← Back to list

satu jalan menuju Roma

walau Pesawat Alitalia yang akan membawa kami ke Roma masih pukul 11:30 siang, kami sudah standby jam 8:20 dalam kereta menuju Brussels…

decy i.e. nugroho · 2020-06-19 08:37 · 0 claps · 4.2 min read
#brussels-airport #alitalia #rome #spagna
Open on Medium ↗

satu jalan menuju Roma

walau Pesawat Alitalia yang akan membawa kami ke Roma masih pukul 11:30 siang, kami sudah standby jam 8:20 dalam kereta menuju Brussels Airport Zeventeem. Perjalanan ke Bandara ditempuh kira-kira 30 menit, jadi kami memilih agak santai saja.

kami langsung saja menuju counter Alitalia untuk setor luggage kami, sementara kami sendiri sudah mobile check in, namun counter check in maskapai italia ini hanya satu, jadinya kami tetap antri reguler juga. untungnya semua koper kami bisa masuk, padahal kami sudah khawatir karena kami timbang sendiri, bagasi kami kelebihan beban.

tidak banyak opsi makanan di bandara ini, kami bungkus pastry starbucks saja sebelum masuk ke Security Screening berharap lebih nyaman sarapan sambil nunggu pesawat. namun kami menyesal, karena screening bandara Brussels ini ketat sekali, walaupun kami sudah masuk antrian prioritas, tetap saja harus antri lama, karena semua bag dibuka dan diperiksa, sehingga membutuhkan waktu cukup lama.

Bandara Brussels ini cukup megah dan modern, keren sih, tersedia WIFI bandara yang kencang juga.

Akhirnya kami terbang juga, kami menggunakan maskapai plat merah Italia ini untuk menuju kota Roma, kota berikutnya yang akan kami kunjungi. ini bukan pertama kali buat saya naik Alitalia, kesan naik pesawat ini, cukup value for money, seat nya sempit, kursi kulit seperti airasia. tidak ada flight entertaintment untuk penerbangan 2 jam kami, makanan yang disajikan pun minimalis sekali, hanya snack dengan orange juice atau air putih.

alitalia snack

alitalia snack

yang seru dari terbang dengan orang-orang italia adalah rata-rata para penumpang ngobrol, bahkan para crew dan fligt attendant juga ngobrol santai dengan penumpang, bahkan ada yang sampai berdiri untuk ngobrol dengan orang lain, memang kayaknya mereka suka sekali bercakap-cakap. 2 Jam perjalanan kami hingga sampai ke Rome Fiumicino Airport. oh iya, saat mendarat dengan aman dan smooth maka semua penumpang akan bertepuk tangan untuk para pilot dan crew.

Tiba di Bandara Rome Fiumicino Airport yang dikenal juga dengan Bandara Leonardo Da Vinci Roma, kesan bandara ini adalah lebih kuno dari Paris atau Brussels, bahkan kita bisa lebih bangga bahwa CGK jauh lebih keren. Kami mendarat di terminal 1, terminal untuk maskapai grup KLM, yaitu Alitalia , AirFrance, dan KLM khusus untuk for Domestik Flight dan juga Internasional European Schengen Area

Menuju kota Roma kami tempuh menggunakan kereta cepat Leonardo Express, kami pilih ini karena lebih efisien, cepat, karena cuma 30 menit dan juga karena kami akan menginap di dekat Stasiun besar Termini. tiket kereta bisa kita beli di ticket box yang ada di bandara, kita ikuti saja sign warna biru menuju Train, di sepanjang jalan tersebut kita akan menemukan ticket box. kami juga istirahat sebentar untuk mengisi perut di cafe open bistro, karena kami bisa memilih roti isi, pizza dll, plus menikmati kopi Expresso gaya italia yang enak.

Stasiun Leonardo Express terletak di seberang bandara, kita tinggal ikuti sign yang ada, posisi stasiun di dekat area parkir dan Hotel Hilton Airport. untuk yang bawa koper banyak seperti kami, bisa menggunakan trolly dan dibawa sampai di depan platform kereta.

tidak ada jam khusus, maupun seat number, tiket kita bisa berlaku untuk sehari dan bisa duduk dimana saja, sedangkan bagasi bisa ditaruh di tempat bagasi.

di Roma, kami menginap di sebuah Bed and Breakfast Hotel di samping stasiun Termini, stasiun besar yang terkenal dengan copetnya, he he. nama hotel kecil ini Dream Station, review di Booking.com sih nyaman, dan ratingnya tinggi, apalagi harganya cukup murah plus dapat makanan. Letak hotel benar-benar di jalan Via Giolitti di samping stasiun. tidak ada bentuk bangunan menyerupai hotel, jadi awalnya agak membingungkan, kita akan menemukan sebuah gerbang nomor 119 dengan tulisan dreamstation kecil, kita tekan bell, berbicara via interkom, maka pintu akan dibuka dari dalam. setelah itu akan masuk ke lorong dan kita pilih semacam apartemen tua di sebelah kanan lalu kita naik lift kecil berpintu seperti kulkas, hanya muat 2 orang dan satu koper, jadi kami bergantian.

walaupun kesannya tua, tapi hotel ini cukup nyaman, apalagi kamar kami ada di samping ruang makan, free flow snack, roti,selai, croissant, sereal, dan juga susu dan juice di kulkas. ada juga microwave dan kompor gas yang bisa kita gunakan untuk masak mie instant. laundry tersedia namun harus bayar 5 euro untuk satu keranjang cucian. kekurangannya cuman pemilik hotel tidak begitu bisa berbahasa inggris, namun orangnya super baik dan helpful.

my room view

my room view

Penelusuran kota Roma kami mulai sore ini dengan menyusuri jalanan dengan butik barang-barang branded yaitu Via Dei Condotti, namun sayangnya barang inceran istri lagi-lagi gak tersedia.

situasi ramai sekali hari tersebut, banyak orang berkumpul dan berjalan-jalan, dimana-mana juga terlihat polisi Italia yang berjaga-jaga.

Via De Condotti

Via De Condotti

LV at Condotti

LV at Condotti

Spagna

Spagna

untuk menuju tempat tersebut kami naik Metro dari Termini ke Spagna, sayangnya jam 9 toko-toko sudah mulai tutup, tidak lupa kami mengisi perut di McD, dan enaknya disini tersedia juga Cake, Donat dan tentunya Bir untuk menghangatkan badan.

mccafe menu

mccafe menu

beer

beer

hari mulai gelap, untungnya cuaca di kota roma lebih hangat dibanding kota-kota sebelumnya, dan kami bersiap kembali ke Hotel

nanti disambung lagi ya


메타데이터
post_id
ae13e754b8dd
slug
satu-jalan-menuju-roma-ae13e754b8dd
url
https://medium.com/@decynug/satu-jalan-menuju-roma-ae13e754b8dd
canonical_url
https://medium.com/@decynug/satu-jalan-menuju-roma-ae13e754b8dd
author_url
https://medium.com/@decynug
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01