← Back to list

Ada Adik yang Dapat “MBG” dan Ada Kakak yang Tercekik “UKT”

Elegi atas perut yang kenyang dan pemikiran yang terpasung

Erwan Eka Syuhada · 2026-05-05 08:31 · 0 claps · 1.4 min read
#pendidikan-indonesia #kebijakan-publik #ketimpangan #opinion
Open on Medium ↗

Ada Adik yang Dapat “MBG” dan Ada Kakak yang Tercekik “UKT”

Di negeri yang gemar merayakan kepedulian lewat kamera, ada adik yang kenyang oleh program dan ada kakak yang sesak oleh tagihan pendidikan; satu diberi makan agar tetap hidup tapi yang lain dipaksa menghitung agar tetap bisa bermimpi. Negara ini tampak hadir di piring nasi hangat, terukur, dan siap didokumentasikan—tapi selalu absen di ruang-ruang pendidikan yang dingin oleh angka; seolah perut lebih penting daripada pikiran, seolah kenyang cukup untuk menunda pertanyaan-pertanyaan akademik.

Di balik nasi gratis yang dibagikan dengan senyum protokoler, selalu ada biaya pendidikan yang naik tanpa banyak suara; pelan tapi pasti, bak kebijakan yang tahu caranya menghindari sorotan. si adik belajar tentang cukup dari sepiring makan siang, sementara si kakak belajar tentang batas dari lembar pembayaran. Keduanya sama-sama dididik, tapi dengan cara yang berbeda: yang satu diajari menerima, yang lain dipaksa bertahan.

Kita diajak percaya bahwa ini bentuk keadilan yang berjalan: negara ini sudah memberi sesuai kebutuhan, katanya. Tapi mengapa kebutuhan untuk berpikir justru dipagari biaya? Mengapa akses terhadap ilmu terasa seperti privilese yang harus ditebus, bukan sebagai hak yang harusnya sudah dijamin? Di sini, keberpihakan tak lagi samar. Ia tampak dalam apa yang dipermudah dan apa yang dipersulit.

Ada ironi yang terus berulang ketika kelaparan dianggap masalah yang harus segera diselesaikan tetapi kebodohan dibiarkan menjadi urusan individu. Seolah cukup jika tubuh tetap berdiri, meski pikiran perlahan dipersempit. Padahal, negeri tak hanya runtuh oleh perut kosong, tapi juga oleh kepala yang tak sempat diisi.

Kita berdiri diantara dua kenyataan, adik yang kenyang dan kakak yang tercekik. Bukan untuk membenturkan tapi untuk mempertanyakan;

MENGAPA KEDUANYA HARUS DIPISAHKAN OLEH KEBIJAKAN YANG SETENGAH JADI?!

MENGAPA KESEJAHTERAAN TIDAK DIBANGUN UTUH DARI DASAR HINGGAK PUNCAK, DARI MAKAN HINGGA PENDIDIKAN?! KENAPA?!?!

Si adik yang dapet MBG dan itu baik, karena tak ada yang boleh tumbuh dalam keadaan lapar. Tapi si kakak tercekik UKT dan itu bukan sekadar angka, itu ketidakadilan yang dipelihara. Negara tak bisa terus bangga mengenyakan perut dan berjoget-joget hingga melukapan akses berpikir yang telah terkunci oleh biaya. Jangan minta kami memilih antara kenyang atau berilmu, itu adalah sebuah pilihan palsu yang menutupi kegagalan.

Jika pendidikan masih menjadi privilese, maka yang sebenernya dipangkas bukan sekedar mimpi, tetapi juga nasib masa depan bangsa ini.


메타데이터
post_id
a9f60a1c98ba
slug
ada-adik-yang-dapat-mbg-dan-ada-kakak-yang-tercekik-ukt-a9f60a1c98ba
url
https://medium.com/@erwanekas/ada-adik-yang-dapat-mbg-dan-ada-kakak-yang-tercekik-ukt-a9f60a1c98ba
canonical_url
https://medium.com/@erwanekas/ada-adik-yang-dapat-mbg-dan-ada-kakak-yang-tercekik-ukt-a9f60a1c98ba
author_url
https://medium.com/@erwanekas
status
ok
fetched_at
2026-07-22 13:31:12