day
>•<

dokumentasi pribadi
Secarik kertas berwarna jingga datang menghampiri di tengah derasnya buliran kelopak bunga yang menyerbu matamu. Mengganjal, mengganggu, dan perlahan meninggalkan luka yang tidak kau sukai. Memangnya ada luka yang disukai? Hahaha.
Oke, aku serius.
Meski terluka, matamu akan tetap berusaha dan memohon pada cahaya untuk dapat menyinarinya. Meski begitu, matamu lebih nyaman untuk terpejam. Ia terlalu takut untuk berjumpa dengan cahaya yang dibalut oleh luka. Jika saat itu aku hadir di antara buliran kelopak bunga bersamamu, akan ‘ku raih tanganmu untuk meraba hingga menggenggam kertas berwarna jingga itu tanpa memedulikan lukamu. Bacalah.
Aku suka hidup. Ketika mataku melihat dunia, hidungku mencium aromanya, telingaku mendengar isi hatinya, dan diriku yang bersentuhan dengannya, juga jarum jam yang akan terus berputar meski hidup tidak lagi ada.
Katanya, hidup itu cuma sekali. Tapi aku terlanjur menyukainya. Terlalu berlebihan bukan bila kubuat secangkir ramuan untuk menemui keabadian? Oleh karena itu, aku akan menikmati hidup dengan tetap hidup dan menulis menjadi salah satu caraku merayakan hidup.
Tulisan pertamaku di Medium adalah sebuah rintihan penuh keraguan berjudul “Berdamai dengan Sang Bulan” yang mengingatkanku pada lelah yang mengacaukan malamm. Aku ingin kau membacanya ketika rasa lelah menyelimuti malam dan ketika kau merasa pundakmu terlalu berat untuk kau bawa di setiap detikmu.
Tulisan kedua berjudul “Wanita Pemakan Bunga” yang mengingatkanku pada kehampaan yang sering kali memerlukan pelaku, tulisan yang ditulis ketika aku tidak ingin menyuarakan apa-apa, kosong? mungkin. Tapi, kejujuran menyukai ruang kosong.
sedangkan tulisan ketiga mengingatkanku pada ketidaksempurnaan dalam kebebasan, sesendok puisi berjudul “Bayang-bayang” yang ditulis ketika aku ingin mengepakkan sayap yang tidak ada.
Kau pasti memiliki cara lain untuk memahami tulisanku. Aku mempersilakannya. Seluruh tulisan yang akan terus ‘ku ketik adalah sebuah bising yang hinggap di daun telinga ketika aku sibuk mengejar harap.
Sejujurnya ragu untuk menceritakan lebih lanjut tentang diriku. Jadi berkenalan lah melalui tulisanku hahahah.
Instagram: @maudysn_
메타데이터
- post_id
- b09fe5251cc9
- slug
- day-b09fe5251cc9
- url
- https://medium.com/penulis-indonesia/day-b09fe5251cc9
- canonical_url
- https://medium.com/penulis-indonesia/day-b09fe5251cc9
- author_url
- https://medium.com/@howisyourday
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-14 11:28:49