Ketika Paspor Expired, Tapi Kamu ada di Surabaya
Pengalaman Mengurus Perpanjangan Paspor Expired di Kantor Imigrasi Tanjung Perak
Ketika Paspor Expired, Tapi Kamu ada di Surabaya
Pengalaman Mengurus Perpanjangan Paspor Expired di Kantor Imigrasi Tanjung Perak
Photo by Kit (formerly ConvertKit) on Unsplash
Jika terkendala keanggotaan, lanjutkan baca dengan klik tautan ini.
Beberapa waktu lalu, aku bersama sebagian rekan residen Bedah Mulut Universitas Airlangga berkesempatan mengikuti konferensi bedah mulut di salah satu negara di Asia Timur. Dalam kegiatan tersebut, mayoritas dari kami mengikuti sesi presentasi poster, sementara sebagian lainnya mendapat kesempatan untuk presentasi secara oral.
Beberapa bulan sebelumnya, aku sempat dipusingkan oleh kondisi paspor lamaku yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Bukan karena rusak atau hilang, tapi masa berlakunya yang sudah habis sejak Agustus 2025. Paspor hijau “kebanggaan” yang sempat ramai dibahas itu pun akhirnya harus “pensiun”. Mau tidak mau, aku harus segera mengurus perpanjangannya.
Awalnya, aku sempat khawatir. Bukan pada teknis perpanjangannya, tapi soal domisili. Aku berasal dari Temanggung, Jawa Tengah, sementara sebagai residen yang menetap di Surabaya, rasanya hampir mustahil untuk pulang tanpa alasan yang benar-benar mendesak. Jadi aku sempat bertanya-tanya, apakah aku bisa mengurus paspor di sini?
Di kepalaku sempat terbayang proses wawancara yang alot atau pertanyaan berlapis hanya karena “beda daerah.”
Tapi kemudian, setelah mengamati beberapa teman yang lebih dulu ikut konferensi serupa di Thailand, yang ternyata bisa mengurus paspor meski berasal dari kabupaten lain (masih satu provinsi), optimismeku kembali bangkit.
Aku mulai browsing dan mencari-cari informasi di internet. Dan akhirnya, aku menemukan jawabannya: ternyata aku bisa mengurusnya di sini… ya di Surabaya… tanpa harus pulang ke kampung halaman.
Setelah mendapatkan pertimbangan dan mendengar masukan dari sana-sini, aku pun mantab memutuskan Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya sebagai lokasi untuk mengurus perpanjangan paspor.
Aku menyiapkan dan menginventarisir seluruh berkas fisik yang sebelumnya dikirim keluargaku dari Temanggung. Dokumen yang kubawa meliputi asli dan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah sarjana dan profesi, paspor lama, materai Rp10.000, serta cetak bukti pendaftaran dari aplikasi M-Paspor. Semuanya kubawa lengkap, meski belum tahu mana yang benar-benar akan diminta.
Dan… kalau nanti sampai ada pertanyaan terkait domisili, setidaknya aku sudah bersiap. Aku telah membawa kartu tanda mahasiswa (KTM) sebagai residen Bedah Mulut Universitas Airlangga, untuk berjaga-jaga jika perlu menjelaskan tentang alasan keberadaanku di Surabaya.
Pada saat tiba hari H, aku langsung menyampaikan izin kepada residen jaga atas untuk mengurus perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Tanjung Perak. Kuintip sekali lagi semua dokumen persyaratan dari dalam ransel dan lekas kunyalakan Google Maps untuk segera meluncur.
Dari RSGM Unair, tempatku biasa beraktivitas, lokasi kantor itu terasa cukup jauh. Mungkin karena aku belum pernah menempuh rute ke arah sana, atau memang belum hafal rutenya. Sepanjang perjalanan, waktu terasa berjalan lebih lambat. Setiap belokan seolah mengarah pada ruas jalan yang tak berujung.
Setibanya di lokasi, aku segera memarkirkan sepeda motor dan mengeluarkan lembar formulir pendaftaran. Di sana tertera jadwal pelayananku pukul 09.00–10.00. Namun, sejak sekitar pukul 08.30, aku dan beberapa pemohon lain sudah dipersilakan masuk, dan antrean pun mulai diproses.
Setelah menyerahkan formulir, aku hanya menunggu sebentar saja sebelum dipanggil untuk proses wawancara. Waktu tunggunya cukup singkat. Tak sampai 15 menit.
Saat sesi wawancara, aku sempat merasa gugup. Bukan karena khawatir ditanya soal tujuan atau rencana perjalanan ke luar negeri, melainkan karena enggan menjelaskan alasan mengurus paspor di Surabaya sementara domisiliku di Temanggung.
Namun, wawancaranya berlangsung sangat cepat. Petugas hanya mengonfirmasi status pekerjaanku sebagai PNS, tanpa pertanyaan yang rumit atau menjebak — dan yang tak kalah melegakan, tanpa permintaan dokumen tambahan. Seluruh prosesnya singkat dan berjalan lancar. Hamdalah.
Setelah wawancara, proses dilanjutkan dengan pengambilan foto dan data biometrik finger print. Pengambilan sidik jari dilakukan secara berurutan, dimulai dari telunjuk tangan kanan, lalu jari tengah, jari manis, dan kelingking. Setelah itu dilanjutkan ke tangan kiri dengan urutan yang sama, dan diakhiri dengan kedua ibu jari.
Perekaman sidik jari menjadi penanda bahwa proses perpanjangan paspor telah mencapai tahap akhir. Petugas kemudian menyampaikan bahwa paspor dapat diambil di kantor imigrasi untuk satu minggu ke depan. Aku cukup excited, karena seluruh rangkaian proses sudah selesai bahkan sebelum pukul 09.00.
Dari sisi prasarana, secara umum kantornya terasa nyaman. Ruang tunggunya cukup cozy, kursinya memadai, musalanya juga nyaman, petugasnya ramah, bahkan tersedia coffee maker.
Namun, ada satu hal yang cukup mengganggu. Saat menggunakan toilet, keran airnya tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat kondisinya kurang nyaman. Selain itu, tidak terlihat adanya rambu atau tanda perbaikan, sehingga kurang jelas apakah fasilitas tersebut memang sedang diperbaiki atau sudah lama dibiarkan seperti itu.
Tulisan ini sederhana — sekadar berbagi pengalaman, terutama bagi siapa pun yang masih ragu mengurus perpanjangan paspor di luar daerah asal. Sekalian juga jadi semacam memoir, supaya aku tidak terlalu lama absen menulis, hehe. Dalam pengalamanku, prosesnya cepat, jelas, dan relatif tanpa kendala.
Lebih dari itu, tulisan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas pelayanan publik yang semakin baik. Beberapa waktu lalu, aku sempat mengurus perpanjangan pajak motor lima tahunan sekaligus STNK, dan seluruh prosesnya selesai hanya dalam sekitar 30 menit — tanpa pungutan liar. Sungguh patut diapresiasi.
Satu hal kecil yang sempat membingungkan adalah soal lokasi. Meski tertulis berada di Tanjung Perak, kantor tersebut sebenarnya terletak di Kecamatan Tandes, bukan di wilayah Tanjung Perak. Jadi, bagi kalian yang akan mengurus paspor di Kantor Imigrasi Tanjung Perak, jangan bingung seperti aku ya…
Terima kasih telah membaca.
Baca juga:
[embed]Tiga Pengalaman Unik dari Bandung Rehat sejenak dengan short escape berkedok seminarmedium.com
메타데이터
- post_id
- abb9904ea652
- slug
- ketika-paspor-expired-tapi-kamu-ada-di-surabaya-abb9904ea652
- url
- https://medium.com/@sukrontajudin/ketika-paspor-expired-tapi-kamu-ada-di-surabaya-abb9904ea652
- canonical_url
- https://medium.com/@sukrontajudin/ketika-paspor-expired-tapi-kamu-ada-di-surabaya-abb9904ea652
- author_url
- https://medium.com/@sukrontajudin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13