapi, ada hal yang aneh di sini: nasib penderitaan sisyphus dalam dongeng mitologi yunani itu seperti tak asing ketika secara simbolik direfleksikan dengan kondisi nasib sekumpulan koloni manusia di abad 21, abad kita semua hari ini. Situasi yang mengharuskan kita untuk stay on progress 24 jam melotot di depan laptop, bekerja dengan multitasking, terjebak dalam gigs economy, menghabiskan kesempatan hidup untuk mendorong wishtlist kerjaan ke puncak bukit final, lalu melihatnya jatuh kembali dengan to do yang baru di keesokan harinya.

Kalau kita tilik dari sini, apa benar sisyphus sebenarnya adalah kita hari ini? Jawabannya adalah benar sekali: sisyphus adalah refleksi yang paling vulgar bagi kehidupan kita hari ini. Rutinitas yang tak pernah selesai dan terus berulang, seperti di kantor, di jalanan, di panggung-panggung teater, di kampus yang mahasiswanya nyambi part time di barista, semua mencerminkan kutukan zeus kepada sisyphus; perbedaannya hanya saja, sisyphus tidaklah multitasking. Apakah kamu pernah dengar kalau sisyphus mempunyai kerja sampingan sebagai pendorong kereta kayu untuk mencari upah? Apakah kamu juga pernah dengar bahwa sisyphus mempunyai job tambahan selain mendorong batu ke atas bukit? Pastinya tidak.

Namun, yang patut kita ketahui adalah penderitaan nasib, kutukan yang menimpa sisyphus dengan kita semua manusia abad ke-21 adalah kutukan dari kekuatan eksternal yang mengharuskan kita hidup dalam siklus yang irasional dan terus mengulang; sisyphus terjebak oleh kutukan zeus sebagai sosok dewa yang tiran, sedangkan manusia abad 21 dikutuk oleh sistem yang nirimpati—kita sama-sama dikutuk untuk selalu menderita.

Oleh karena itu, sekumpulan sisyphus abad 21 adalah seorang pekerja harian (buruh), yang semestinya berteriak lantang menuntut hak nya pada otoritas di hari mayday nanti, karena upaya inilah yang tak bisa dilakukan oleh sisyphus sebagai karakter fiktif dalam dongeng mitologi yunani. Yaitu, menuntut haknya kepada zeus.

Selamat merusak segala simbol negara dimayday depan, sisyphus!


메타데이터
post_id
a93df93a6ef8
slug
kita-semua-adalah-sisyphus-a93df93a6ef8
url
https://medium.com/@Pelantur_/kita-semua-adalah-sisyphus-a93df93a6ef8
canonical_url
https://medium.com/@Pelantur_/kita-semua-adalah-sisyphus-a93df93a6ef8
author_url
https://medium.com/@Pelantur_
status
ok
fetched_at
2026-06-27 23:56:40