← Back to list

Manusia Tuh Gaada Puasnya!

Ketika sudah dapat yang diinginkan, kita pasti akan mencoba menggapai yang lain, yang lebih besar dari pencapaian sekarang.

Mirmanti Cinahya Winursita · 2020-06-16 18:40 · 0 claps · 2.0 min read
#pua #motivasi #ambisi #reminder #mandiri
Open on Medium ↗

Manusia Tuh Gaada Puasnya!

Ketika sudah dapat yang diinginkan, kita pasti akan mencoba menggapai yang lain, yang lebih besar dari pencapaian sekarang.

Katanya sih, rasa tidak puas itu baik, karena tidak mau berpangku tangan. Terus berkembang.

Akan tetapi, bagaimana kalau tidak pernah puas menggiring kita untuk lupa menghargai diri? Lupa kalau ada fase istirahat?

Teringat kondisiku dahulu, sekolah sampai sore, lanjut rapat ekskul, lalu mengikuti bimbingan belajar. Belum selesai, setelah mengikuti bimbel, aku berlatih paduan suara di gereja.

Setiap hari berkutat seperti itu. Pulang malam, masih menggunakan seragam. Hanya untuk memenuhi ambisiku. “Aku gamau cuma berkibar di akademik. Harus bersinar juga di ekskul, di gereja, ikut lomba.”

Terlihat… menarik, kan?

Januari 2018, aku kecelakaan, tangan kiri patah (kondisiku kidal), rahang bawahku geser, kaki kiriku perdarahan nadi.

Aku dan ke-superior-an ku langsung dihantam dengan kenyataan.

Di lain sisi, aku adalah anak pertama dari keluarga polisi. Dari aku kecil, ayahku selalu menanamkan mandiri mandiri mandiri.

“Bapak ga peduli, Kak, anak pertama Bapak laki-laki atau perempuan. Tapi, anak pertama harus kuat, harus mandiri, harus jadi tiang buat adik-adikmu” Kata bapakku.

Untung adikku cuma satu. Bayangkan adikku lebih dari itu, aku harus menjadi rolemodel untuk mereka, padahal aku aja belum tau hidupku bakal gimana.

Aku terbiasa melakukan apa-apa sendiri. Kesan keras kepala, tidak mau berkompromi, bertanggung jawab, tidak mudah percaya orang lain sudah menjadi “identitasku” yang secara tidak langsung memotivasi aku, bahwa “Aku bisa sendiri. Aku gabutuh orang lain”. Sifat ambisiusku kelihatannya juga dipengaruhi oleh hal ini, sih hahaha.

Kembali lagi ke kondisiku setelah kecelakaan, untuk berjalan saja, aku harus menggunakan kursi roda — didorong. Boro-boro melakukan jadwal seperti biasa, untuk buang air kecil saja, aku harus menggunakan pampers. Harga diri (beserta ke”mandirian”)-ku jatuh saat itu, ambisiku pun runtuh.

Belum lagi semua persiapan tes penerimaan STAN dan SBMPTN terhenti di tengah jalan. Pacarku juga memutuskan aku di saat aku menjalani terapi agar bisa berjalan. Bukan karena dia malu punya pacar cacat, sih (mungkin, karena juga sampai saat ini gatau alasan dia memutuskan aku), tetapi karena banyak masalah dalam hubungan kami yang tidak pernah diselesaikan (dari sudut pandangku). Lalu, hal-hal tersebut menumpuk. Ya, kalian tahu sendiri akhir cerita kami.

Aku menghukum diri sendiri, bersikap masa bodoh dengan keadaanku. Bodo amat mau mati juga aku ga peduli. “I’ve lost everything”, pikirku.

Lucu, kan? Menghukum ambisi diri.

Namun, sekarang, aku berpikir. Kalau saja aku tidak kecelakaan, mungkin aku engga merasakan beristirahat, pun diladeni untuk segala urusan. Mungkin aku engga dapat kesempatan menghargai perhatian orang sekitar. Mungkin aku sibuk dengan dunia luar padahal duniaku, diriku sendiri, kosong. Mungkin aku gabisa belajar menghargai sepi dan kesendirian, hal yang sering aku lewatkan ketika berkutat dengan kesibukanku. Juga, yang paling penting, mungkin aku engga bisa menyadari kalau aku butuh orang lain.

Terlepas dari itu, satu hal yang bisa kupelajari. Manusia harus bisa merasakan puas. Harus sadar, manusia memiliki batas. Tidak ada salahnya menjadi mandiri serta memiliki ambisi, target, atau apapun yang dianggap sebagai tujuan kamu hidup. Hanya, jangan lupa berterima kasih kepada dirimu sendiri. Diri yang sudah kamu tekan dengan berbagai ekspetasimu.

Ambillah 1 waktu untuk beristirahat, melihat pencapaianmu. Susah memang mengambil waktumu yang berharga itu untuk istirahat. Akan tetapi, demi ketenteraman hati, apa salahnya, kan? Selamat hari Rabu, Berkah dalem.


메타데이터
post_id
aa7277474e2
slug
manusia-tuh-gaada-puasnya-aa7277474e2
url
https://medium.com/@cinahya/manusia-tuh-gaada-puasnya-aa7277474e2
canonical_url
https://medium.com/@cinahya/manusia-tuh-gaada-puasnya-aa7277474e2
author_url
https://medium.com/@cinahya
status
ok
fetched_at
2026-07-29 00:50:04