← Back to list

Blue Carbon, Penyelamat yang Kasat Mata

Pandangan tentang adanya perubahan iklim sudah mulai disadari sejak tahun 1896, para ilmuwan beranggapan bahwa aktivitas penggunaan bahan…

Yanty Yosephin Sitompul in LindungiHutan · 2020-07-16 04:01 · 0 claps · 3.3 min read
#blue-carbon #karbon #karbon-biru #issues #mitigasi-perubahan-iklim
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🌱 · Environment & Climate

Blue Carbon, Penyelamat yang Kasat Mata

Bagaimana blue carbon dapat berfungsi sebagai mitigasi dunia yang tak kasat mata?

Investing in Blue Carbon for a Resilient Future (Sumber : https://www.nature.org/en-us/what-we-do/our-insights/perspectives/investing-in-blue-carbon-for-a-resilient-future/)

Investing in Blue Carbon for a Resilient Future (Sumber : https://www.nature.org/en-us/what-we-do/our-insights/perspectives/investing-in-blue-carbon-for-a-resilient-future/)

Pandangan tentang adanya perubahan iklim sudah mulai disadari sejak tahun 1896, para ilmuwan beranggapan bahwa aktivitas penggunaan bahan bakar fosil akan meningkatkan suhu bumi. Sejak itu mulai bermunculan penelitian untuk membuktikan kebenaran anggapan tersebut. Anggapan ini juga dibuktikan kebenarannya, dalam laporan tahun 2001 Intergovernmental Panel on Climate Change menyatakan bahwa suhu udara di bumi telah mengalami peningkatan 0,6 derajat celcius sejak 1861.

Jika tidak ada tindakan yang signifikan terhadap aktivitas manusia, menurut PBB suhu global akan naik hingga 3 derajat celcius. Mungkin sebagai orang awam jika hanya sekedar mendengar kenaikan 3 derajat celcius tidak terlalu terasa dampaknya, namun grafik berikut akan memudahkan kita memahami apa dampaknya jika terjadi kenaikan bahkan hanya 1,5–2 derajat celcius.

Dampak Perubahan Iklim (Sumber : Nationalgeographic.grid.id)

Dampak Perubahan Iklim (Sumber : Nationalgeographic.grid.id)

Berdasarkan infografik tersebut kenaikan 1,5–2 derajat celcius sangat berdampak dengan kondisi di bumi.Hal tersebut bisa saja lebih cepat terjadi atau dihambat untuk terjadi, semua tergantung dengan tindakan yang diambil oleh manusia.

Sejak mulai diamati, sudah diketahui penyebab terjadinya perubahan iklim, yakni aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang memicu perubahan terhadap komposisi global atmosfer pada waktu tertentu menyebabkan perubahan iklim. Pada kondisi normal karbon diperlukan dalam menjaga suhu bumi untuk tetap stabil, namun karena peningkatan karbon di atmosfer membuat lapisan atmosfer menebal hal ini yang menyebabkan jumlah panas bumi yang ditangkap semakin banyak sehingga menyebabkan kenaikan suhu.

Aktivitas manusia yang memicu kenaikan karbon di atmosfer seperti pembakaran bahan bakar fosil yang melepaskan karbon dioksida yang disebut dengan karbon coklat dan partikel abu sebagai karbon hitam, dan aktivitas pembakaran hutan, transportasi, pembukaan lahan, aktivitas pertanian dan peternakan. Mungkin aktifitas yang sangat dekat dengan kita adalah penggunaan transportasi, namun coba kita lihat aktifitas rutin kita seperti menggunakan listrik, sepiring makanan kita, semua adalah hasil aktivitas pemicu kenaikan karbon.

Jejak karbon dalam makanan kita (Sumber : Sustainantion.id)

Jejak karbon dalam makanan kita (Sumber : Sustainantion.id)

Pelestarian hutan ataupun gerakan penghijauan lahan telah diusung untuk mencegah dampak perubahan iklim yang harus diatasi, kebanyakan gerakan berfokus pada kegiatan di daratan. Kemampuan tumbuhan dalam proses fotosintesis menangkap dan menyerap karbon di udara merupakan proses yang mampu menurunkan emisi karbon di bumi, sehingga gerakan penghijauan digalakkan.

Hutan telah mengambil peran terbaiknya meski di sisi lain aktifitas manusia juga yang malah menggagalkan perannya dengan penebangan hutan, pembakaran yang disengaja, ataupun eksploitasi. Selain hutan aktifitas penyerapan karbon ternyata juga dilakukan oleh ekosistem pantai dan laut yakni mangrove, rawa payau dan padang lamun.

Karbon hijau (Green carbon) merupakan proses alami yang dilakukan oleh tumbuhan daratan untuk mengikat dan menyerap karbon, sedangkan karbon biru (Blue carbon) merupakan proses alami yang dilakukan oleh ekosistem pantai dan laut. Indonesia memiliki kekayaan ekosistem lautan dengan 3,15 juta hektar ekosistem mangrove dunia, 3,30 juta hektar padang lamun. Sehingga dengan kekayaan tersebut Indonesia memiliki penyedia Blue carbon yang berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim.

Dalam Policy Brief Vol 11 tahun 2012 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama ini Indonesia hanya menghitung biomasa untuk menghitung penyerapan karbon pada tegakan pohon sedangkan tidak masuk dalam perhitungan,hal ini dikarenakan belum tersedia dokumen nasional yang mendukung kebijakan strategi Blue carbon dalam mitigasi perubahan iklim. Padahal Blue Carbon yang diserap oleh ekosistem pantai dan laut tersebut mampu menyerap hingga 55% karbon hijau sedunia. Sehingga potensi Blue carbon yang dioptimalkan dapat mendukung gerakan mitigasi perubahan iklim, namun sayang peluang besar ketersediaan Blue carbon di Indonesia malah mengalami degradasi dengan laju kerusakan 5–10 kali lipat dibanding kerusakan hujan tropis.

Untuk memanfaatkan manfaat dari Blue carbon harus didukung dengan kebijakan dan tindakan yang berfokus pada kelestarian ekosistem laut dan pantai, sehingga laju penyerapan karbon sebanding dengan luas dari ekosistem penghasil Blue carbon tersebut. Daratan maupun lautan mengambil peran dalam mencegah sampah perubahan iklim, selanjutnya adalah bagian manusia berperan juga dalam mendukungnya. Apakah tiap aktivitas yang dilakukan telah berperan atau malah merusak bumi? Jadi apakah peran kita?

Penulis : ***Yanty Yosephin***

**LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Yuk pelihara lingkunganmu dengan ikut menyuarakan kampanye alam yang ada di sekitar lingkunganmu dengan klik tautan berikut [https://lindungihutan.com/kampanyealam](https://lindungihutan.com/kampanyealam)**!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Referensi Artikel

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

https://nationalgeographic.grid.id/read/132032481/perubahan-iklim-sebuah-pengetahuan-dasar-dari-sederet-masalah-besar?page=all

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/perubahan-iklim

https://www.mongabay.co.id/2014/06/26/que-vadis-blue-carbon-di-indonesia/


메타데이터
post_id
ad692bacb82f
slug
blue-carbon-penyelamat-yang-kasat-mata-ad692bacb82f
url
https://medium.com/lindungihutan/blue-carbon-penyelamat-yang-kasat-mata-ad692bacb82f
canonical_url
https://medium.com/lindungihutan/blue-carbon-penyelamat-yang-kasat-mata-ad692bacb82f
author_url
https://medium.com/@yantyyosephinsitompul
status
ok
fetched_at
2026-08-24 07:32:38