Aku Kembali ke Tempat Ini
Pesan dari guruku masuk tiba-tiba pagi itu. Minta tolong kepadaku, dalam hati aku berpikir minta tolong ? Pertolongan apa yang bisa aku…
Aku Kembali ke Tempat Ini

Pesan dari guruku masuk tiba-tiba pagi itu. Minta tolong kepadaku, dalam hati aku berpikir minta tolong ? Pertolongan apa yang bisa aku berikan?
Setelah 5 tahun akhirnya aku kembali ke tempat ini lagi, SMA ku tercinta. Dimana aku dulu benar-benar memimpikan ingin sekolah di sma ini sejak aku masih SMP. Aku ingat dulu ketika aku masih SMP aku dan temanku sering bersholawat saat melihat orang yang sedang memakai almamater atau baju kotak-kotak merah dari sekolah ini. Ternyata 5 tahun lalu aku sudah lulus dari SMA ini.
Walau sempat dilanda pandemi selama semester dua kelas sebelas, dan masuk sesuai absen ketika kelas dua belas tapi kesan yang diberikan dan kenangannya masih saja membekas hingga detik ini. Pesan dari guruku iru adalah sebuah permintaan untuk membantu adik kelasku yang kini masih kelas sepuluh untuk persiapan mengikuti lomba resensi buku. Membaca pesan itu hatiku buncah, bagaimana tidak senang jika hobi yang selama ini aku geluti — yaitu membaca buku, akhirnya setidaknya bisa bermanfaat untuk orang lain.
Selain membaca buku, aku suka membuat ulasan singkat di media sosial. Aku menuliskan dengan format yang seperti pada umumnya ulasan buku. Tidak begitu formal tapi juga tidak begitu pribadi. Ternyata memang adik kelasku ini dia sudah punya modal membaca buku, tentu tidak akan kesulitan untuk memahami struktur paragraf dalam sebuah ulasan buku. Teradapat dua format pengiriman untuk lomba mengulas buku ini, berupa feeds dan juga reels. Siswa dibebaskan untuk memilih yang mana. Selesai diskusi kami memutuskan untuk berlatih membuat ulasan terlebih dahulu baru mendiskusikan sesuai dengan permintaan lomba.
Dari pengalaman yang sangat singkat ini aku belajar satu hal. Bahwasanya hal yang biasanya aku anggap biasa saja, aku lakukan sehari-hari dengan senang hati ternyata bisa juga menjadi manfaat untuk orang lain. Apalagi ketika ilmu itu dibagikan. Lebih terasa manfaatnya, meski tidak banyak. Tapi cukup membuat aku merasa senang, setidaknya aku berguna lah untuk alamamter tercintaku ini.
Disamping itu, aku jadi teringat akan lirik lagu milik Hindia di lagunya yang berjudul Untuk Apa,
Satu dari ribuan hal kecil, yang sekarang menjadi terampil
Lirik iru yang membuat aku untuk selalu ingat, bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan saat ini, seperti membuat ulasan buku itu jika dilakukan terus menerus akan menjadi sebuah keterampilan. Memang tidak ada peraturan baku dalam membuat ulasan buku, tetapi keterampilan ini aku sangat merasa sekali perubahannya daripada saat ulasan buku pertamaku dengan ulasan buku yang sudah ke sekian kalinya. Ketika kita sudah melakukan itu sedikit demi sedikit, hal tersebut akan terasa lebih ringan, tidak berat seperti ketika kita pertama kali melakukannya.
Pukul satu hingga setengah dua aku di sekolah, sisa setengah jam aku gunakan untuk berkeliling sekolah mulai dari ujung hingga parkiran hingga ke lapangan utama. Perasaan haru itu terbit dari dalam hatiku, saat melihat satu persatu kelas. Terbayang dulu di kelas ini aku sering menghampiri temanku sepulang sekolah, dulu di kelas yang ini aku suka diskusi tugas dari guru dengan temanku yang ini, atau di kelas ini dulu aku pernah berlari dan berakhir terpeleset debu saat temanku sedang piket. Kemudian ruang-ruang ekstarkulikuler yang dulu selalu hidup karena organisator ini suka sekali pulang lebih akhir, atau kantin yang dulu adalah surga ketika bel istirahat sudah berbunyi.

Lorong ini adalah lorong yang satu ketika aku kelas sepuluh dan kelas dua belas. Saat masih awal menjadi siswa dan saat-saat terakhir menjadi siswa disana. Catnya sudah tak lagi sama seperti dulu, orang-orangnya pun sudah bukan lagi orang yang sama seperti dulu, tapi mengabadikannya dalam sebuah tulisan setidaknya bisa memperpanjang ingatan akan masa-masa itu. Saat aku masih bisa melambaikan tanganku di depan kelas orang yang aku suka atau sekedar membujuk orang percetakan supaya tidak segera menyelesaikan cetakan buku bimbingan belajar supaya kita segera pulang sore-sore karena tambahan pelajaran.
Pesan singkat dari guruku itu, selain membawa semangat baru kepadaku juga membangkitkan memori lama yang sudah tidak dibuka. Kini mulai terlihat lagi, mulai nampak lagi dan ingatan-ingatan lama itu perlahan bermunculan. Terasa indah dan ringan.
메타데이터
- post_id
- acbe7b2cde5e
- slug
- aku-kembali-ke-tempat-ini-acbe7b2cde5e
- url
- https://medium.com/@itselmeybook/aku-kembali-ke-tempat-ini-acbe7b2cde5e
- canonical_url
- https://medium.com/@itselmeybook/aku-kembali-ke-tempat-ini-acbe7b2cde5e
- author_url
- https://medium.com/@itselmeybook
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-03 07:23:47