← Back to list

Book Highlights : Every Good Endeavor: Connecting Your Work to God’s Work by Timothy Keller

Kali ini aku hanya menulis 12 highlights kutipan yang berkesan dari Buku Every Good Endeavor: Connecting Your Work to God’s Work by Timothy…

Rut Yolanda Karfisa Br. Lumbanraja · 2026-05-19 13:56 · 0 claps · 2.8 min read
#timothy-keller #book-review #christian-books #book-highlights #jobs
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 📚 · Books & Reading 🕊️ · Religion

Book Highlights : Every Good Endeavor: Connecting Your Work to God’s Work by Timothy Keller

Kali ini aku hanya menulis 12 highlights kutipan yang berkesan dari Buku Every Good Endeavor: Connecting Your Work to God’s Work by Timothy Keller! Kenapa cuma 12? karena bukunya sudah dibaca beberapa tahun lalu haha, dan yang terdokumentasi dari buku ini hanya 12 hehehehe. Semoga spill-spill tipis ini membuat tertarik untuk baca bukunya yaa..

  1. Ketika kita bekerja kita ingin menghasilkan dampak, memperoleh pengakuan pribadi terkait pekerjaan kita, membuat perbedaan dalam bidang kita, atau membuat dunia menjadi lebih baik. Itu sia-sia:(((((. Cepat atau lambat, semua hasil pekerjaan itu, dibawah matahari ini akan terhapuskan, diganti sejarah, tidak akan terus diingat, diganti orang lain yang lebih baik. Jadi jangan mengejar dampak, kata pengkhotbah itu sia-sia.
  2. Orang yang jiwanya bersandar penuh dengan pekerjaan akan merasa kesedihan dan susah hati yang begitu besar, sehingga ia tidak bisa beristirahat. Padahal Allah membawa pada istirahat penuh.
  3. Dalam memilih pekerjaan, jika diberi kemewahan/kesempatan memilih pekerjaan maka:
  • Pilih pekerjaan yang bisa kamu lakukan dengan terbaik. Cocok dengan karunia dan kapasitas kita. Menyediakan ruang yang besar untuk pelayanan kompetensi (Salah satu melayani Tuhan dengan pekerjaan adalah lewat kompetensi)
  • Pilih pekerjaan yang melayani sesama. Apakah pekerjaan saya membuat orang lebih baik atau justru menarik bagian terburuknya?
  • Memberi manfaat pada bidang pekerjaan itu sendiri. Menemukan cara yang lebih terampil, lebih adil, lebih baik dan lain-lain
  • Menghasilkan pekerja/pembudidaya lain, menghasilkan orang, menghasilkan pengganti
  1. Paradoks melayani komunitas: pada saat anda hanya berpikir bekerja untuk melayani sesama, anda akan memiliki suatu pemikiran bahwa orang lain berhutang kepada anda. Kalau pikirannya benar-benar “cuma” karena melayani komunitas bisa berakibat merasa punya klaim terhadap komunitas, mencari pujian, memendam-mendam dan terasa berat kalau tidak dihargai, melakukan tawar menawar untuk upahnya. Tapi kalau melayani Allah lewat pekerjaan, atau fokus pada pekerjaannya maka anda tidak masalah kalau tidak dihargai, karena anda tidak mengharapkan apapun, dan kepuasannya karena memandang kesempurnaan dalam pekerjaan itu bukan dari reaksi komunitasnya. Makanya kita “simpati” kepada komunitas dan melayani/mengerjakan penuh pekerjaan kita, biar pekerjaan itu yang melayani komunitas.

  2. Pengkhotbah: kepuasan kerja di dunia yang sudah jatuh dalam dosa selalu adalah anugerah ajaib Allah.

  3. Ketenangan: melepaskan genggaman terhadap uang dan kekuasaan, dan mencari ketenangan dari Kristus.

  4. Kerja yang salah

  • Kecenderungan yang kuat dari hati manusia untuk menjadikan pekerjaan, dan manfaat yang menemaninya, sebagai dasar utama dari makna dan identitas seseorang => membuat pekerjaan tidak ada hasil dan sia-sia.
  • menjadikan pekerjaan sebagai pembeda dengan sesama, untuk pembuktian diri kalau saya istimewa.
  1. Kesombongan dan kebutuhan kita akan signifikansi pribadi SELALU menyebabkan persaingan, perselisihan, perpecahan. Suatu hidup yang penuh dengan pemuliaan diri sendiri menyebabkan persatuan dan kasih di antara sesama menjadi sesuatu yang mustahil.

  2. Betapa mustahilnya membangun upaya kolektif apapun, suatu komunitas, suatu gerakan yang benar-benar bisa jalan kecuali jika didasarkan pada sesuatu yang melampaui dirinya, yaitu Allah.

  3. C. S. Lewis: Kesombongan pada dasarnya kompetitif, kodratnya memang bersaing. Kesombongan tidak memperoleh kesenangan dari memiliki sesuatu, ia hanya ingin lebih banyak dari orang lain. orang bukan sombong karena pintar, tapi sombong karena lebih pintar dari orang lain. Selama masih ada komparasi di otakmu rut, dan keinginan lebih dari siapapun, kamu sombong.

  4. TAPI memang suliiiit untuk hidup murni benar-benar untuk kepentingan bersama sepanjang waktu. Bahkan orang-orang yang paling penuh kasih, bagus secara moral bisa terjebak motif-motif kepentingan diri sendiri, rasa takut, dan mencari kemuliaan. PENERIMAAN KITA AKAN KERUSAKAN KITA SENDIRI-DAN KERUSAKAN DUNIA (ORANG LAIN)-membuat kita TERUS KEMBALI KEPADA ALLAH untuk mengingat kita tidak bisa melakukannya sendirian.

  5. Jadi bahaya kalau kita melabel orang-orang tertentu dengan pekerjaan melayani sebagai “orang-orang baik” dan yang lainnya yang melayani diri sendiri sebagai orang-orang “jahat” karena DNA keterpusatan diri sendiri dan kesombongan kompetitif bisa ditemukan jauh di dalam diri kita masing-masing setiap kita.

Dibaca di tahun 2022:)))), tahun-tahun awal kerja wkwk

Dibaca di tahun 2022:)))), tahun-tahun awal kerja wkwk


메타데이터
post_id
ae0ffc1c5259
slug
book-highlights-2-every-good-endeavor-connecting-your-work-to-gods-work-by-timothy-keller-ae0ffc1c5259
url
https://medium.com/@rutyolanda/book-highlights-2-every-good-endeavor-connecting-your-work-to-gods-work-by-timothy-keller-ae0ffc1c5259
canonical_url
https://medium.com/@rutyolanda/book-highlights-2-every-good-endeavor-connecting-your-work-to-gods-work-by-timothy-keller-ae0ffc1c5259
author_url
https://medium.com/@rutyolanda
status
ok
fetched_at
2026-09-04 16:18:11