the strength they see, the fragility i feel
Hakikatnya manusia memiliki ribuan ekspresi dan emosi. Namun mereka malah menuntutku untuk hanya menampakkan sisi kuat dari jiwaku. Maka…
Hakikatnya manusia memiliki ribuan ekspresi dan emosi. Namun mereka malah menuntutku untuk hanya menampakkan sisi kuat dari jiwaku. Maka raga ini dengan mudahnya lelah terkurung di dalam tempurung.
Pujian bahwa aku adalah sosok yang ceria sudah tak asing dalam indra pendengaran dan penglihatan mereka. Tak jarang bahkan mereka mengira aku adalah sosok yang enggan dengan kata “tangis”.
Alih-alih merasa senang mendengar pujian, awan gelap justru makin meliputi benakku, menjadi wakil dari sang kesedihan.
Mereka tidak tahu bahwa sang pemilik pujian adalah sosok yang rapuh bagaikan gelas yang memang sudah retak, tersenggol sedikit — jatuh dan langsung buyar dalam serpihan.
Diri ini sebenarnya kenapa bisa sembunyikan begitu hebatnya jutaan perasaan yang hinggap?
“Kamu adalah orang yang sangat tangguh, aku sangat suka caramu mengontrol emosi”
Apakah aku memang si handal pengendali emosi? Atau sejatinya emosiku memang tidak sebanyak yang orang lain miliki?
메타데이터
- post_id
- b0139157efbb
- slug
- the-strength-they-see-the-fragility-i-feel-b0139157efbb
- url
- https://medium.com/@baitkata/the-strength-they-see-the-fragility-i-feel-b0139157efbb
- canonical_url
- https://medium.com/@baitkata/the-strength-they-see-the-fragility-i-feel-b0139157efbb
- author_url
- https://medium.com/@baitkata
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-22 20:56:20