Mata Buram Dapat Turunkan Prestasi Siswa?
Jagalan, Semarang Tengah (11/08/22) — Mahasiswa Tim II KKN UNDIP melaksanakan pemeriksaan visus mata dan edukasi kelainan refraksi mata…
Mata Buram Dapat Turunkan Prestasi Siswa? Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Pemeriksaan Visus Mata dan Edukasi Kelainan Refraksi Mata di SD Mataram

Pelaksanaan pemeriksaan visus mata kepada siswa SD Mataram (sumber : dokumentasi pribadi)
Jagalan, Semarang Tengah (11/08/22) — Mahasiswa Tim II KKN UNDIP melaksanakan pemeriksaan visus mata dan edukasi kelainan refraksi mata. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (20/07/22) di SD Mataram, Kelurahan Jagalan, Semarang tersebut dilakukan dalam upaya mewujudkan SDG’s ke-3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
Mata adalah alat indra yang sangat penting bagi siapapun, tidak terlepas dari siswa yang sedang menjalankan pendidikannya. Mata yang sehat adalah mata yang terbebas dari penyakit serta memiliki tajam penglihatan minimal 20/20. Bagi anak, kehilangan penglihatan atau penurunan penglihatan dapat berpengaruh terhadap masa depannya. Selain sulit untuk menjalankan proses belajar mengajar dikarenakan tidak dapat melihat papan tulis, penurunan penglihatan pun dapat berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah.
Kelainan refraksi adalah kondisi di mana cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan jelas sehingga benda yang dilihat mata menjadi buram atau tidak tajam. Penyebabnya bisa karena bola mata yang terlalu panjang atau pendek, bentuk dari kornea ataupun karena faktor penuaan. Kemampuan seseorang untuk dapat melihat objek sekecil mungkin tanpa adanya akomodasi disebut sebagai tajam penglihatan. Tajam penglihatan dikatakan normal apabila berukuran minimal 20/20
Kelainan refraksi ini perlu dideteksi sejak dini mengingat dampaknya bagi masa depan anak. Jenis kelainan refraksi yang paling sering ditemui pada anak-anak adalah miopi atau rabun jauh. Selain itu, jenis lainnya adalah hipermetropu atau rabun dekat dan astigmatisme atau silindris. Untuk mendeteksi dini adanya kelainan refraksi ini, maka mahasiswa tim II KKN UNDIP melakukan pemeriksaan visus sekaligus edukasi tanda dan gejala kelainan refraksi sehingga diharapkan siswa dapat mengenali tanda dan gejala serta melakukan pemeriksaan ke dokter mata jika dirasakan adanya gejala-gejala tersebut.

Edukasi tanda dan gejala kelainan refraksi kepada siswa SD Mataram (sumber : dokumentasi pribadi)
Edukasi tanda dan gejala kelainan refraksi dilakukan pada siswa kelas 4 SD mataram pada hari Rabu (20/07/22) . Mahasiswa mengajarkan mengenai pentingnya menjaga mata, mengetahui tanda dan gejala kelainan refraksi serta solusinya jika mengidap kelainan refraksi, dan mitos serta fakta mengenai penggunaan kacamata. Banyak hal yang menjadi seorang anak tidak ingin diperiksakan jika mengidap salah satu kelainan refraksi. Salah satunya adalah karena adanya gengsi atau merasa jelek jika menggunakan kacamata serta karena hal lainnya seperti mendengar dari orang lain bahwa menggunakan kacamata dapat meningkatkan minus mata. Hal inilah yang perlu diluruskan dan diberikan pemahaman kepada siswa sejak dini.

Pemeriksaan visus mata yang dilakukan dengan jarak 6 meter dari snellen chart (sumber : dokumentasi pribadi)
Selain memberikan edukasi, sebagai bentuk deteksi dini kelainan refraksi, dilakukan juga pemeriksaan visus mata dengan menggunakan snellen chart. Kartu ini ditempelkan pada dinding dengan memposisikan siswa yang akan diperiksa dengan jarak 6 meter dari kartu tersebut. Selanjutnya akan dilakukan pembacaan kartu pada mata kanan terlebih dahulu dengan meminta siswa menutup mata kiri dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mata kiri. Pemeriksaan ini lakukan di luar ruang kelas agar didapatkan jarak dan pencahayaan yang cukup. Setelah dilakukan pembacaan masing-masing mata, selanjutnya hasil dicatat. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, mahasiswa telah meminta persetujuan kepada siswa untuk dilakukan pemeriksaan mata.

Antusias siswa dalam pelaksanaan games yang diberikan (sumber : dokumentasi pribadi)
Mengingat sekadar pemberian edukasi dan pemeriksaan visus saja tidak cukup untuk menilai pemahaman siswa mengenai kelainan refraksi, mahasiswa juga memberikan games untuk menguji kembali materi yang sudah disampaikan kepada siswa dalam bentuk pertanyaan. Antusias dan semangat dari siswa untuk menjawab pertanyaan ini sangat memberi feedback yang cukup baik kepada pemateri. Selain itu, diakhir juga diberikan snack kepada siswa serta melakukan sesi foto bersama. Dengan adanya rangkaian program tersebut, mahasiswa tim II KKN UNDIP berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kelainan refraksi serta siswa dapat melakukan inisiatif memberi tahu kepada orang tua jika mengalami kelainaan refraksi sehingga dapat diperiksa dan ditangani lebih dini.

Foto bersama siswa kelas 4 SD Mataram (sumber : dokumentasi pribadi)
Penulis : Regina Syahira — Kedokteran Umum/Fakultas Kedokteran
Editor : Reny Wiyatasari
메타데이터
- post_id
- aaf429dec324
- slug
- mata-buram-dapat-turunkan-prestasi-siswa-aaf429dec324
- url
- https://medium.com/@syahiraregina68/mata-buram-dapat-turunkan-prestasi-siswa-aaf429dec324
- canonical_url
- https://medium.com/@syahiraregina68/mata-buram-dapat-turunkan-prestasi-siswa-aaf429dec324
- author_url
- https://medium.com/@syahiraregina68
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 22:44:20