A Dance with Destiny at The Midnight Library by Matt Haig
Confusion is an important part of life.

A Dance with Destiny at The Midnight Library by Matt Haig
Confusion is an important part of life.
Tentu, banyak sekali faktor yang akan membantumu untuk menentukan semua keputusan yang kau buat. Namun, sebagian besarnya akan ditentukan oleh faktor yang bernama “perasaan”. Tanpa kita sadari, ternyata begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi “perasaan”. Dan bahkan, terkadang kita tidak tahu bahwa terdapat sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai “perasaan”. Mungkin lebih tepatnya bukan tidak tahu, tapi lupa.
Kita ditakdirkan untuk lahir, hidup dan mati sekali. Lahir dengan tidak tahu apa-apa, hidup dengan harapan untuk belajar, dan ingin mati dengan sedikit penyesalan. Tapi karena ini semua adalah pengalaman pertama, kita tidak pernah tau mana yang hitam dan putih. Apakah itu pink? atau boleh ku panggil merah muda? apakah cyan dan tosca sama? atau ternyata mereka berbeda seperti magenta dan maroon? Kita tidak akan pernah tahu sebelum salah. Dan ini lah kenapa menurutku, confusion is an important part of life.
THE MIDNIGHT LIBRARY
Buku ini aku temukan tanpa sengaja. Namun dalam kamusku, tidak ada ketidak sengajaan. Sama seperti Nora Seed yang mendapatkan kesempatan untuk mengalami kehidupan between life and death. Aku percaya akan Destiny. Seperti soal ujian yang sudah ditulis dengan rapih, namun kita tetap harus mengisi pilihan gandanya dengan tepat. Tapi seperti yang ku nyatakan tadi, kita tidak akan pernah tahu sebelum salah. Hal itu terkadang membuat hidup terdengar menantang dan menarik. Namun banyak bagiannya yang membuat kita lupa untuk tertawa, dan berujung pada kegelisahan dan tangisan.
“Bagaimana bisa aku berakhir disini?” pertanyaan singkat yang dapat membuatmu terlarut dalam kebingungan. Yang jika kau tidak tahu arah untuk melangkah, kau akan terjebak dalam kelabu yang tidak berujung. Kau tak pandai dalam memetakan masalah dan berimajinasi untuk menemukan solusi. Terbiasa untuk menerima tujuan yang sudah ditentukan oleh orang lain, hingga lupa bahwa kau akan selalu sendirian dalam menghadapi rintangan didalamnya. Terlalu fokus untuk mencapai puncak air terjun, tanpa menyiapkan diri untuk terjun kebawahnya. Terlalu sibuk untuk berproses hingga lupa untuk berhenti sejenak untuk merenung. Berujung pada keputusan ceroboh. Berujung sakit. Sendirian.
Tapi hal yang menarik dari kehidupan adalah tumbuh. Seperti anak SD yang diberikan tugas untuk menumbuhkan toge dari bibit, lalu menunggu selama seminggu dan melihatnya tumbuh hingga tinggi. Kau mencoba lalu gagal. Kau berpendapat tapi kurang tepat. Kau berlomba lalu kalah. Semua proses itulah yang membuat mu tumbuh. Semua kebingungan itulah yang memberikanmu jawaban. Dan sebagian besar jawabannya harus kau temukan dan rasakan sendiri untuk menjadi berarti.
Sama seperti Nora Seed, aku pun memiliki banyak penyesalan. Namun hingga sekarang aku baru berani menyatakan hal ini. Karena menurutku kau tidak boleh menyesal akan keputusan yang kau buat sendiri. Dan aku mencoba untuk mempertahankan idealisme itu untuk terus bertahan dan melangkah. Aku jatuh cinta dengan menulis dari kecil. Berawal dari admiration terhadap lirik lagu dan berkenalan dengan puisi, hingga akhirnya memberanikan diri untuk membaca buku novel tebal yang dulu ku pikir tidak akan pernah berhasil ku tamatkan. Aku menemukan keinginan untuk menjadi penulis dengan menyelam di jurusan sastra inggris untuk menemukan begitu banyak cara lain untuk menulis kata indah. Namun tentu saja orang tua ku tidak setuju dan akhirnya aku berhenti menulis. Tentu, itu sakit. Tapi itu hanya salah satu dari banyaknya penyesalan yang membawaku ke penyesalan lainnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti menyesal, dan mulai kembali menulis.
“Kalau kau menargetkan menjadi sesuatu yang bukan dirimu, kau akan selalu gagal”, tapi nyatanya menemukan sesuatu yang “dirimu” merupakan hal yang sulit. Menikmati kebingungan juga bukan hal yang mudah. You’ll find yourself in a desperate situation. Sometimes you lose your way and feel hopeless. Seakan terjebak di satu stasiun. Kau tahu bagaimana cara membeli tiket keretanya, kau tahu kepada siapa untuk bertanya, tapi kau tidak tahu harus berhenti di stasiun mana. Rasanya lelah, namun bunga matahari pernah berucap, “Aku adalah bunga yang tidak memiliki wangi seperti yang lain, namun dalam kebingunganku, aku terus bergerak mengikuti matahari walaupun aku tidak tahu bagaimana hasilnya. Akhirnya, biji bungaku bertumbuh dengan sempurna dan dapat memberikan manfaat. Tidak semua orang mau bergerak dalam keadaan kebingungan”. Di titik itulah kau akan sadar. Kau ingin hidup.
“Kau tidak perlu mengerti kehidupan, kau hanya perlu menjalaninya”
메타데이터
- post_id
- b3ffcc9fa05b
- slug
- a-dance-with-destiny-at-the-midnight-library-by-matt-haig-b3ffcc9fa05b
- url
- https://medium.com/@osana23/a-dance-with-destiny-at-the-midnight-library-by-matt-haig-b3ffcc9fa05b
- canonical_url
- https://medium.com/@osana23/a-dance-with-destiny-at-the-midnight-library-by-matt-haig-b3ffcc9fa05b
- author_url
- https://medium.com/@osana23
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 08:45:44