← Back to list

“Kalau semua orang punya definisi sukses berbeda, kenapa kita sibuk hidup untuk standar orang lain?”

Mengenal arti "sukses"

Shin Shin · 2026-05-23 17:27 · 0 claps · 2.8 min read
#cerita-pendek #novel #novel-writing #diary #diary-writing
Open on Medium ↗
Wiki topics: CRY · Crypto & Web3 LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

“Kalau semua orang punya definisi sukses berbeda, kenapa kita sibuk hidup untuk standar orang lain?”

Apa itu sukses

Apa itu sukses

Namaku King. Dan jujur saja, aku bukan tipe orang yang terlalu peduli soal masa depan.

Sementara orang lain sibuk mengejar target hidup, memikirkan karier, pencapaian, atau bagaimana caranya terlihat berhasil… aku cuma menjalani hari seperti biasa. Tanpa arah yang benar-benar jelas. Tanpa ambisi besar seperti orang-orang pada umumnya.

Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang gadis di sosial media.

Dia berbeda dariku. Dia terlalu keras pada dirinya sendiri.

Dia sering merasa dirinya tidak sukses. Merasa tertinggal. Seolah hidup semua orang berjalan lebih cepat dibanding dirinya. Kadang, dari cara dia berbicara saja aku bisa merasakan betapa besar tekanan yang dia simpan sendirian.

Dari obrolan-obrolan kecil kami, aku mulai sadar satu hal:

Kenapa seseorang bisa merasa gagal, padahal dia sudah sejauh itu bertahan?

Namanya Asa. Seorang caregiver di Jepang.

Setiap harinya dia menghabiskan waktu merawat orang lain, membantu mereka menjalani hari-hari yang bahkan mungkin terasa berat bagi tubuh mereka sendiri. Tapi ironisnya, di tengah semua kebaikan yang dia lakukan untuk orang lain, dia tetap merasa dirinya belum menjadi siapa-siapa.

Media sosial membuat semua orang terlihat sedang memenangkan hidup. Ada yang memposting pencapaian. Ada yang memposting hubungan yang terlihat sempurna. Ada yang terlihat sudah menemukan arah hidupnya sejak lama. Sedangkan Asa? Dia hanya seorang caregiver yang pulang dengan tubuh lelah setelah merawat orang lain sepanjang hari… lalu diam-diam mempertanyakan hidupnya sendiri di tengah malam. Dan mungkin, masalahnya bukan karena dia tidak sukses. Mungkin… dia hanya belum menemukan arti sukses versi dirinya sendiri. Karena tidak semua orang ingin terkenal. Tidak semua orang ingin hidup mewah. Tidak semua orang bermimpi menjadi lebih hebat dari orang lain. Ada orang yang hanya ingin hidup tenang. Ada yang hanya ingin merasa cukup. Dan ada juga yang diam-diam sudah berhasil melewati banyak hal tanpa pernah menyadarinya.

Sebenarnya… apa itu sukses sesungguhnya?

Seorang anak yang akhirnya bisa membantu orang tuanya bayar tagihan rumah. Seseorang yang berhasil keluar dari depresi tanpa diketahui siapa-siapa. Orang yang tetap bekerja setiap hari walau hidupnya sedang berantakan. Atau seseorang yang masih memilih bertahan hidup meski berkali-kali dihancurkan keadaan. Bukankah itu juga bentuk sukses? Mungkin masalah terbesar kita bukan karena hidup kita buruk. Tapi karena kita terus melihat hidup dari jendela milik orang lain. Kita tumbuh dengan standar: umur segini harus punya ini, umur segitu harus sudah jadi itu. Kalau belum? Kita mulai panik. Mulai merasa kalah. Mulai mempertanyakan diri sendiri. Padahal setiap orang punya waktu dan jalan hidup yang berbeda.

Asa umur 25 tahun. Umur yang katanya udah harus sukses. Udah harus punya arah hidup. Udah harus tau mau jadi apa. Dan kayak banyak orang lain, dia juga kepikiran soal itu terus. Sampai suatu hari aku lihat foto lama dia. Dan jujur… beda banget sama Asa yang sekarang. Bukan cuma dari muka atau penampilannya aja, tapi auranya juga beda.

Bukankah itu juga sukses?

Asa balik ke Indonesia. Dan akhirnya kita ketemu langsung setelah sekian lama cuma ngobrol lewat chat.

Jujur, aku kira suasananya bakal canggung. Tapi ternyata engga. Asa ternyata orangnya ceria banget. Dia gampang ketawa, suka ngomong random, dan entah kenapa ngobrol sama dia tuh ngalir aja. Sepanjang hari kita banyak ngomongin anime, film, karakter favorit, teori cerita yang ga penting, sampe debat hal-hal receh yang malah bikin ketawa sendiri. Rasanya kayak ngobrol sama orang yang udah lama dikenal. Terus malamnya kita makan bakso terkenal di GBK, lalu nginep di hotel dekat sana. Dan jujur, malam itu terasa seru banget. Ga ada hal mewah, ga ada tempat mahal, kita pun nginep di hotel 300 Ribu rupiah jadi enggak mewah banget.

Di tengah suasana itu, Asa masih sempet ngomong kalau dia ngerasa belum sukses. Asa sempet cerita kalau dia takut hidupnya bakal gitu-gitu aja. Dia juga bilang, “Kayaknya orang-orang udah pada jauh banget hidupnya…” Habis dia ngomong gitu, aku malah jawab sambil bercanda, “Terus ngapa kalau jauh? Hidup juga ga ada garis finish-nya, jadi santai aja kali.” Dia langsung ketawa sambil geleng-geleng kepala denger jawaban aku.

tapi bener kan?

garis finish hidup seseorang itu Ga di titik yang sama, ada yang di usia 25 tahun baru memulai karirnya, ada juga yang di usia 19 tahun masih belum memulai apapun


메타데이터
post_id
aa931ee554e8
slug
kalau-semua-orang-punya-definisi-sukses-berbeda-kenapa-kita-sibuk-hidup-untuk-standar-orang-lain-aa931ee554e8
url
https://medium.com/@justshin08/kalau-semua-orang-punya-definisi-sukses-berbeda-kenapa-kita-sibuk-hidup-untuk-standar-orang-lain-aa931ee554e8
canonical_url
https://medium.com/@justshin08/kalau-semua-orang-punya-definisi-sukses-berbeda-kenapa-kita-sibuk-hidup-untuk-standar-orang-lain-aa931ee554e8
author_url
https://medium.com/@justshin08
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30