Esensi dan Urgensi Berhimpun
| Annisa Nurul Safitri, Ca’23
Esensi dan Urgensi Berhimpun
| Annisa Nurul Safitri, Ca’23
“berhimpun bukan untuk aktualisasi diri, namun agar tidak tertinggal dalam pergaulan”
Himpun dengan imbuhan ber- di depan bermakna berkumpul, sebuah kata yang awalnya tidak memiliki makna berarti namun dengan adanya imbuhan memiliki makna yang dalam, dimana dalam konteks kemahasiswaan, terdapat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berarti sebuah tempat untuk berkumpul bagi seseorang dengan program studi yang sama dan memiliki tujuan yang sama pula. Himpunan menjadi wadah untuk membangun relasi dan pengembangan diri, bisa dengan mengenal dan berbagi pengalaman dengan orang-orang hebat yang ada di dalamnya dan berkembang bersama untuk memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.
Tetapi, bagaimana pemaknaan berhimpun itu sendiri dalam kalangan mahasiswa, mengapa bisa terdapat stigma bahwa berhimpun bukan untuk aktualisasi diri, namun agar tidak tertinggal dalam pergaulan? begitu eratnya hubungan antara berhimpun dan pergaulan.
Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki potensi mengembangkan ilmunya, berkolaborasi dengan mahasiswa lain, dan memiliki akses dosen yang mumpuni untuk menjadi katalis di masyarakat, disinilah urgensi untuk berhimpun. Dimana hal tersebut, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari himpunan, selain itu sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya maupun pencapaian visi dan misi yang sejalan. Sebagai mahasiswa tentu membutuhkan teman untuk menyalurkan ide dan bertukar pikiran, oleh karena itu, berhimpun menjadi penting untuk menemukan orang-orang yang memiliki tujuan sama dan bisa mendukung satu sama lain untuk berkembang. Selain itu, sebuah rencana membutuhkan peran dan eksekusi dari banyak pihak agar memberikan kebermanfaatan lebih luas.
Esensi berhimpun menjadi alasan dimana himpunan itu terbentuk, esensi seseorang tergabung dalam himpunan adalah untuk mengembangkan diri melalui status kemahasiswaan yang dimiliki sesuai dengan keilmuan dan keprofesian masing-masing. Dimana berhimpun tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Esensi dan urgensi dalam berhimpun memiliki keterkaitan yang erat.
Kaderisasi dalam berhimpun menentukan bagaimana stigma yang disebutkan di atas, masih banyak yang berpandangan bahwa jika tidak masuk himpunan maka tidak memiliki teman, pernyataan tersebut tentunya salah, dengan pemahaman mengenai urgensi dan esensi berhimpun, pemaknaan dimana terdapat sebuah komunitas yang menjadi keluarga dan tempat untuk mengembangkan diri, mengapa tidak? Menjadi non-himpunan adalah pilihan dan harus mendapatkan pertemanan sebagaimana mestinya keluarga satu jurusan.
source :
메타데이터
- post_id
- b1d17286fbb0
- slug
- esensi-dan-urgensi-berhimpun-b1d17286fbb0
- url
- https://medium.com/@anssafi/esensi-dan-urgensi-berhimpun-b1d17286fbb0
- canonical_url
- https://medium.com/@anssafi/esensi-dan-urgensi-berhimpun-b1d17286fbb0
- author_url
- https://medium.com/@anssafi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-22 20:11:34