Rendah Diri dalam Mencinta
Aku harap aku bisa belajar mencintai seperti itu
DIARI
Rendah Diri dalam Mencinta
Aku harap aku bisa belajar mencintai seperti itu

Ilustrasi oleh NeatCoolFun
Aku berasal dari racun, aku memiliki racun di dalam diriku, dan aku menghancurkan semua yang kusentuh. Itulah warisanku. Aku tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan dari kehidupan yang kujalani, dan tidak ada seorang pun dalam hidupku yang menjadi lebih baik karena pernah mengenalku.
Bojack Horseman, “That Went Well”
Barangkali itu benar: bertambah tua tidak begitu menyakitkan selama memiliki sikap mau belajar. Begitulah aku melihatnya, paling tidak. Setelah semua hal yang terjadi antara dia dan aku. Aku menyadari ada yang salah dengan diriku. Sesuatu yang meracuni segala sesuatu di sekitarku. Dia adalah salah satunya.
Kamu tahu, ada banyak penyebab perpisahan. Tapi bisa kukatakan ada dua yang terburuk. Pertama, tanpa kata-kata penutup — pergi begitu saja tanpa pamit dan menutup pintu. Dan yang kedua, perpisahan yang terjadi karena kita satu-satunya yang pantas disalahkan. Jika yang pertama membuatmu bingung, yang kedua membuatmu merasa buruk. Itulah mengapa aku merasa sangat buruk.
Mirip Bojack dalam serial Bojack Horseman. Dalam beberapa hal, kami seperti dua mahluk yang sama.
Bagi siapa pun yang belum menontonnya, biar kuceritakan sedikit tentang orang ini. Bojack seorang aktor yang dulu sangat sukses. Dia adalah bintang yang sesungguhnya dalam sitkom berjudul Horsin’ Around. Berkat itu, dia memiliki royalti yang layak untuk sepanjang hidupnya; menikmati hari-hari di rumahnya yang mewah di Hollywood. Hidupnya sempurna, dengan kata lain. Tidak perlu melakukan apa pun. Tidak perlu khawatir tentang apa pun. Normalnya, begitulah anggapan yang paling wajar.
Tapi kenyataannya tidak demikian. Tak berbeda dengan ilusi oasis di padang pasir. Kesempurnaan itu cuma tampak di permukaan. Di baliknya, hidupnya kacau dan berantakan, sebagian besar karena ulahnya sendiri. Dia menyakiti orang-orang di sekitarnya. Sebab dia tidak tahu bagaimana cara mencintai. Dia rendah diri dalam mencinta.
Bojack sangat mendambakan cinta dan bukti, tetapi juga merusak hubungan-hubungannnya karena takut ditinggalkan dan rasa rendah diri yang mendalam. Dia sangat merindukan kedekatan emosional sekaligus terancam olehnya. Setiap kali hubungan terasa terlalu intens, maka dia menjauh. Kedekatan memicu sebuah ketakutan bahwa mereka akan melihat diriku yang sebenarnya dan pergi, atau aku akan kehilangan diriku dalam hubungan ini. Namun jarak itu justru memicu ketakutan lain: Bagaimana jika aku menjauhkan mereka untuk selamanya?
Itu semua dipicu oleh kerinduan akan koneksi sekaligus ketakutan akan harga yang harus dibayar. Pola ini sering kali menciptakan rasa malu kronis bagi dirinya.
Akibatnya, Bojack tumbuh dengan kebiasaan menahan perasaannya dan menjaga jarak. Ini adalah cara ia melindungi diri. Dia bergulat dengan harga diri yang rendah, merasa cacat secara mendasar karena tidak mampu “menjadi normal” dalam suatu hubungan. Rasa bersalah ini membuatnya semakin sulit mempercayai dirinya sendiri.
Fearful-avoidant attachment, begitulah istilahnya. Bojack punya itu. Sialnya, itu juga ada di dalam diriku.
Aku cemas sekaligus takut. Bagaimana jika, pada akhirnya, aku berakhir seperti ini selamanya. Menjadi seperti yang dikatakan Bojack, “ (…) bertambah tua, semakin keras, dan semakin kesepian. (…) melakukan segala cara untuk mengisi kekosongan itu — dengan teman-teman, karier, dan seks tanpa arti — tetapi kekosongan itu tidak akan terisi. (…) melihat sekeliling dan menyadari bahwa semua orang mencintaimu! Tapi tak seorang pun benar-benar menyukaimu, dan itu adalah perasaan tersepi di dunia.”
Untuk penutup, aku mau berbagi satu hal yang mengesankan.
Aku lagi di pusat perbelanjaan di Pakuwon. Di sana, teman-temanku dan aku iseng melihat-lihat piringan hitam. Banyak sekali album yang bagus. Setelah puas mencuci mata, kami bergegas menuju tujuan berikutnya. Tepat di pintu keluar, aku melihat dua orang. Dari penampilan mereka, kurasa usianya sekitar tujuh puluh atau lebih. Tangan mereka saling berpegangan. Ajaib. Itu yang aku rasakan saat melihat pasangan yang sudah tua tapi masih saling menggenggam tangan.
Aku harap aku bisa belajar mencintai seperti itu.
메타데이터
- post_id
- ac4b20f5a769
- slug
- rendah-diri-dalam-mencinta-ac4b20f5a769
- url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/rendah-diri-dalam-mencinta-ac4b20f5a769
- canonical_url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/rendah-diri-dalam-mencinta-ac4b20f5a769
- author_url
- https://medium.com/@justjeki
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 06:34:20