Keseimbangan alam dan tradisi leluhur | oleh Suku Mollo — NTT
Sabda Bumi : Episode merawat alam dengan isi piring beragam
Keseimbangan alam dan tradisi leluhur | oleh Suku Mollo — NTT
Sabda Bumi : Episode merawat alam dengan isi piring beragam
Dialog yang dilakukan dengan papa fun dan mama fun sungguh insightfull bagi saya, bagaimana mereka menjelaskan tentang kebudayaan dan tradisi leluhur suku mollo dengan sangat indah, topik kali ini sabda alam berdialog dengan warga asli suku mollo dari nusa tenggara timur, membahas bagaimana kehidupan yang selaras dengan tradisi leluhur dan juga alam, membahas bagaimana pangan sangat dihargai disana akan saya bahas disini.
Suku Mollo, seperti yang papa fun katakan disana hidup itu masih berdampingan dengan tradisi leluhur yang dipertahankan, dan mereka bangga dengan hal itu, dari yang saya tangkap mengapa warga suku mollo ini masih mampu mempertahankan tradisi leluhur ke dalam hidupnya adalah, dikarenakan semua tradisi dan peninggalan yang disampaikan oleh leluhur mereka adalah hal yang masuk akal bagi kehidupan mereka, terutama keselarasan manusia dengan alam, di suku mollo terdapat beberapa marga yang memiliki pantangan tertentu contohnya, marga papa fun dilarang memakan atau membunuh ular, sedangkan untuk marga mama fun dilarang memakan dan membunuh tikus, bagaimana itu bisa ada dan dilestarikan? sebagian orang berpikir hewan ular dan tikus merupakan hama yang menggangu sekitar, namun menurut mereka itu adalah salah satu bentuk para leluhur untuk menjaga keseimbangan alam kita, kalau kita kaitkan dengan sekarang ini sebenarnya dapat kita dasari dengan rantai makanan yang ada, sehingga ekosistem tersebut tetap terjaga, lagipula seperti dengan apa yang mama fun katakan misalkan tikus mengambil makanan kita, dia akan mengambil secukupnya sesuai dengan badan nya dikarenakan mereka bukan seperti manusia yang serakah.
Mama fun juga menyampaikan suatu hal yang menarik mengenai pangan dan tradisi leluhur di suku mollo, bagaimana masyarakat suku mollo sangat menghargai pangan dalam bentuk apapun, tradisi leluhur itulah yang menjaga manusia dari keserakahan dengan bentuk menghargai pangan, tak hanya itu mama fun juga membahas tentang keberagaman pangan lokal yang pelan pelan menghilang karna ketergantungan dengan beras maupun dikarenakan stigma yang buruk mengenai pangan lokal contohnya jagung dan singkong yang sering dianggap makanan miskin, padahal menurut saya
ketika manusia mampu menyelaraskan hidupnya dengn alam sehingga mampu memanfaatkan hasil bumi dengan baik itu lah yang disebut dengan kaya yang sebenarnya
tradisi pangan lokal yang beragam ini juga ada kaitan nya dengan bagaimana kekuatan sistem pangan kita nantinya, apabila kita kebergantungan dengan 1 bahan pokok contohnya beras, sistem pangan kita akan cenderung lemah, kenapa? apabila beras itu sulit pengadaan nya, kita merasa tidak memiliki makanan yang layak, padahal kelayakan pangan itu bukan tentang beras saja, masih banyak pangan lokal lain yang setara dengan beras namun dikalahkan oleh stigma modern pada saat ini.
Terlihat bahwa sebenarnya apa yang sudah diajarkan oleh leluhur kita ini, masih sangat relevan dengan kehidupan modern sekalipun, ini semua erat hubungan nya dengan yang sering kita katakan mengenai sustainability, climate change, zero waste, permaculture,dan food waste.
Hiduplah dengan keselarasan alam dengan menghargainya, maka alam akan memberikan yang terbaik untuk hidup kita.
메타데이터
- post_id
- ab897fbfcb86
- slug
- keseimbangan-alam-dan-tradisi-leluhur-oleh-suku-mollo-ntt-ab897fbfcb86
- url
- https://medium.com/@adindaazza02/keseimbangan-alam-dan-tradisi-leluhur-oleh-suku-mollo-ntt-ab897fbfcb86
- canonical_url
- https://medium.com/@adindaazza02/keseimbangan-alam-dan-tradisi-leluhur-oleh-suku-mollo-ntt-ab897fbfcb86
- author_url
- https://medium.com/@adindaazza02
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 07:00:49