← Back to list

Cluster Headache dan Ruang Jeda

Sehat yang terlupakan dan sakit yang diingat

Asep Saeful Azhar · 2026-06-18 16:16 · 0 claps · 1.9 min read
#cluster-headache #jeda #sepeda #culture #art
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media

Cluster Headcahe dan Ruang Jeda

keur sasapedahan ka Paneureusan dok. pribadi

keur sasapedahan ka Paneureusan dok. pribadi

‎ ‎Kali ini saya akan berkisah, sebentar kopinya belum tersaji. ‎ ‎Ya, maaf menunggu sebentar. ‎Bulan Mei menjadi penanda baru dan keberulangan. Pertama, gejala migren yang dulu sempat saya rasakan kira-kira di bulan Desember 2023 dan sembuh Januari 2024. Kini saya rasakan kembali di tahun 2026, gejala dan rasa sakitnya pun sama, bahkan aya leuwihna. ‎ ‎Tiga tahun yang lalu saya asumsikan penyakit tersebut adalah migren, sebab definisi sederhananya adalah sakit kepala sebelah. Tetapi kali ini saya baca ulang kembali gejala, karakter, sampai pada porsi sakitnya itu di internet, ternyata bukan migren, tetapi lebih tepatnya Cluster Headache, karena mungkin dulu saya minim literasi, haha. ‎ ‎Saya lanjutkan, Cluster Headache itu adalah gejala sakit kepala paling menyakitkan, rasa nyeri di belakang mata sebelah kanan seolah-olah seperti ditusuk-tusuk, hidung sebelah kanan tersumbat, durasinya cukup lama, berjam-jam, jika terkena cahaya rasa sakitnya bertambah dan bahkan menurut bacaan artikel kedokteran di internet secara global itu belum tahu sabab musababnya. Wallahu 'alam. ‎ ‎Setelah sebulan lamanya saya merasakan nyeri itu, sebelumnya saya pernah memakai jasa akupuntur 24 jarum bertengger di kepala. Suatu waktu ketika sakitnya sudah tidak tertahan lagi saya diantar ke salah satu dokter, katanya harus dicek kembali minus mata, saya disarankan ke dokter mata atau optik. Selang beberapa hari kemudian dipijat punggung dan kepala oleh beberepa rekan, dan akhirnya Alhamdulillah membaik. Memang masih ada rasa sakitnya itu, tetapi masih bisa tertangani. ‎ ‎Setiap hari saya menkonsumsi obat dari dokter sambil membawa kemana-mana frescare, jika suatu waktu rasa sakit menyerang, saya balur dengan frescare tersebut, terkadang kalau durasi rasa sakitnya itu lama saya guyur kepala dengan air dingin, biar sedikit meredakan, begitulah yang saya alami. ‎ ‎Kedua, Ruang Jeda. Pada ruang jeda ini saya belum bisa menceritakan semuanya. Karena memang dari Cluster Headache ke ruang jeda ini banyak sekali refleksi yang belum saya susun. tetapi akan saya kisahkan sepenggal saja. ‎ ‎Sebentar, saya ngopi dulu. ‎Ok, saya lanjutkan. Ruang jeda ini bagi saya adalah ruang di mana menjadi ruang reflektif, khusus bagi saya pribadi. Di mana sehat adalah suatu hal yang biasa, tetapi terkadang dilupakan. Sedangkan rasa sakit adalah yang diingat.

‎Pada momen ruang jeda ini saya kembali berjumpa dengan rupa mahluk ciptaan Allah SWT, di antaranya dengan jalan thoriqoh bersepeda. Ketika pedal saya kayuh dan stang kendali diterkam jemari kedua belah tangan, dan laju sepeda berpuluh kilo meter saya tempuh. ‎ ‎Dunia yang luas saya lihat. Di antara kesempitan "sakit" yang tak berujung, saya menjumpai rupa hal. Memang, pikiran saya yang sempit, tetapi tidak dengan ke Maha Kuasaan Allah. ‎ ‎Bersambung... ‎ ‎ ‎Asep Saeful Azhar ‎Teras Masjid Al-Hijrah Rancapait ‎18 Juni 2026 ‎ ‎ ‎ ‎ ‎


메타데이터
post_id
aef05e3fb433
slug
cluster-headache-dan-ruang-jeda-aef05e3fb433
url
https://medium.com/@asepsaefulazhar/cluster-headache-dan-ruang-jeda-aef05e3fb433
canonical_url
https://medium.com/@asepsaefulazhar/cluster-headache-dan-ruang-jeda-aef05e3fb433
author_url
https://medium.com/@asepsaefulazhar
status
ok
fetched_at
2026-06-24 04:09:36