← Back to list

Perempuan Terus Bersuara Dari Dalam Kubur

Bagian I: Mencicil Pembunuhan Perempuan

Dafa Ulhaq · 2026-07-22 22:40 · 0 claps · 3.0 min read
#perempuan #femisida #gender-equality #gender-roles #indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✊ · Equality & Identity

Perempuan Terus Bersuara Dari Dalam Kubur

Bagian I: Mencicil Pembunuhan Perempuan

Ilustrasi korban femisida

Ilustrasi korban femisida

Perhatian! Artikel ini mungkin akan meningkatkan tekanan emosional atau memicu trauma bagi beberapa pembaca. Pembaca diharapkan bijak untuk membaca keseluruhan artikel.

Bayangkan bagaimana sebuah kejahatan sebetulnya telah dimulai oleh bahaya-bahaya yang jelas selama berbulan-bulan, tapi orang-orang menyebutnya sebagai bumbu cinta dalam hubungan. Inilah realita dibalik sebagian besar kasus intimate femicide atau pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan oleh suami, pacar, atau mantan kekasih para korban. Anehnya lagi, banyak masyarakat atau media berpandangan bahwa pelaku membunuh korban dikarenakan “khilaf terbakar api cemburu”, padahal pembunuhan terhadap perempuan (femisida) tidak pernah terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Femisida adalah muara dari eskalasi kekerasan yang sistematis dan dominasi yang tak wajar dalam hubungan.

Berdasarkan Laporan Femisida 2025 yang ditulis oleh Jakarta Feminis, Indonesia mencatat bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat empat orang perempuan yang harus meninggal setiap pekannya karena dibunuh. Data pemantauan Komnas Perempuan secara konsisten juga menunjukkan bahwa mayoritas kasus femisida di Indonesia berasal dari ranah domestik dan hubungan intim. Daerah di mana seorang pelaku mampu mendominasi korban secara utuh dan melihat korban seperti mangsa yang lemah. Namun, dibalik pembunuhan tersebut, ada jeritan yang perlahan dibungkam sebelum akhirnya padam. Guna mencegah tragedi ini terus berulang, kita perlu paham bahwa tanda-tanda bahaya (red flags) spesifik yang menunjukkan kapan sebuah hubungan (dalam konteks ini adalah toxic relationship) mulai bergeser menjadi ancaman nyawa yang mematikan

Salah satu tanda terbesar yang sebenarnya terlihat dengan jelas namun kerap kali diabaikan adalah coercive control. Coercive control adalah pola perilaku di mana pelaku secara sistematis merampas hak otonomi korban. Bentuknya bisa sangat halus, seperti mendikte apa saja yang boleh korban pakai, menyuruh untuk menghapus kontak teman-teman yang berlawanan gender, melarang korban bertemu dengan teman, sampai melacak lokasi korban secara ekstrem. Banyak korban dan lingkungan sekitar yang menganggap perilaku ini sebagai bentuk cinta yang protektif. Padahal, ini adalah cara pelaku untuk mengisolasi korban dari ruang geraknya. Pada posisi ini, korban bisa saja kehilangan support system dari keluarga atau sahabat, sehingga korban menjadi sangat rentan karena ia sepenuhnya berada di bawah kendali pelaku.

Perilaku coercive control kemudian bereskalasi menjadi lebih kejam, yakni penggunaan kekerasan dalam hubungan (Johnson, dkk., 2017). Siklus kekerasan dalam hubungan dapat dimulai dari fase penumpukan ketegangan (cekcok kecil), kemudian fase ledakan kekerasan (baik secara verbal maupun fisik), dan diikuti dengan fase honeymoon di mana pelaku akan menangis tersedu-sedu meminta maaf, memberikan hadiah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Fase manipulatif inilah yang membuat korban mengurungkan niat untuk pergi. Celakanya, setiap kali siklus ini berputar kembali, intensitas kekerasan yang terjadi akan selalu lebih besar dan lebih berbahaya dari sebelumnya.

Dalam siklus kekerasan, hal yang paling ditakuti oleh pelaku adalah saat korban tak lagi memaafkan tindak kekerasan dan memutuskan untuk pergi atau mengakhiri hubungan. Bagi pelaku, penolakan atau keputusan korban untuk melepaskan diri adalah ancaman terbesar bagi ego dan kendali kekuasaannya (Campbell, dkk., 2003). Kajian World Health Organization (WHO) mengenai “FEMICIDE DURING SEPARATION, DIVORCE OR EXIT ATTEMPTS IN KENYA” menegaskan bahwa risiko pembunuhan melonjak drastis ketika korban mencoba keluar dari hubungan atau sesaat setelah perceraian/perpisahan terjadi. Campbell, dkk. dalam studinya di tahun 2003 juga menegaskan bahwa ancaman femisida meningkat sembilan kali lipat ketika korban mencoba untuk bebas. Pelaku yang merasa kehilangan kontrol penuh atas diri korban sering kali mengambil kesimpulan ekstrem hingga terpintas untuk membunuh korban.

Ketika kita paham siklus kekerasan dalam hubungan secara menyeluruh, kita sadar bahwa kasus pembunuhan terhadap perempuan bukan sekadar drama percintaan atau konflik rumah tangga harian. Ketika cemburu buta berubah menjadi isolasi, dan amarah telah melibatkan ancaman fisik, itu bukan lagi sekadar toxic relationship. Itu adalah tanda ancaman pembunuhan.

Jika anda atau kerabat anda berada dalam fase di siklus ini, segera cari pertolongan profesional dengan menghubungi carilayanan.com

Referensi

Campbell, J. C., Webster, D., Koziol-McLain, J., Block, C., Campbell, D., Curry, M. A., Gary, F., Glass, N., McFarlane, J., Sachs, C., Sharps, P., Ulrich, Y., Wilt, S. A., Manganello, J., Xu, X., Schollenberger, J., Frye, V., & Laughon, K. (2003). Risk factors for femicide in abusive relationships: results from a multisite case control study. American journal of public health, 93(7), 1089–1097. https://doi.org/10.2105/ajph.93.7.1089

Jakarta Feminis. (2026). Laporan Femisida 2025: Pengabaian Berujung Kematian. https://jakartafeminist.com/wp-content/uploads/2026/06/Laporan-Femisida-2025-ID-Jakarta-Feminist.pdf

Johnson, Holly; Eriksson, Li; Mazerolle, Paul; Wortley, Richard . (2017). Intimate Femicide: The Role of Coercive Control. Feminist Criminology, (), 155708511770157–. doi:10.1177/1557085117701574

UNODC and UN Women, Femicides in 2024: Global Estimates of Intimate Partner/Family Member Femicides (United Nations publication, 2025).

UN WOMEN. (2025). FEMICIDE DURING SEPARATION, DIVORCE OR EXIT ATTEMPTS IN KENYA. UN WOMEN. https://africa.unwomen.org/sites/default/files/2026-05/technical_brief-femicide_during_separation_divorce_or_exit_attempts-web_0.pdf


메타데이터
post_id
b1de0da1dfb7
slug
perempuan-terus-bersuara-dari-dalam-kubur-b1de0da1dfb7
url
https://medium.com/@ddafaulhaq/perempuan-terus-bersuara-dari-dalam-kubur-b1de0da1dfb7
canonical_url
https://medium.com/@ddafaulhaq/perempuan-terus-bersuara-dari-dalam-kubur-b1de0da1dfb7
author_url
https://medium.com/@ddafaulhaq
status
ok
fetched_at
2026-09-04 04:43:22