Tergantung cara kita melihatnya
Pernah pada suatu hari seorang yang dekat dengan keseharianku mengatakan bahwa aku adalah orang yang bijaksana kepada orang lain. Mendengar…
Tergantung cara kita melihatnya
Pernah pada suatu hari seorang yang dekat dengan keseharianku mengatakan bahwa aku adalah orang yang bijaksana kepada orang lain. Mendengar hal itu orang tersebut mengonfirmasi kembali kepadaku apakah benar yang dikatakan oleh seseorang itu dan bagaimana tanggapanku. At the moment, aku hanya diam aku tidak mengakui itu benar dan aku pikir tidak ada yang perlu ditanggapi mengenai hal tersebut. Hingga setelah berhari-hari merenungkannya aku mungkin menemukan satu jawaban.
Aku bersyukur terdapat seseorang yang menganggap aku bijaksana. Meskipun hanya satu, tapi ternyata ada seseorang yang menganggap serius dan mempertimbangkan apa yang aku katakan. Entah itu bermanfaat atau tidak. Apakah itu berpengaruh atas keputusannya atau tidak. Aku bersyukur. Ternyata ada seseorang yang memandangku baik.
Lalu, bagaimana jika ada seseorang yang menganggapku jahat? Yup, tidak ada salahnya dengan itu.
Beberapa orang akan menganggapku seorang yang bijak, namun adapula yang berpikir aku adalah seseorang yang clumsy. Pendiam dan cerewet. Tepat waktu dan ngaret. Atau bahkan baik dan jahat.
Aku anggap semua itu adalah part of Human Being
Kita tidak bisa mengatur dan membujuk pikiran orang lain untuk selalu bersangka baik terhadap kita.
Banyak bagian dan momen dari hidup kita yang tidak kita perlihatkan kepada orang lain.
Kita menunjukkan sisi apa yang kita mau untuk diperlihatkan kepada orang lain.
Interaksi kita kepada sesorang pun tidak ada apa-apanya dibandingkan waktu hidup kita.
Dan orang lain, hanya melihat pada momen itu.
Seperti halnya recruiter yang mungkin hanya melihat pelamar saat wawancara.
Atau versi lebih lamanya perilaku yang kita tunjukkan kepada orang tua, teman SMP, teman SMA, dan teman kuliah semuanya berbeda.
Tergantung sebagai siapa kita ingin dianggap oleh orang lain.
Aku pikir ini bentuk perkembangan berpikirku.
Sempat aku berpikir semua orang didunia ini tergolong menjadi protagonis dan antagonis saja.
Ternyata ini juga masalah perspektif.
And last, kita tidak bisa menilai dunia ini hanya dengan perspektif kita -Tere Liye
메타데이터
- post_id
- ad98c5daa35b
- slug
- tergantung-cara-kita-melihatnya-ad98c5daa35b
- url
- https://medium.com/@fatiahrahmi5/tergantung-cara-kita-melihatnya-ad98c5daa35b
- canonical_url
- https://medium.com/@fatiahrahmi5/tergantung-cara-kita-melihatnya-ad98c5daa35b
- author_url
- https://medium.com/@fatiahrahmi5
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 16:08:17