Menilik Kondisi Sungai Musi dan Proyek SPAL-T di Provinsi Sumatera Selatan
Sumatera Selatan merupakan wilayah bagian selatan di Pulau Sumatera dengan Palembang sebagai ibukota provinsi. Daerah asal pempek kapal…
Menilik Kondisi Sungai Musi dan Proyek SPAL-T di Provinsi Sumatera Selatan

Sumber : DOK/ENIMEKSPRES.CO.ID —
Sumatera Selatan merupakan wilayah bagian selatan di Pulau Sumatera dengan Palembang sebagai ibukota provinsi. Daerah asal pempek kapal selam dan Jembatan Ampera sebagai ikon kotanya ini tidak luput dari persoalan lingkungan yang berkelanjutan. Provinsi dengan total penduduk 8.567.923 jiwa ini memiliki persoalan air bersih yang disebabkan oleh limbah domestik yang mencemari air permukaan. Air permukaan yang dimaksud adalah aliran Sungai Musi.
Sungai Musi sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang 750 kilometer dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi, spot wisata, dan sumber air minum. Fungsinya yang krusial tidak disertai dengan pemeliharaan yang bijak oleh masyarakat dan pengelolaan oleh pemerintah. Dari suatu penelitian, ditemukan kandungan Amoniak yang tinggi di bagian hilir Sungai Musi yaitu di wilayah Pelabuhan Dermaga Sungai Lais. Kandungan Amoniak di wilayah tersebut berkisar antara 0,42 mg/l sampai dengan 1,31 mg/l. Sedangkan baku mutu Amoniak untuk sungai kelas satu menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 adalah sebesar 0,1 mg/l.
Faktor terbesar kandungan Amoniak di Sungai Musi berasal dari aktivitas masyarakat yang menghasilkan limbah cair berupa limbah cucian, limbah organik hasil dapur, air kamar mandi, serta limpahan air dari septic tank yang tidak kedap. Limpahan tersebut mengalir terbawa air hujan dan bercampur dengan air tanah kemudian mengalir melalui saluran drainase perkotaan dan berakhir di Sungai Musi.
Melihat kondisi pencemaran Sungai Musi yang kian memburuk, Pemprov Sumatera Selatan melalui program Palembang City Sewerage Project (PCSP) yang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan pemerintah Australia serta Pemkot Palembang membuat Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-T).
SPAL-T yang berlokasi di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni ini ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2023 dengan luasan lahan 5,9 hektare. IPAL dapat menampung limbah dengan total kapasitas 20.300 m3 / hari dan melayani sekitar 21.700 sambungan rumah.
Nantinya proyek ini akan mengubah sistem pengolahan air limbah domestik Kota Palembang yang awalnya menggunakan On Site System dengan memanfaatkan septic tank yang dikelola tiap rumah menjadi Sistem IPAL Terpusat yang dikelola oleh lembaga. Sehingga kemungkinan kebocoran septic tank yang merembes dan mencemari air tanah dapat diatasi.
SPAL-T ditujukan kepada air limbah buangan yang dihasilkan oleh masyarakat dan industri perkantoran di Palembang. Dana pembangunan SPAL-T berasal dari beberapa sumber dengan rincian; Kementerian PUPR kurang lebih senilai Rp700 miliar, pemerintah Australia Rp450 miliar, Pemprov Sumatera Selatan Rp180 miliar, dan Pemkot Palembang senilai Rp280 miliar.
Diharapkan proyek pemerintah ini dapat mengatasi permasalahan limbah di Sungai Musi yang berkepanjangan. Masyarakat juga mendapatkan haknya atas akses air bersih dan sanitasi yang baik. Selain itu, kerja sama yang melibatkan pemerintah Australia juga merupakan hal yang patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan negara — negara di dunia terkait urgensi permasalahan sanitasi dan air bersih yang merupakan salah satu isu yang tercantum pada SDG’s ke 6 dan merupakan pembahasan di PBB.
Sumber :
Enimekspres.co.id (2023) Tinjau proyek IPAL, Wagub: Masyarakat Palembang bakal nikmati Lingkungan Bersih, enimekspres.co.id. Tersedia di: https://enimekspres.disway.id/read/655289/tinjau-proyek-ipal-wagub-masyarakat-palembang-bakal-nikmati-lingkungan-bersih (Diakses: 1 Maret 2023).
PP Lampiran VI Salinan PP Nomor 22 Tahun 2021 (Baku Mutu Air) — presiden Republik Indonesia lampiran (2021) Studocu. Tersedia di : https://www.studocu.com/en-au/document/australian-institute-of-personal-trainers/acounting/pp-lampiran-vi-salinan-pp-nomor-22-tahun-2021-baku-mutu-air/32644831 (Diakses : 1 Maret 2023).
Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiwa), 2018–2020 Bps Prov Sumatera selatan. Tersedia di: https://sumsel.bps.go.id/indicator/12/51/1/jumlah-penduduk.html (Diakses : 1 Maret 2023).
Setianto, Heri & Fahritsani, Husni. (2019). Faktor Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Pencemaran Sungai Musi Kota Palembang. Media Komunikasi Geografi. 20. 186. 10.23887/mkg.v20i2.21151.
메타데이터
- post_id
- b38429485cd
- slug
- menilik-kondisi-sungai-musi-dan-proyek-spal-t-di-provinsi-sumatera-selatan-b38429485cd
- url
- https://medium.com/@dwigustiara2004/menilik-kondisi-sungai-musi-dan-proyek-spal-t-di-provinsi-sumatera-selatan-b38429485cd
- canonical_url
- https://medium.com/@dwigustiara2004/menilik-kondisi-sungai-musi-dan-proyek-spal-t-di-provinsi-sumatera-selatan-b38429485cd
- author_url
- https://medium.com/@dwigustiara2004
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 02:09:13