Tekok? Beratkah Menggunakan Kata Ini?
Sewaktu saya kecil, ke Lampung adalah tentang patung, ceriping pisang, kapal, jaket tebal, jeans tebal, rambut klimis, sepatu, rambutan……
Tekok? Beratkah Menggunakan Kata Ini?

Sewaktu saya kecil, ke Lampung adalah tentang patung, ceriping pisang, kapal, jaket tebal, jeans tebal, rambut klimis, sepatu, rambutan… banyak sekali persiapannya kalau mau naik bis. Belum lagi karena aku mabuk darat, harus sangu sprite dan antimo.
Pada jaman Leona, bahasa menjadi sajian utama di meja makan. Sebuah pengalaman bahasa yang sebenarnya tidak mudah, namun menjadi berharga. Ia baru saja menyelesaikan masa TK dan Playgroup-nya dalam Bahasa Inggris, lalu sedang beradaptasi dengan Bahasa Indonesia. Ketika di Lampung pada masa Kelas 1 Semester 2, ia menemukan kosakata baru yaitu ‘tekok.’ Budhe Siti yang ia temui paling sering menggunakaan kata ini. Beratnya di mana penggunaan kata ini?
Pertama, ketika di Jogja ia sudah menggunakaan kata ‘teko’ dalam Bahasa Indonesia. Teko gunanya untuk ngecom atau merendam the dan untuk jamuan minum teh. Kata lainnya dalam Bahasa Indonesia adalah poci. Selanjutnya, mungkin ia juga sudah mendengar dalam Bahasa Jawa kata ‘teko’ yang berarti datang. Ketika di Lampung mendengar kata ‘tekok’ dalam Bahasa Jawa Lampung (dialek) yang berarti takon dalam Bahasa Jawa, ia pun teringat pada teko yang untuk minum the di Jogja, juga sedikit tentang teko yang berarti datang.
Dalam Bahasa Indonesia, takon adalah bertanya.
Sepulangnya dari Lampung, kami pun membuat teko versi kami sendiri seperti pada foto di atas.
Waktu itu uyut sempat sakit. Jadi kami memutuskan tinggal di Lampung selama satu semester. Selama di sana, Leona sekolah di SD Xaverius Metro. Aksara Lampung harus menjadi menu utama saya dan berbeda dengan Aksara Jawa. Jadi kalau ada PR, kami bertanya pada kak Selin atau Om Robert.
Sepulang dari Lampung, Leona melanjutkan sekolah di St. Yosep.
Kata berikutnya adalah ‘tokek.’ Sepulang dari Lampung ia agak sulit membedakan kata ‘tekok’ dan ‘tokek.’ Sewaktu melihat tokek, dia berkata, “Ma, ada tekok.” Kadang, dalam Bahasa Jawa Lampung, kata ‘tekok’ diucapkan ‘takok.’
메타데이터
- post_id
- b2cc1ca2b3fe
- slug
- tekok-beratkah-menggunakan-kata-ini-b2cc1ca2b3fe
- url
- https://medium.com/@cereza.tv.va/tekok-beratkah-menggunakan-kata-ini-b2cc1ca2b3fe
- canonical_url
- https://medium.com/@cereza.tv.va/tekok-beratkah-menggunakan-kata-ini-b2cc1ca2b3fe
- author_url
- https://medium.com/@cereza.tv.va
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 09:39:08