Kenapa Raditya Dika Sama Kerennya Kayak Ignasius Jonan [Opini Pribadi]
Sebelum masuk ke isi cerita, gue mau kasih beberapa disclaimer:
Kenapa Raditya Dika Sama Kerennya Kayak Ignasius Jonan [Opini Pribadi]
Sebelum masuk ke isi cerita, gue mau kasih beberapa disclaimer:
Story ini adalah cerita pertama gue di Medium
Isi story gue diambil berdasarkan pendapat pribadi (isi kepala gue, murni ga pake AI, waktu bengong di transportasi umum. BTW gue domisili Bekasi dan lagi kerja di Jakarta Selatan). Jadi jangan berharap isi Medium gue serius dan berstruktur rapih wkwkwk
Gue menerima segala kritik untuk tulisan gue, bisa dikirim ke email anandajihan84@gmail.com. Happy Reading!
Kalian tau Ignasius Jonan? Pak Jonan sering banget diomongin sama generasi X dan Y karena keapikan beliau waktu ngurus kereta rel listrik (KRL). Gue sebagai orang awam yang ga ngerti banget jobdesc Pak Jonan ngapain aja, ngerasa kagum banget sama perubahan yang beliau buat. Di tahun 2010-an, kalau KRL kapasitas penumpangnya udah penuh mereka tetep bisa duduk di atas gerbong. Wah bahaya banget ya kalau tiba-tiba kesetrum sama aliran listrik.
Sekarang, KRL udah berubah jauh lebih baik. Tiket bisa dibeli secara cashless, ada pendingin udara di dalam kereta, dann gerbong kereta yang terbaru (CLI-125) lebih luas daripada biasanya! Walaupun ya, jujur aja… gue masih berdesakan dan dorong-dorongan sama ratusan penumpang lainnya waktu gue turun di Stasiun Sudirman. Tapi gapapa, namanya juga teknologi, tiap upgrade pasti selalu ada errornya dan butuh evaluasi.
Lalu.. apa hubungannya sama Raditya Dika? Anaknya bukan saudaranya juga bukan.
Orang yang akrab disapa Bang Radit (alaaah kayak dia kenal gue aja), menurut gue adalah orang yang keren banget, awalnya cuma gabut nulis blog yang berisikan kegiatan dia selama sekolah dan kuliah di Adelaide, bisa membuat blog itu menjadi sebuah film yang tayang di bioskop, Kambing Jantan. Isi blognya juga…kadang gaada faedahnya sama sekali sih tapi seru banget buat dibaca. Jujur, sampe sekarang gue sering banget baca buku Marmut Merah Jambu karena setelah kerja seharian gue butuh asupan yang tidak serius supaya gue nggak stress-stress banget.
Novel karangan Bang Radit yang ngasih first impression “Apaan sih, ceritanya gak jelas banget”. Nyatanya cerita gak jelas dia itu jadi hiburan disaat gue udah stress total karena kerjaan yang deadline-nya selalu numpuk itu.
Dua-duanya mampu merubah hal yang mulanya terlihat berantakan menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang banyak. Walaupun sampai saat ini masih belum sempurna. Dan menurut gue itu keren banget.
메타데이터
- post_id
- ade84c3aa798
- slug
- kenapa-raditya-dika-sama-kerennya-kayak-ignasius-jonan-opini-pribadi-ade84c3aa798
- url
- https://medium.com/@jihankurangserius/kenapa-raditya-dika-sama-kerennya-kayak-ignasius-jonan-opini-pribadi-ade84c3aa798
- canonical_url
- https://medium.com/@jihankurangserius/kenapa-raditya-dika-sama-kerennya-kayak-ignasius-jonan-opini-pribadi-ade84c3aa798
- author_url
- https://medium.com/@jihankurangserius
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 18:57:25