← Back to list

Implementasi Integrasi EIGRP dan BGP pada Jaringan Multi Router

Studi Konfigurasi, Redistribusi, dan Pengujian Konektivitas End to End

ZASKIA EMBUN RISQINANTI · 2025-11-14 05:36 · 0 claps · 3.1 min read
#servers #routing #configuration #bgp #eigrp
Open on Medium ↗

Implementasi Integrasi EIGRP dan BGP pada Jaringan Multi Router

Studi Konfigurasi, Redistribusi, dan Pengujian Konektivitas End to End

Pendahuluan

Integrasi beberapa protokol routing dalam satu topologi sering digunakan pada jaringan perusahaan dan penyedia layanan untuk memastikan fleksibilitas, skalabilitas, serta kemampuan pertukaran informasi rute secara luas. Dalam studi ini diterapkan dua protokol routing, yaitu EIGRP dan BGP, yang digunakan secara bersamaan pada tiga router berbeda peran.

Topologi yang dibangun mensimulasikan jaringan kantor yang harus terhubung dengan jaringan penyedia layanan melalui dua router ISP berlapis. Untuk memastikan konektivitas dapat berjalan dari ujung ke ujung, diperlukan redistribusi rute agar protokol yang berbeda dapat membagikan informasi jalurnya.

Gambaran Umum Topologi

Topologi terdiri dari tiga router utama. Router pertama bertindak sebagai router kantor. Router kedua sebagai router ISP pertama yang berfungsi sebagai penghubung dua protokol sekaligus. Router ketiga sebagai ISP kedua yang mengiklankan jaringan tujuan.

Rangkaian alamat telah distandarisasi dengan penyesuaian berikut. Semua angka 233 telah diperbaiki menjadi 236, dan semua angka 33 telah diperbaiki menjadi 66. Selain itu jaringan server menggunakan 172.16.36.0 sebagai rujukan alamat akhir.

Konfigurasi Router

Konfigurasi berikut menggambarkan bagaimana pertukaran rute dikirimkan dari jaringan kantor menuju jaringan tujuan melalui dua protokol routing berbeda.

Konfigurasi Router Kantor

Router kantor menggunakan EIGRP dengan AS 10 sebagai protokol routing internal. Dua jaringan utama diiklankan, yaitu jaringan LAN 192.168.1.0 dengan ukuran blok 32 host serta jaringan point to point 10.1.66.0 yang menjadi jalur penghubung ke router ISP pertama.

Dengan konfigurasi ini jaringan lokal telah siap untuk didistribusikan lebih lanjut melalui router di atasnya.

Konfigurasi Router ISP Pertama

Router ini menjalankan dua protokol sekaligus, yaitu EIGRP dan BGP. Melalui EIGRP, router menerima jaringan dari kantor dan mengiklankan kembali link 10.1.66.0. Dengan BGP AS 65001, router ini membangun hubungan tetangga dengan router ISP kedua menggunakan alamat 10.1.236.2.

Router ISP pertama menjadi perangkat terpenting karena menjadi titik redistribusi dua arah.

Redistribusi dari EIGRP ke BGP memungkinkan jaringan kantor dibawa masuk ke BGP. Sebaliknya redistribusi dari BGP ke EIGRP mengharuskan pemberian lima parameter metrik wajib agar dapat diterima oleh EIGRP. Konfigurasi ini memastikan seluruh jalur dari jaringan internet dapat masuk kembali ke jaringan kantor.

Dengan demikian seluruh pertukaran rute mengalir secara lengkap melalui router ini.

Konfigurasi Router ISP Kedua

Router ISP kedua menggunakan BGP AS 100 sebagai protokol routing eksternal. Router ini membangun hubungan dengan router ISP pertama sebagai tetangga melalui alamat 10.1.236.1.

Router ini mengiklankan jaringan tujuan 172.16.36.0 sebagai representasi jaringan internet yang perlu dicapai klien dari kantor. Dengan iklan jaringan ini, rute dapat diterima router ISP pertama lalu didistribusikan kembali menuju router kantor melalui proses redistribusi.

Hasil Pengujian Konektivitas

Pengujian dilakukan menggunakan tracert dari perangkat klien yang berada pada jaringan kantor menuju alamat tujuan yang berada pada jaringan 172.16.36.0.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh hop dilewati sesuai jalur fisik topologi yang telah dibangun. Paket bergerak dari router kantor menuju router ISP pertama, lalu ke router ISP kedua, dan akhirnya mencapai jaringan yang diiklankan sebagai tujuan tanpa mengalami putus jalur.

Tiap hop mencerminkan bahwa rute telah terdistribusi secara lengkap melalui EIGRP dan BGP, serta proses redistribusi dua arah benar benar berfungsi.

Tidak ditemukan adanya perubahan jalur yang tidak wajar ataupun indikasi loop routing. Hal ini menandakan proses pertukaran informasi rute telah bekerja optimal.

Validasi Akses Aplikasi Web

Sebagai pengujian tambahan, halaman web yang ditempatkan pada server diuji menggunakan browser di perangkat klien. Halaman aplikasi tampil sempurna dan interaksi berlangsung tanpa gangguan.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa jaringan yang terkonfigurasi telah mendukung aktivitas aplikasi nyata dan bukan hanya sekadar uji ping atau tracert.

Kesimpulan

Implementasi integrasi routing menggunakan EIGRP dan BGP pada tiga router memberikan pemahaman jelas mengenai cara kerja protokol berbeda ketika dihubungkan melalui mekanisme redistribusi. Router ISP pertama menjadi komponen paling vital dalam memastikan seluruh rute dapat dipertukarkan dua arah.

Hasil pengujian membuktikan bahwa jaringan kantor dapat mencapai jaringan server eksternal melalui lintasan yang stabil dan tanpa kesalahan. Demikian pula aplikasi berbasis web dapat diakses dengan baik dari sisi klien, menunjukkan stabilitas keseluruhan sistem.

Dengan konfigurasi yang tepat dan penanganan metrik redistribusi yang benar, integrasi multi protokol seperti ini dapat diterapkan secara efektif baik untuk lingkungan simulasi maupun jaringan nyata.


메타데이터
post_id
b2a3a98eac73
slug
implementasi-integrasi-eigrp-dan-bgp-pada-jaringan-multi-router-b2a3a98eac73
url
https://medium.com/@24.zaskia.19/implementasi-integrasi-eigrp-dan-bgp-pada-jaringan-multi-router-b2a3a98eac73
canonical_url
https://medium.com/@24.zaskia.19/implementasi-integrasi-eigrp-dan-bgp-pada-jaringan-multi-router-b2a3a98eac73
author_url
https://medium.com/@24.zaskia.19
status
ok
fetched_at
2026-06-23 17:05:31