← Back to list

Back at dusk again….

Happy ending.

Hanaverse · 2024-01-13 17:57 · 1 claps · 3.7 min read
#jikyu #kim-junkyu #park-jihoon-treasure #bxb #fanfiction
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✍️ · Writing & Creative

Back at dusk again….

Pinterest.

Pinterest.

Gelombang-gelombang keemasan bergerak perlahan ke arah pantai, menciptakan gambaran yang tak terlupakan. Suara ombak yang menenangkan mengiringi langkah yang ditinggalkan oleh orang-orang yang menikmati senja. Di kejauhan, kapal-kapal nelayan mungkin tampak sebagai siluet yang melawan cahayanya, menambahkan elemen kehidupan pada pemandangan yang tenang ini. Senja di area pantai adalah saat di mana alam dan laut berdansa dalam harmoni, menciptakan perasaan kedamaian yang sulit dilupakan.

Pandangan jihoon tertuju keatas cakrawala nya. Menyipit sedikit setelah itu kembali mendelik seolah merasakan euforia kejut. Ia benar-benar Deja Vu. Kepalanya lantas menoleh ke kiri. Di dekat air landai, ada sosok manis yang tengah berjongkok sambil bermain pasir. Dihadapan sosok itu pula, ada sosok lain lagi yang berjongkok. Perawakannya lebih mini dan sangat menggemaskan.

Ia jadi termenung, kemudian tersenyum lebar. Sudah teringat apa yang membuatnya Deja Vu.

“ayah-ayah! Kok nda itut main!!” Suara kecil nan lembut itu menyadarkannya. Jihoon tersenyum hangat kemudian beranjak.

“sini Hoon.” Lanjut sosok manis lain yang kini tampak lebih dewasa dan semakin manis perawakannya. Kim Junkyu.

Ketiganya membentuk lingkaran mini diantara bangunan pasir yang apik. Tangan jihoon terjulur untuk mengelusi rambut junkyu. Membuat sang empu tersipu dan usil mencolek tangan kotornya ke pipi jihoon. “Eishh!”

“hahaha! — kamu kenapa tadi kok senyum-senyum di Sono? — kek orgil”

Jihoon terkekeh. Kemudian mendudukkan pantatnya di pasir sambil bersila. Tangan besarnya lantas meraih ketiak sang jihoon kecil dan mendudukkannya di pangkuan. Namanya Park Yijun. Anak laki-laki yang mirip dengan junkyu itu tetap sibuk bermain pasir dan merasa tak tergugah sama sekali.

“aku ingat mimpiku empat tahun lalu. Tadi aku ngerasa Deja Vu”

Seolah tertarik akan apa yang suaminya ungkapkan, junkyu lantas merubah posisi menjadi disebelah lelaki itu. Kepalanya ia sandarkan di bahu kekarnya dengan mata jernih yang memandangi langit. “Apa?” Tanyanya sesekali menatap sang suami.

“kamu inget nggak?, saat-saat aku mulai nunjukin kalo aku tertarik sama kamu kapan?”

Junkyu berpikir sejenak seraya menyentuh dagu. “Emm, nggak inget pasti, tapi aku inget banget kamu nyuri ciuman pertamaku seminggu setelah aku sakit pas habis ke makam bapak sama ibuk?”

Jihoon tertawa lebar, ia seketika senang tatkala mengetahui bahwa kekasihnya masih ingat betul dengan ciuman pertama mereka. Itu adalah hal paling manis yang tak pernah dan tak boleh hilang dari memori.

“Nah, pas kamu sakit itu, kamu kan minta tidur sambil aku peluk. Itu kebetulan banget aku mimpi ke pantai kayak gini, terus kamu clingy ke aku dan ngajak aku ciuman. Suasananya persis banget. Senja kayak gini. Mana aku cengo banget gara-gara waktu itu masa-masa nya kita masih saling sensi satu sama lain, tapi dalem mimpi kamu clingy. Bangun-bangun aku langsung ngerasa canggung banget sama kamu tapi sekaligus sadar kalo aku suka sama kamu”.

Junkyu merasa amat tersipu. Ia lantas mengeratkan pelukannya pada lengan kekar jihoon seraya mendusal bagai kucing. Sebelah tangannya sendiri asyik mengelusi kepala sang buah hati yang tampak sesekali merengek lantaran pasirnya hampir terkena ombak.

“giliran aku yang mau bikin pengakuan Hoon.” Kata junkyu pelan. Ia mengecup pipi jihoon sehingga merah lah permukaan kulit wajah suami tampannya itu.

“apa tuh?” Jihoon mulai antusias. Keduanya saling lirik sambil tersenyum.

“aku suka sama kamu pas sehari kamu jadian sama mantan kamu itu.”

“hah? udah lama banget!? — s-sayang!?”

Junkyu cekikikan malu. Ia lantas menyuruh jihoon untuk diam sebentar lantaran lelaki itu benar-benar heboh tak menyangka. Bertubi-tubi pertanyaan ‘kok bisa?’, ‘Gimana?’, ‘kok aku gak sadar?’ ‘ayo cerita’ — terlontar ribut dari mulutnya.

“iya, jadi aku sadar kalo aku cemburu banget pas kamu tiba-tiba dateng excited nyeritain kalo kamu baru jadian sama dia. Rasanya mau marah, tapi aku bingung sama diri aku sendiri kenapa harus marah”

“ — makanya kamu pas aku ajak pulang bareng nggak mau kan!?” Potong jihoon kesenengan. Ia ingat betul kejadian membingungkan tersebut. Sampai mengira telah membuat kesalahan besar kepada junkyu, namun tak menemukan apa salahnya hari itu.

“iya! Hahhaha!, terus besoknya aku alihin perasaanku ke Lia. Aku sengaja sering main sama Lia waktu itu, hahahha!”

“gak nyangka anjir! — mpph!” Mulut jihoon segera di bekap oleh suami manisnya. Mata karamel tersebut agak mendelik tajam kemudian mulutnya mengomel “ada Yijun ih, jangan ngomong kasar Hoon!"

“khhhahah! Maap, excited aku, kamu penuh misteri soalnya” perkataan jihoon membuat junkyu tersenyum bangga.

Ketika tak terduga bertemu dengan tak terduga, perasaan itu seperti menyusun kisah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Seperti halilintar di tengah malam gelap, sensasinya memicu getaran unik dalam hati. Dalam kejutan dan kebingungan, terkadang itulah tempat di mana cerita paling menarik berada.

Jihoon lantas mencuri kecupan di bibir junkyu ketika pria manis tersebut mendongak dan menatapnya malu-malu.

I’m happy for you” tangan jihoon melingkar erat pada pinggang ramping kekasihnya.

“me too, hihi”

“papa! Bentengnya hancul, humh!” Yijun tiba-tiba menghentak kakinya dalam pangkuan jihoon. Si ayah lantas mengelusi kepala bocah itu dan menenangkannya. Lalu menyalah-nyalahi ombak agar hati anak nya puas.

“hooo, iya sayang sini papa bikin lagi” Junkyu beralih sibuk menuruti sang buah hati. Tangan lentiknya mengumpulkan pasir-pasir pantai lalu di bentuk seperti keinginan sang jihoon kecil.

“yang besal!”

“siap kapten!”

Jihoon tertawa dengan pandangan matanya yang berbinar melihat bagaimana sosok junkyu juga buah hatinya. Dalam tawa itu, getaran positif menyebar ruah ke sekitarnya. Mata yang berkilauan juga senyum tak terbendung seakan membuka jendela menuju dunia yang penuh harapan, di mana setiap momen adalah peluang untuk menikmati indahnya hidup.

“ayah sayang Yijun, Yijun sayang ayah nggak?”

“cayang”

“pinteerr, gemesss banget ini kayak papanya, kok nggak ada akunya ya di Yijun?”

“hahaha! Bikin lagi yang kayak kamu”

“ayok!”

“gak! Bercanda!”

“Kyu, candaan mu aku anggep serius loh, awas ntar malem ya!”

“aaaaa takut aaaaa” (maap aku yang nulis part ini bacanya bernada, sial😩😩🦶🏻).

©HANA


메타데이터
post_id
affe1bea4649
slug
back-at-dusk-again-affe1bea4649
url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/back-at-dusk-again-affe1bea4649
canonical_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/back-at-dusk-again-affe1bea4649
author_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02
status
ok
fetched_at
2026-07-24 14:48:18