Elegi Kaum Terbuang
Suara dari Sudut yang Terlupakan
Elegi Kaum Terbuang
Suara dari Sudut yang Terlupakan
Foto oleh Todd Trapani di Unsplash
Aku hanyalah detak di dalam sunyi, Sebuah minoritas yang tak pernah dianggap ada.
Aku tersisihkan oleh jubah-jubah kemunafikan, Yang dipakai dengan angkuh oleh mereka yang merayakan kehampaan.
Aku hanyalah remah di sudut jalanan, Kehadiran yang tak pernah diinginkan.
Aku bagai bayang-bayang tak berharga, Yang selalu disingkirkan oleh jiwa-jiwa yang mengagungkan kesia-siaan.
Namun, aku bukanlah makhluk tak berakal di tengah hutan, Yang buta akan rasa dan nurani.
Aku juga bukanlah kelopak layu di pelataran, Yang mengemis belas kasihan dan perhatian dari kalian.
Sebab di balik sunyiku, aku memiliki pelukan keluarga dan kawan, Jiwa-jiwa yang masih memelihara ketulusan dan kasih sayang.
Kami mengerti bagaimana cara merawat indahnya cinta, Tak seperti mereka...
Kaum mati rasa yang bangga akan kehampaan.
메타데이터
- post_id
- b314ee830b6c
- slug
- elegi-kaum-terbuang-b314ee830b6c
- url
- https://medium.com/@PengenPuitis/elegi-kaum-terbuang-b314ee830b6c
- canonical_url
- https://medium.com/@PengenPuitis/elegi-kaum-terbuang-b314ee830b6c
- author_url
- https://medium.com/@PengenPuitis
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 23:31:43