← Back to list

Sushi Pertamaku seumur hidup. ternyata rasanya makan mentah tuhh ginii yaaa, hahahahaa.

Haiii guysss, aku mau cerita tentang sebuah moment makan sushi pertamaku seumur hidup. Selamattt Membacaa….

A. Raihan Fathurrahman · 2026-06-30 00:53 · 0 claps · 6.3 min read
#sushi #kerja #keluarga
Open on Medium ↗

Sushi Pertamaku seumur hidup. ternyata rasanya makan mentah tuhh ginii yaaa, hahahahaa.

Haiii guysss, aku mau cerita tentang sebuah moment makan sushi pertamaku seumur hidup. Selamattt Membacaa….

Sebelum ke cerita Sushi Pertamaku seumur hidup, aku mau menceritakan bagaimana aku bisa ikut memakan Sushi tersebut. semua berawal ketika aku keterima kerja di salah satu Admin Transfer di Gamaliya, namanya Transfer Kita Gamaliya.

Ketika itu aku tidak sengaja melihat salah satu postingan status wa mereka yang sedang membutuhkan personal untuk kerja dibagian Admin dan Tausil.

Tanpa ragu aku langsung mereaction status tersebut, dan seketika semua pertanyaan yang membuat aku penasaran aku tanyakan semua. dan boss ku inii bang Eki namanya, asal dari Riau dan kekeluargaan KSMR.

Dan tanpa basa basi, aku resmi keterima berekerja menjadi Admin Transfer dan menjadi keluarga Transfer Kita Gamaliya

Selasa, 9 Juni 2026-Kairo

Satu hari sebelumnya, Bang Eki udah mengingatkan yang akan berkerja besok.

“Besok yg kerja. Admin Ust fathur @⁨فتح الرحمن⁩ , Tausil Amru @⁨Bang Amru”Azhar KSMR⁩”. kata Bang Eki.

“Amru bisa besok @⁨Bang Amru"Azhar KSMR⁩ ???”. tanya Bang Eki.

“bisa bg”. jawab Bang Amru.

“Gass” “Besok seperti biasa jam 1 kedatang admin dan Tausil , tidak lebih dan tidak kurang”. lanjut Bang Eki di grup.

“shyapp. okee bangg”. jawabku singkat.

Besoknya, aku pagi-pagi sekali bangun untuk menyiapkan sarapan. telur rebus 4 butir, ladaku kemasan kecil dan air putih. setelah sarapan aku nunggu sampai jam 12.00 untuk mandi dan rapih-rapih.

Setelah siap, aku akhirnya pergi ke Gamaliya untuk mengerjakan pekerjaan pertamaku. Admin Transfer.

day one

day one

Aku memberhentikan tremco yang bergerak menuju Hay Sabi’, setelah mendapatkannya aku naik dan membayar sebesar 10 Pound/3.500 Rupiah.

Setelah sampai Mahattoh/Terminal, aku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan tremco arah ke Darrosah, setelah naik aku kembali membayar sebesar 12 Pound/4.000 Rupiah.

Sebenarnya, pemberhentian tremco nya itu bisa di depan Barakat atau di Mustasyfa Sayyidina Hussein, aku turun di depan Barakat karena Gamaliya lebih dekat dari situ.

Setelah sampai, aku akhirnya bertemu dengan Bossku, Bang Eki. setelah memperkenalkan diri, aku akhirnya sholat dzuhur terlebih dahulu di salah satu Masjid dekat situ.

Setelah Sholat, akhirnya aku diajarkan caranya menjadi seorang Admin Transfer. dari mulai menghitung rate, lalu membalas pesan dengan cepat, sampai menghitung dan merekap uang yang menjadi modal hari itu.

Setelah aku mengatakan bisa, akhirnya Bang Eki keluar dari toko. selain menjadi tempat penukaran uang, toko ini menjual berbagai macam skincare Indonesia. aku juga sekaligus menjadi penjaga disitu, dan melayani jika ada yang membeli.

Aku juga akhirnya berkenalan dengan Bang Amru, partner kerjaku yang sebagai Kang Taushil atau orang yang menghantarkan uang ke rumah orang yang menukar tapi minta diantarkan. Bang Amru juga ternyata sama sepertiku, tingkat satu dan dia berasal dari KSMR atau kekeluargaan Riau.

Menit demi menit, Jam demi jam. banyak banget hari ini yang menukar uang, beberapa ada yang minta di tausilkan, beberapa juga ada yang mengambil langsung di toko.

Sampai di jam 21.50. aku mulai merekap seluruh pengeluaran dan pemasukan. dari yang menukar uang, sampai yang membeli skincare aku rekap dan data semua.

Setelah semua selesai. akhirnya aku mendapatkan gaji pertamaku, 200 Pound/70.000 Rupiah. setelah itu aku berpamitan kepada Bossku dan aku berjalan menuju Mahattoh depan Barakat.

Setelah sampai di Asyir, dan aku turun di gang depan rumahku. aku akhirnya memutuskan untuk membeli Fatiroh Mauzz bi Syukulata menggunakan uang gaji pertamaku. aku memang sudah meniatkan ini semenjak pertama kali aku mendapatkan pekerjaan, dan akhirnya aku pergi ke Fuyumi untuk membeli Fatiroh tersebut.

Setelah jadi, aku akhirnya pulang. mengetuk pintu untuk menyadari, kalau setelah ini aku akan memutar lagu Gemilang dari Perunggu, karena lagu itu relate banget dengan posisiku saat inii.

Setelah memutar, aku membuka kotak Fatiroh tersebut, dan memakannya sendiri untuk menikmati hasik kerjaku hari inii.

Setelah mengambil empat potong, akhirnya aku membawa keluar Fatiroh inii untuk memberikannya ke teman-temanku agar mereka bisa juga menikmatinya.

Setelah itu aku membersihkan diri, dan dilanjut sholat Isya dan sholat taubat. setelah itu, aku menyalakan alarm dan menggelar kasur. lalu tidur setelah satu harian penuh, berkutat dengan uang.

Minggu, 21 Juni 2026-Kairo

Malam sekali Bang Eki mengirimkan salah satu pesan. isinya begini.

“Assalamualaikum kawan2 Izin sebentar ya 😁✌️✌️

Insyaallah hari Senin kita ada kan agenda silaturahmi untuk semua kawan-kawan yg ada di grub ini ,

Tempat : sushi 🍱 kohi Jam : jam 20.00 on time

Silahkan datang pakai pakain rapi,

Nb: untuk mkn semua di tanggung transfer, untuk minuman beli masing-masing”.

wihhhh, untungg bangett

Senin, 22 Juni 2026-Kairo

Setelah melaksanakan ujian qodhoya, aku bergegas pulang kerumah karena nanti jam 20.00 aku sudah memiliki agenda. makan sushi.

Sesampainya dirumah, aku sempat berpikir untuk menggunakan didi motor saja untuk ke tempatnya. aku sebenarnya engga tau dimana tempatnya, Sushi & Co.

Akhirnya aku mencari di map dan maps ku mengarah ke tempat inii.

Google Maps

Google Maps

“Mantiqoh assadisah kan?”. tanya teh Aida.

“iya mungkinn” “soalnyaa langsung ke situu”. jawab ku.

“Ya wes, semoga bener dah”. kata teh Aida.

Jam akhirnya menunjukkan pukul 19.50, dan aku memesan in drive dari hp ku. motornya udah dateng, dan jam 19.53 aku akhirnya otw ke tempatnya.

Jalaann sore hari Kairo benar-benar membuatku mengucapkan beribu syukur sudah ditakdirkan melanjutkan pendidikanku disini, Senja yang akan segera menghilang dari balik bangunan-bangunan tinggi di sepanjang jalan, membuat semesta dengan cepat mengganti warna langit.

Aku sampai ditempatnya, Sushi & Co. Aku langsung mencari temanku yang sudah sampai duluan untuk memesan pesanan dan membooking tempat.

Setelah ketemu, kita saling kenalan (karena engga semua aku kenal dan kerja dihari yang sama). ternyata mereka semua itu satu rumah dan juga satu kekeluargaan, yaitu Riau.

Tempat Sushi pertama ku

Tempat Sushi pertama ku

Setelah itu aku memesan minuman, aku lupa namanya apa tapi aku memesan seperti jus nanas gitu, pineaple juice kalo engga salah, atau apalah ituu.

Setelah nunggu beberapa menit, pesanan sampai. bau yang ditimbulkan tentu menarik perhatianku sekali, apalagi Sushi yang diatasnya ada udangnya. lalu yang sushi tapi dibalut dengan buat kiwi, buah avocado, dan buah lainyaa. ohhh, seperti inii sushi itu.

Setelah menungguu beberapa menit, akhirnya Bang Eki datang bersama dua teman kitaa. dan setelah bergabungnya Bang Eki di meja kitaa, dipersilahkan lahh oleh Bang Eki untuk menikmatii makanan yang sudah tersedia di meja.

Aku mengikuti temanku yang lain, menuangkan cairan hitam. kecap asin, dengan wasabi yang sedikitt ajaa yang diambilnya (karena katanya wasabi itu pedes bangett, dan aku tidak mau mengambil resiko).

Setelah itu aku melihat beberapa menu sushi yang berbeda-beda variannya.

you know?, this first time my sushi

you know?, this first time my sushi

Pilihanku tertuju pada salah satu sushi yang diatasnya ada ikan salmon mentah, katanya mahh bikin enekk. jadi, mari kita coba.

Pertama, aku mencelupkan dulu sushi inii ke dalam kecap asin, lalu meletakannya di piring untuk aku foto terlebih dahulu. sushi pertamaku yang aku makan. lalu aku memakan sushi tersebut, dan menyadari kalau itu adalah pertama kalinya aku memakan sushi.

Waww, ternyata makan beberapa potong aja udah bikin kenyang yaaa. aku udah hampir menyobai semua varian, sampai-sampai Bang Eki meminta kembali kloter 2, yang artinya kita nambah sushi nya.

Ketika sushi nya udah dateng, aku kembali menyantap hidangan tersebut bersama yang lainnya. lagi, lagi, dan lagii.

Setelahh selesaii, kita banyakk sekalii bercandaa. dari mulaii aku yang berasal dari Jawa, sampaii tentang pertama kali mereka makan sushi waktu kemarinn.

Tak terasa sudah berapa jam kita duduk ditempat inii, malam semakin menunjukkan wibawanya, artinya aku harus pulang agar tidak terlalu malam (karena aku dari Asyir sendiri, sedangkan yang lain dari Gamaliya). sebelum pulang, kita mendokumentasikann moment inii denga foto bersama.

Setelah itu aku menunggu didi yang aku pesan sambil mendengarkan sisaan cerita merekaa, karena waktu semakin malam dan energi cerita mereka juga sudah mulai habis.

Didi ku sudah sampai, dan aku berpamitan dengan mereka. tidak lupa juga aku mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka, apalagi aku kepada Bang Eki yang sudah memberikan aku pekerjaan inii dan mengajakku untuk makan bersama. Terima Kasih bang Eki, aku sudah menikmati moment makan sushi pertamaku bersama kalian. Terima Kasih.

Sekian darii ceritaa yang ada di otakku, aku memulai nulis ini supaya aku tidak pernah melupakan kegiatann bermakna yang pernah aku lakukann. tengkyuuuu and seeyounexttimebrrooooooowwwwwdiiiii_

Kairo, 3 Juli 2026

suportpenuliskecil_


메타데이터
post_id
b2fd66e0aebd
slug
sushi-pertamaku-seumur-hidup-ternyata-rasanya-makan-mentah-tuhh-ginii-yaaa-hahahahaa-b2fd66e0aebd
url
https://medium.com/@ahmadraihanfathurrahman/sushi-pertamaku-seumur-hidup-ternyata-rasanya-makan-mentah-tuhh-ginii-yaaa-hahahahaa-b2fd66e0aebd
canonical_url
https://medium.com/@ahmadraihanfathurrahman/sushi-pertamaku-seumur-hidup-ternyata-rasanya-makan-mentah-tuhh-ginii-yaaa-hahahahaa-b2fd66e0aebd
author_url
https://medium.com/@ahmadraihanfathurrahman
status
ok
fetched_at
2026-07-09 13:13:48