← Back to list

Manusia dan Hidup

Mengapa aku merasa tidak sepenuhnya menjadi bagian darinya?

Muhammad Ziyad Zainudin in Meja Sajak · 2026-04-07 19:22 · 34 claps · 1.9 min read
#hidup #makna #filsafat #keterasingan #menjadi-manusia
Open on Medium ↗

Manusia dan Hidup

Mengapa aku merasa tidak sepenuhnya menjadi bagian darinya?

Ada satu perasaan yang sulit dijelaskan — sejenis jarak yang muncul antara diriku dan dunia. Bukan karena aku benar-benar terasing, tetapi karena aku mulai mempertanyakan sesuatu yang sebelumnya terasa begitu biasa: menjadi manusia.

Aku sering bertanya, bukan lagi “apa itu manusia?”, tetapi “mengapa aku merasa tidak sepenuhnya menjadi bagian darinya?”

Pertanyaan itu tidak datang dari ruang kosong. Ia muncul dari hal-hal sederhana — cara orang berbicara dengan penuh keyakinan tentang sesuatu yang belum tentu mereka pahami, cara manusia saling menyerang hanya karena perbedaan pandangan, dan cara kita semua, tanpa sadar, hidup dengan wajah yang berbeda-beda — seolah kejujuran adalah sesuatu yang terlalu mahal untuk dipertahankan.

Di tengah semua itu, aku justru merasa tertinggal.

Aku tidak tahu bagaimana caranya menjadi seperti mereka — mampu bersiasat, memainkan peran, dan tetap terlihat utuh. Ada semacam kegagalan yang tidak bisa ku jelaskan: kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan dunia yang tampaknya menuntut lebih dari sekadar menjadi diri sendiri.

Barangkali, inilah yang paling mengganggu: kenyataan bahwa menjadi “manusia” sering kali berarti menjadi sesuatu yang bukan dirimu sepenuhnya.

Di sisi lain, kita selalu diajarkan bahwa manusia adalah pusat dari segalanya. Bahwa peradaban adalah pencapaian tertinggi kita — hasil dari akal, kerja keras, dan waktu yang panjang. Tapi semakin aku melihat ke belakang, semakin sulit bagiku untuk merayakan itu tanpa ragu.

Peradaban yang kita banggakan hari ini berdiri di atas sesuatu yang tidak sederhana. Ia tumbuh dari perang, dari penderitaan, dari kematian yang entah sudah berapa banyak jumlahnya. Seolah-olah, untuk membangun sesuatu yang “beradab”, manusia harus terlebih dahulu melewati kebiadaban.

Di titik ini, aku mulai bertanya: “apakah ini harga yang memang harus dibayar, atau hanya sesuatu yang kita anggap wajar karena terlalu sering terjadi?”

Lebih jauh lagi, pertanyaan itu menjadi semakin personal ketika melihat kenyataan yang masih berlangsung hingga hari ini. Ketika seorang bayi bisa kehilangan hidupnya karena perang yang bahkan tidak ia pahami, aku tidak lagi melihat ini sebagai bagian dari “sejarah” atau “politik”. Ini adalah sesuatu yang terlalu nyata untuk dijelaskan dengan teori.

Namun yang lebih membingungkan adalah bagaimana kita — manusia meresponsnya.

Alih-alih sepakat bahwa itu adalah tragedi, kita justru memperdebatkannya. Membenarkan, menyangkal, atau bahkan mengabaikannya. Seolah-olah kematian bisa dinegosiasikan, dan kemanusiaan bisa diposisikan.

Di titik itu, aku kembali merasa asing.

Mungkin benar, seperti yang sering dikatakan, bahwa hidup hanya sekali. Bahwa karena itu, manusia berusaha mengejarnya dengan segala cara — mencari makna, kekuasaan, pengakuan, atau sekadar bertahan.

Tapi bagiku, pertanyaannya bukan lagi “bagaimana menjalani hidup?”, melainkan “apakah hidup itu sendiri memang seberharga itu, jika cara kita menjalaninya justru menghilangkan nilai dari kehidupan yang lain?”

Aku tidak menemukan jawaban yang pasti.

Yang ada hanyalah kesadaran yang terus berulang, bahwa menjadi manusia bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi hanya karena kita lahir sebagai manusia. Ada sesuatu yang lain — sesuatu yang tampaknya semakin sulit ditemukan — yang seharusnya melengkapi itu.

Dan mungkin, kegagalan yang kurasakan selama ini bukanlah kegagalan untuk menjadi manusia.

Melainkan kegagalan untuk menjadi seperti kebanyakan manusia.

Jika itu benar, maka untuk pertama kalinya, kegagalan itu tidak lagi terasa sepenuhnya salah.


메타데이터
post_id
af4668a95ea8
slug
manusia-dan-hidup-af4668a95ea8
url
https://medium.com/meja-sajak/manusia-dan-hidup-af4668a95ea8
canonical_url
https://medium.com/meja-sajak/manusia-dan-hidup-af4668a95ea8
author_url
https://medium.com/@muhammadziyad1661
status
ok
fetched_at
2026-06-25 12:15:08