← Back to list

Why Do Some People Grow Old but Never Really Grow Up?

“I don’t want ever to be a man. I want always to be a little boy and to have fun." – Peter Pan.

RTC UI FM · 2026-05-23 12:44 · 6 claps · 2.7 min read
#childish #peter-pan-syndrome #phsychology
Open on Medium ↗

Why Do Some People Grow Old but Never Really Grow Up?

“I don’t want ever to be a man. I want always to be a little boy and to have fun." – Peter Pan.

Sumber: Disney

Sumber: Disney

Gen Muda pasti familiar sama yang namanya Peter Pan, kan? Yup! Peter Pan adalah karakter fiksi yang diciptakan oleh novelis asal Skotlandia, yaitu JM Barrie. Ternyata kisah Peter Pan ini bukan sekadar dongeng anak-anak biasa, lho, Gen Muda! Di balik karakter cowok kecil yang bisa terbang dan nolak tumbuh dewasa itu, ternyata ada istilah psikologi yang disebut Peter Pan Syndrome. And honestly, fenomena ini semakin sering kita temukan di kehidupan nyata.

Coba deh lihat sekitar. Gen Muda pernah lihat nggak, sih, ada orang yang umurnya sudah kepala dua bahkan kepala tiga, tapi hidupnya cuma mau buat senang-senang aja? Dikit-dikit ngeluh, nggak bertanggung jawab, tapi selalu ingin dimengerti tanpa berusaha mengerti orang lain. Kalau ada masalah, sifatnya juga childish. Nah, bisa jadi itu adalah tanda-tanda Peter Pan Syndrome.

Sini Kenalan Sama Peter Pan Syndrome!

Simpelnya, Peter Pan Syndrome adalah istilah populer untuk menggambarkan orang dewasa yang secara emosional belum "dewasa". Walaupun secara fisik sudah dewasa, pola pikir dan perilakunya masih cenderung seperti anak-anak.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Amerika, Dan Kiley, melalui bukunya yang berjudul The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up tahun 1983. Awalnya istilah ini lebih dikaitkan dengan laki-laki. Namun, sekarang banyak psikolog percaya kalau siapapun bisa mengalami pola perilaku ini, alias regardless gender.

Perlu diketahui juga bahwa Peter Pan Syndrome bukan termasuk gangguan mental resmi. Istilah ini tidak tercantum dalam pedoman diagnosis psikologi seperti DSM-5, tetapi lebih mengarah pada pola perilaku seseorang yang menghambat perkembangan emosional.

"I Just Wanna Have Fun" Tapi Keterusan!

Sumber: RRI.co.id

Sumber: RRI.co.id

Sebenarnya, nggak ada yang salah kalau kita ingin menikmati hidup atau punya jiwa yang muda. Seperti kata Tulus, "Muda jiwa selamanya muda." Mungkin kamu juga pernah merasa ingin balik ke masa kecil yang carefree dan belum banyak tekanan. Namun, masalah muncul ketika seseorang terlalu takut menghadapi kedewasaan hingga terus menghindari tanggung jawab. Akibatnya, mereka lebih memilih untuk hidup nyaman tanpa memikirkan konsekuensi atas tindakannya sendiri.

Beberapa ciri yang sering ditemukan pada seseorang dengan Peter Pan Syndrome antara lain:

  1. Sulit berkomitmen dalam hubungan
  2. Menghindari pembicaraan serius
  3. Tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan
  4. Sulit mengelola emosi
  5. Bergantung pada orang lain
  6. Cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain

Pokoknya vibes-nya kayak, "Aku mau hidup bebas, tapi orang lain tolong deh urusin konsekuensinya."

Kenapa Seseorang Bisa Menjadi "Peter Pan"? Bisa Berubah, Nggak?

Salah satu penyebabnya adalah pola asuh yang terlalu overprotective. Jadi sejak kecil, mereka nggak dibiasakan menghadapi masalah sendiri hingga ketika masuk dunia dewasa yang penuh tekanan, mereka kaget dan merasa nggak siap. Selain itu, ada juga faktor lain seperti adanya trauma masa kecil, takut gagal, takut ditolak, lingkungan toxic, sampai tekanan ekonomi dan sosial.

Seseorang dengan Peter Pan Syndrome, tentu bisa berubah dengan syarat orang tersebut harus sadar kalau ada pola yang salah dalam dirinya. Kedewasaan memang tidak datang secara instan, tetapi bisa dilatih secara perlahan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Meningkatkan kesadaran diri
  2. Belajar mandiri secara emosional
  3. Bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil
  4. Membangun komunikasi yang sehat
  5. Mencari bantuan profesional jika diperlukan

Menjadi dewasa memang tidak selalu mudah. Namun, terus-menerus menghindari tanggung jawab juga bukan solusi. Menjadi dewasa bukan berarti nggak boleh bersenang-senang, tetapi dewasa adalah tentang bagaimana menjalani hidup dengan lebih bertanggung jawab.

Sumber:

BINUS University Bekasi. (2024). Kisah Peter Pan tak selamanya indah: Kenali Peter Pan syndrome di dunia nyata. https://binus.ac.id/bekasi/2024/05/kisah-peter-pan-tak-selamanya-indah-kenali-peter-pan-syndrome-di-dunia-nyata/

Clinic, C. (2024). Peter Pan syndrome may have you saying, ‘I don’t want to grow up.’ Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/peter-pan-syndrome


메타데이터
post_id
b3af43f0733e
slug
why-do-some-people-grow-old-but-never-really-grow-up-b3af43f0733e
url
https://medium.com/@rtcuifm/why-do-some-people-grow-old-but-never-really-grow-up-b3af43f0733e
canonical_url
https://medium.com/@rtcuifm/why-do-some-people-grow-old-but-never-really-grow-up-b3af43f0733e
author_url
https://medium.com/@rtcuifm
status
ok
fetched_at
2026-08-01 05:12:52