← Back to list

Investing 101

Nabung vs investasi

Amsal Permana · 2024-04-12 10:10 · 0 claps · 2.4 min read
#investasi #nabung #investing
Open on Medium ↗
Wiki topics: INV · Investing & Markets

Investing 101

Nabung vs investasi

Investasi itu kalian nyimpen atau menempatkan dana dengan periode tertentu dengan harapan dana tersebut akan menghasilkan keuntungan di masa depan buat kalian. Berbeda dengan menabung, dimana kalian menyisihkan dana dari pendapatan kalian kemudian dibiarin begitu aja. Dalam arti lain, kalian tidak mengharapkan adanya keuntungan.

Mana yang lebih baik ? menurut gue, keduanya sama-sama baik. Namun, menabung sudah tidak relevan lagi untuk saat ini. Kenapa ? karena ada yang namanya Inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga barang atau jasa secara terus-menerus dalam periode waktu tertentu. Sebagai ilustrasi, dulu waktu gue kecil 100 ribu rupiah bisa dapet 10 porsi bakso, sekarang paling cuma dapet 4 atau 5 porsi aja.

Rata-rata inflasi di Indonesia itu di angka 4,21%. Artinya, uang 100 ribu rupiah pada tahun 2000 senilai dengan uang 400 ribu rupiah pada tahun ini (2024). Berasa banget kan inflasinya ?

Terus, apakah menabung salah ? gak salah sama sekali. Bagus kalau kalian tiap bulan nabung untuk dana darurat atau emang kalian punya porsi tersendiri dari pengeluaran kalian untuk ditabung.

Investasi apa yang paling bagus ?

Sudah jelas, investasi terbaik adalah investasi ke diri kalian sendiri. Misalnya investasi ke kesehatan kalian atau investasi ke ilmu/pendidikan. Contohnya nih ada temen gue beli kelas online tentang editing, fotografi, dan videografi seharga 500 ribu rupiah. Karena kelas tersebut, temen gue bisa menghasilkan jutaan rupiah dari skill editingnya yang gokil banget. Kebayang kan berapa persen keuntungan yang dia dapet ?

Jadi, investasi gak harus tentang keuangan atau finansial.

Tapi, kalau masalah finansial, tidak ada instrumen investasi yang paling baik dan benar. Semua bergantung kepada profil resiko kalian masing-masing.

Instrumen investasi ada banyak, ada saham, deposito, obligasi, reksadana, properti, dan lain-lain. Ada juga loh instrumen investasi yang lagi viral, cryptocurrency hehe. Untuk detail masing-masing instrumen investasi nanti gue bahas di tulisan berikutnya.

Tidak semua orang cocok di saham ataupun instrumen investasi lainnya, kembali lagi, semua tergantung kepada profil resiko masing-masing. Jadi masing-masing orang akan berbeda-beda. Tidak bisa dipaksakan atau disamakan.

Gimana cara tau profil risiko kita ?

Nih bisa di cek di : https://www.bca.co.id/id/Individu/produk/Investasi-dan-Asuransi/Profil-Resiko-Investasi.

Sumber: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10419

Sumber: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10419

Gue sendiri termasuk yang agresif, karena masih muda, belum punya tanggungan atau utang apa-apa. Uang jajan juga masih dikasih sama orang tua. Jadi untung rugi sikat aja. Karena balik lagi, kalau mau untung 100 ribu, ya harus siap kehilangan 100 ribu. Kalau mau untung 1 juta ya harus siap kehilangan 1 juta. Begitu seterusnya. Namanya berinvestasi ada risk (risiko) dan return (keuntungan).

Akan berbeda dengan orang yang sudah menikah kemudian punya anak. Tanggung jawab nya lebih besar sehingga mungkin agak takut untuk mengambil instrumen investasi yang high risk seperti saham atau crypto. Profil risiko mereka cenderung konservatif atau moderate sehingga akan memilih deposito, obligasi, atau reksadana.

Sedikit bercerita, ada temen gue yang gak kuat ngeliat grafik pergerakan harga saham, hati sama pikirannya gak tenang. Karena saham sendiri termasuk yang high risk high return. Berbeda dengan deposito atau obligasi yang keuntungannya sudah fix (pasti) dan tidak akan berubah dari awal sehingga low risk low return. Dia ngeliat portofolionya merah (rugi) semua langsung nangis. Akhirnya dia pindah ke reksadana yang lebih low risk dibandingkan pasar saham.

Jadi, sekarang udah pada ngerti ya

  1. apa itu investasi dan perbedaannya dengan menabung ?
  2. kenapa kita harus berinvestasi ?
  3. investasi apa yang bagus ?
  4. apa itu profil risiko dalam berinvestasi ?

Eits, jangan lupa sebelum memulai berinvestasi harus punya fondasi keuangan yang baik dulu ya. Nanti akan gue bahas tentang personal finance di tulisan selanjutnya. Terima kasih.


메타데이터
post_id
b0a4e007390e
slug
investing-101-b0a4e007390e
url
https://medium.com/@amsal.permana23/investing-101-b0a4e007390e
canonical_url
https://medium.com/@amsal.permana23/investing-101-b0a4e007390e
author_url
https://medium.com/@amsal.permana23
status
ok
fetched_at
2026-07-24 02:04:39