Catatan Harian Vulkan
Belajar Vulkan
Catatan Harian Vulkan
Belajar Vulkan
Photo by James Harrison on Unsplash
Halo-halo! Ketemu lagi dengan di Medium story-ku. Btw, di-story ini aku pake bahasa Indonesia, yaa! Bosen kalo pake Inggris terus hehe, variasi lah dikit-dikit. Di story ini aku akan cerita mengenai pengalamanku saat belajar Vulkan.
Perlu di garisbawahi bahwa story ini bukanlah sebuah tutorial, melainkan hanya sharing pengalamanku selama belajar Vulkan. Dan, aku masih newbie dalam semua dunia Vulkan, OpenGL, dan semua hal yang berkaitan dengan Graphic Programming. Maka dari itu, jangan jadikan story ini sebagai tutorial, tapi jadikan sebagai semangat buat teman-teman semua untuk belajar Vulkan 😁
Apa itu Vulkan?
Mengutil dari laman Khronos Vulkan Tutorial, Vulkan merupakan API abstraksi untuk graphic card atau GPU. Vulkan dapat dianggap sebagai graphic API, tetapi sebenarnya Vulkan itu lebih dari itu. Vulkan berada di satu layer bawah graphic API. Vulkan mengatur penggunaan GPU untuk mengelola gambar yang ditampilkan pada layar komputer.
Yang membedakan Vulkan dengan graphic API lain seperti OpenGL, adalah Vulkan dapat berjalan secara multi-threading dan cross-platform. Hal inilah yang menyebabkan Vulkan dianggap sangat powerful untuk mengelola graphic pada komputer, terutama pada games.
Gimana Cara Ku Belajar Vulkan?
Banyak sekali resources belajar Vulkan yang ada di internet. Ada tutorial official Vulkan, tutorial Vulkan dengan menggunakan VkBoostrap, hingga tutorial Vulkan yang sangat komprehensif. Tiga website tersebut menjadi sumber utamaku dalam belajar Vulkan. Selain itu, banyak sekali video tutorial di YouTube yang menjelaskan apa itu Vulkan disertai dengan contoh implementasinya.
Secara pribadi, aku lebih suka kombinasi antara nonton video dan baca artikel tutorial. Saat masih awam dengan Vulkan, aku akan mulai belajar dengan menonton video karena menonton video tutorial itu tidak membuatku ngantuk dan penjelasan yang diberikan itu bakal lebih mudah dicerna karena kita hanya perlu mendengarkan saja.
Langkah selanjutnya setelah menonton video adalah mulai untuk membaca artikel mengenai Vulkan. Baik artikel dalam bentuk tutorial atau tutorial yang lain. Membaca artikel mengenai Vulkan memang berat dan melelahkan, tetapi ilmu, pengetahuan, dan informasi mengenai “apa itu Vulkan” sebenarnya, hanya dapat didapat secara maksimal melalui membaca. Oleh karena itu, aku sarankan bagi kalian yang ingin mulai belajar Vulkan, mulailah dengan menonton video-video dan kemudian diikuti membaca artikel, dan dilengkapi dengan mencoba mengimplementasikan video dan artikel yang telah kalian tonton dan baca.
Overall, in my opinion, Vulkan memang sulit. Meskipun bisa dibilang kita hanya “menggunakan” API, tapi banyak yg perlu dikelola dan diperhatikan saat melakukan pemanggilan API ini. Pada story selanjutnya, aku akan bercerita mengenai hasil belajarku di setiap tahap implementasi Vulkan.
See you on the next story 👋
메타데이터
- post_id
- b400dc8565f4
- slug
- catatan-harian-vulkan-b400dc8565f4
- url
- https://medium.com/@mprtmma/catatan-harian-vulkan-b400dc8565f4
- canonical_url
- https://medium.com/@mprtmma/catatan-harian-vulkan-b400dc8565f4
- author_url
- https://medium.com/@mprtmma
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13