Di Balik Prestasi yang Dibanggakan.
DIBALIK INDEKS PRESTASI
“Di balik Prestasi yang Dibanggakan”

KARYA TULIS ILMIAH
DI BALIK INDEKS PRESTASI: TANTANGAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DALAM PENDIDIKAN TINGGI
Oleh: Laras Ayu Septio Ning Tiyas NIM. 25250024
**PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN PENDIDIDKAN UNIVERSITAS HARKAT NEGERI 2026**
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan yang memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompeten, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik, seperti memahami materi perkuliahan, menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, melaksanakan penelitian, hingga memperoleh Indeks Prestasi (IP) sebagai salah satu indikator keberhasilan akademik. Di balik tuntutan tersebut, mahasiswa juga menghadapi berbagai tekanan yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka. Hal ini diperkuat oleh penelitian Irawan, Bella, dan Nurhijatina (2024) (Irawan et al., 2024) yang menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan yang erat dengan kesejahteraan serta pencapaian akademik mahasiswa. Oleh karena itu, kesehatan mental perlu menjadi salah satu aspek yang memperoleh perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kesehatan mental merupakan kondisi ketika seseorang mampu mengelola emosi, menghadapi berbagai tekanan hidup, serta menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Dalam lingkungan perguruan tinggi, kesehatan mental mahasiswa sering kali menghadapi tantangan akibat tingginya tuntutan akademik. Beban tugas, pelaksanaan ujian, keterlibatan dalam organisasi, serta dorongan untuk memperoleh prestasi akademik yang tinggi dapat menjadi sumber stres bagi mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Ratna Yunita Setiyani Subardjo (2024) (RATNA, 2024) mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa, semakin besar pula risiko menurunnya kondisi kesehatan mental.
Stres akademik yang berlangsung dalam jangka waktu lama tanpa penanganan yang memadai berpotensi berkembang menjadi academic burnout. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kelelahan fisik, emosional, dan mental sebagai akibat dari tekanan akademik yang terjadi secara terus-menerus. Dengan demikian, peningkatan tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa akan diikuti oleh meningkatnya kemungkinan terjadinya academic burnout.
Academic burnout memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan mahasiswa, seperti menurunnya motivasi belajar, berkurangnya kemampuan berkonsentrasi, munculnya gangguan emosional, hingga menurunnya pencapaian akademik. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Novita Sari (2024) (Sari, 2024) yang menjelaskan bahwa stres akademik berpengaruh terhadap kondisi emosional, fisik, dan sosial mahasiswa. Oleh sebab itu, perguruan tinggi perlu memberikan dukungan melalui penyediaan layanan konseling, pelaksanaan edukasi mengenai pengelolaan stres, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif guna menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Berdasarkan uraian tersebut, topik "Di Balik Indeks Prestasi: Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa dalam Pendidikan Tinggi" menjadi penting untuk dikaji secara lebih mendalam. Pembahasan ini berfokus pada keterkaitan antara tuntutan untuk memperoleh Indeks Prestasi yang tinggi dengan kondisi kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, karya tulis ini mengulas berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental, dampak tekanan akademik terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan kesehatan mental sehingga proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat berlangsung secara sehat, produktif, dan berkelanjutan.
B. Rumusan Masalah
- Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa dalam pendidikan tinggi?
- Pengaruh tekanan akademik terhadap kesehatan mental mahasiswa?
- Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa agar tetap mendukung pencapaian prestasi akademik?
C. Tujuan Penelitian
- Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa dalam pendidikan tinggi.
- Menganalisis pengaruh tekanan akademik terhadap kesehatan mental mahasiswa.
- Mendeskripsikan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa sehingga mampu mendukung pencapaian prestasi akademik.
BAB II PEMBAHASAN
A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Mahasiswa dalam Pendidikan Tinggi. Kesehatan mental merupakan kondisi ketika individu mampu mengelola emosi, menghadapi berbagai tekanan, serta menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Bagi mahasiswa, kesehatan mental memiliki peran yang penting karena berkaitan dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, memenuhi berbagai tuntutan akademik, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Kondisi kesehatan mental yang baik akan mendukung kelancaran proses pembelajaran. Sebaliknya, gangguan kesehatan mental dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar, berkurangnya kemampuan berkonsentrasi, serta rendahnya pencapaian akademik. Oleh karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian dalam lingkungan perguruan tinggi agar mahasiswa mampu menjalani proses pembelajaran secara optimal.
Kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam diri maupun lingkungan sekitarnya. Faktor internal meliputi kemampuan mengelola emosi, motivasi belajar, rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, serta sikap penerimaan terhadap diri sendiri (self-compassion). Sementara itu, faktor eksternal mencakup beban akademik, tuntutan untuk memperoleh Indeks Prestasi (IP) yang tinggi, kondisi ekonomi, hubungan dengan teman sebaya, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan kampus. Apabila berbagai faktor tersebut tidak dikelola dengan baik, kondisi psikologis mahasiswa berpotensi mengalami gangguan yang pada akhirnya dapat memengaruhi proses pembelajaran. Perhatian terhadap faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa agar tetap mampu menjalani proses perkuliahan secara optimal.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Azwar, S. (2022) (Azwar, 2022) juga menunjukkan bahwa self-compassion memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan akademik, terutama bagi mereka yang menjalani perkuliahan sambil bekerja. Mahasiswa yang mampu menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, serta tidak mudah menyalahkan diri sendiri ketika menghadapi kesulitan, cenderung memiliki tingkat stres akademik yang lebih rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengelola diri merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Berdasarkan berbagai hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal. Kemampuan mengendalikan emosi, menerima diri sendiri, serta dukungan dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan kampus menjadi aspek yang berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, perhatian terhadap berbagai faktor tersebut perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa mampu menghadapi tuntutan akademik secara lebih baik tanpa mengabaikan kesehatan mentalnya.
B. Pengaruh Tekanan Akademik terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa.
Tekanan akademik menjadi salah satu tantangan yang umum dihadapi oleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Berbagai tuntutan akademik, seperti penyelesaian tugas, pelaksanaan ujian, pencapaian target nilai yang tinggi, serta proses penyesuaian terhadap lingkungan perkuliahan, dapat menjadi penyebab munculnya stres akademik. Apabila tekanan tersebut tidak mampu dikelola secara optimal, gangguan pada kondisi psikologis mahasiswa dapat terjadi sehingga proses pembelajaran berpotensi ikut terdampak. Ni Putu Nesia Santika Dewi, I Kadek Saputra, dan I Gusti Ngurah Juniartha (2025) (Dewi et al., 2025) menjelaskan bahwa tingkat stres akademik pada mahasiswa baru tergolong cukup tinggi. Selain itu, stres akademik dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri maupun lingkungan sehingga perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa perlu diberikan sejak awal masa perkuliahan.
Tekanan akademik yang dialami mahasiswa tidak hanya menimbulkan rasa lelah, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesejahteraan mental secara menyeluruh. Mahasiswa yang terus-menerus menghadapi tuntutan akademik cenderung lebih rentan mengalami kecemasan, penurunan semangat belajar, serta kesulitan dalam mengelola emosi. Berdasarkan studi literatur Ghania (2025) (Ghania & Prihatsanti, 2025), menjelaskan bahwa tingkat stres akademik dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti self-efficacy, motivasi belajar, kemampuan manajemen waktu, resiliensi, strategi koping, dan dukungan sosial. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan selama perkuliahan sehingga kesehatan mental dapat dipertahankan dengan lebih baik.
Tekanan akademik yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kualitas proses belajar maupun pencapaian akademik mahasiswa. Meningkatnya tingkat stres berpotensi menyebabkan menurunnya konsentrasi, kesulitan dalam memahami materi perkuliahan, serta berkurangnya motivasi untuk menyelesaikan berbagai tanggung jawab akademik. Rahmi, Mubarok 2023 (Rahmi & Mubarok, 2023) menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan tingkat stres akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung lebih mampu menghadapi tekanan akademik dibandingkan mahasiswa dengan motivasi belajar yang rendah.
Berbagai langkah perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak tekanan akademik terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dukungan dapat diberikan oleh perguruan tinggi melalui penyediaan layanan konseling, pendampingan psikologis, serta program edukasi mengenai pengelolaan stres. Selain itu, kemampuan mengatur waktu, penerapan strategi koping yang positif, serta pemanfaatan dukungan dari keluarga, teman sebaya, dan dosen juga perlu ditingkatkan oleh mahasiswa. Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik secara lebih efektif sehingga kesehatan mental tetap terjaga dan proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
C. Berbagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa untuk Mendukung Prestasi Akademik.
Pemeliharaan kesehatan mental mahasiswa perlu didukung melalui berbagai bentuk perhatian dan layanan yang disediakan oleh perguruan tinggi. Pihak kampus dapat memberikan fasilitas berupa layanan konseling, pendampingan psikologis, serta kegiatan edukasi mengenai kesehatan mental sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk menghadapi berbagai kendala, baik yang berkaitan dengan akademik maupun permasalahan pribadi. Selain itu, terciptanya lingkungan pembelajaran yang nyaman, terbuka, dan suportif juga berperan dalam membantu mahasiswa menjalani kehidupan perkuliahan dengan lebih baik. Pengembangan dan peningkatan layanan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi perlu terus dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kesejahteraan psikologis dan pencapaian akademik mahasiswa.
Mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam mempertahankan kondisi kesehatan mental selama menjalani pendidikan tinggi. Beberapa langkah yang dapat diterapkan yaitu mengatur waktu secara efektif, menerapkan gaya hidup yang sehat, membangun cara menghadapi masalah (coping) yang positif, serta berani mencari dukungan ketika menghadapi berbagai kesulitan. Kemampuan tersebut dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik dengan lebih baik sehingga kemungkinan munculnya stres dapat diminimalkan. Hasil penelitian Ressa Maura, Neneng Tati Sumiati, Rena Latifa, dan Risatianti Kolopaking (2024) (Nugroho & Hermanto, 2024) menunjukkan bahwa dukungan sosial serta kemampuan dalam melakukan coping stress memiliki pengaruh terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa. Berdasarkan temuan tersebut, kemampuan mengelola diri menjadi salah satu aspek penting yang mendukung terjaganya kesejahteraan psikologis mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Selain dukungan dari pihak perguruan tinggi dan kesadaran mahasiswa itu sendiri, keterlibatan keluarga, teman sebaya, serta dosen juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesehatan mental mahasiswa. Lingkungan sosial yang mampu memberikan kepedulian, dorongan, dan dukungan secara emosional dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan. Interaksi yang positif dengan lingkungan sekitar dapat berperan dalam mengurangi tekanan yang dirasakan sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memenuhi berbagai tuntutan akademik. Hal ini diperkuat oleh penelitian Rahman, Anjelina, Astuti, Syarif, Eriza, dan Anggraini (2024) (Rahman et al., 2024) yang menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki kontribusi dalam mengurangi tingkat stres akademik pada mahasiswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, keluarga, dosen, dan perguruan tinggi diperlukan agar kesehatan mental mahasiswa tetap terpelihara serta pencapaian akademik dapat diraih secara lebih maksimal.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Pencapaian Indeks Prestasi (IP) tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis, kemampuan dalam menghadapi berbagai tekanan, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Tekanan akademik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan stres, academic burnout, serta penurunan motivasi belajar yang pada akhirnya dapat memengaruhi proses pembelajaran dan pencapaian akademik mahasiswa.
Hal tersebut sesuai dengan pandangan World Health Organization (WHO) (Mental Health, n.d.) dalam publikasi Mental Health: Strengthening Our Response menyatakan bahwa kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan individu dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan, mengembangkan potensi diri, bekerja secara produktif, serta berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui pedoman kesehatan jiwa (Topik Kesehatan, n.d.) menjelaskan bahwa pemeliharaan kesehatan mental perlu dilakukan melalui upaya pencegahan, pemberian edukasi, serta penciptaan lingkungan yang mendukung.
Selain itu, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Negara et al., 2014) menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa secara menyeluruh, termasuk aspek kepribadian dan kesejahteraan. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan sinergi antara mahasiswa, keluarga, dosen, dan perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan akademik yang positif sehingga mahasiswa dapat meraih prestasi secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan mental.
DAFTAR PUSTAKA Irawan, M. F., Bella, S., & Nurhijatina, H. (2024). Menghadapi tantangan kesehatan mental di kalangan mahasiswa: Solusi kolaboratif antara pendidikan dan layanan kesehatan. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2), 106-117.
RATNA, Y. S. S. (2024). HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA. EDUINOVASI: JOURNAL OF BASIC EDUCATIONAL STUDIES Учредители: Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor, 4(3), 2041-2054.
Yusriyyah, S., Nugraha, D., & Jundiah, S. (2023). Hubungan Stres Akademik dengan Academic Burnout pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Bhakti Kencana. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 4(1), 25-34.
Maulani, G., Septiani, S., Susilowaty, N., Rusmayani, N. G. A. L., Evenddy, S. S., Nababan, H. S., ... & Nurlely, L. (2024). Evaluasi Pembelajaran. Sada Kurnia Pustaka. Irawan, M. F., Bella, S., & Nurhijatina, H. (2024). Menghadapi tantangan kesehatan mental di kalangan mahasiswa: Solusi kolaboratif antara pendidikan dan layanan kesehatan. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2), 106-117.
Erwansa, D. E. D. I., Widyastuti, W., & Ridfah, A. (2024). Hubungan self compassion terhadap tingkat stres akademik pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UNM. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 316-327.
Azwar, S. (2022). Reliabilitas dan Validitas Edisi 4 (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Erwansa, D., & Ridfah, A. (2024). Hubungan Self Compassion Terhadap Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi UNM. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2).
Ghania, S., & Prihatsanti, U. (2025). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Stres Akademik Pada Mahasiswa Di Indonesia: Studi Literatur. Jurnal Empati, 14(3), 253-264.
Dewi, N. P. N. S., Saputra, I. K., & Juniartha, I. G. N. (2025). Gambaran Tingkat Dan Tuntutan Stres Akademik Mahasiswa Baru Tahun Pertama PSSKPPN Dalam Menjalani Semester Awal. Community of Publishing in Nursing, 13(1), 110-118.
Nugroho, T. R., & Hermanto, Y. P. (2024). Edukasi Kesehatan Mental di Komisi Pemuda Remaja GSJA CWS Kelapa Gading. PkM: Pistotites, 3(1), 16-27.
Rahman, A., Anjelina, A., Astuti, W., Syarif, F., Eriza, S., & Anggraini, T. (2024). Kontribusi Social Support Terhadap Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa Psikologi Bukittinggi. Jurnal Empati, 13(3), 248-256.
World Health Organization (WHO). (2022). World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All. Geneva: World Health Organization.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman dan Informasi Kesehatan Jiwa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
메타데이터
- post_id
- aab5fb34f3b6
- slug
- setiap-mahasiswa-memiliki-cerita-yang-tidak-selalu-tampak-di-balik-angka-angka-pada-transkrip-nilai-aab5fb34f3b6
- url
- https://medium.com/@larast89/setiap-mahasiswa-memiliki-cerita-yang-tidak-selalu-tampak-di-balik-angka-angka-pada-transkrip-nilai-aab5fb34f3b6
- canonical_url
- https://medium.com/@larast89/setiap-mahasiswa-memiliki-cerita-yang-tidak-selalu-tampak-di-balik-angka-angka-pada-transkrip-nilai-aab5fb34f3b6
- author_url
- https://medium.com/@larast89
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-15 22:52:36