← Back to list

Menolak Lupa Dengan Aksi Kamisan : Untuk Mereka Yang Dihilangkan Negara

Ini adalah Aksi Kamisan kedua yang di ikuti oleh penulis, kedua aksi itu di ikuti di kota yang sama yaitu Jember. Dari pengalaman itu…

S. Prasetya · 2026-05-21 20:03 · 0 claps · 2.3 min read
#politics #goverment #history #students #social-movements
Open on Medium ↗
Wiki topics: HIS · History EDU · Education & Learning 🔒 · Cybersecurity 🏛️ · Politics

Menolak Lupa Dengan Aksi Kamisan : Untuk Mereka Yang Dihilangkan Negara

Aksi Kamisan Jember (21/05)

Aksi Kamisan Jember (21/05)

Ini adalah Aksi Kamisan kedua yang di ikuti oleh penulis, kedua aksi itu di ikuti di kota yang sama yaitu Jember. Dari pengalaman itu, penulis ingin mengajak pembaca merefleksikan gerakan Kamisan dan relevansinya untuk kondisi hari ini. Aksi Kamisan pertama kali diadakan di Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2007 di depan Istana Merdeka. Aksi Kamisan merupakan bentuk solidaritas untuk mereka yang menjadi korban kekerasan oleh Negara, hal ini adalah wujud perlawanan dan peringatan keras terhadap kesewenang-wenangan yang dilakukan penguasa. Maria Katarina Sumarsih Ibunda dari Bernadus Realino Norma Irawan (Wawan), seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya, Jakarta. Salah satu aktivis yang tewas di tangan Negara yang ia cintai, sang Ibunda selalu mengingat luka dalam kehilangan seorang anak yang amat disayangi. Bersama Suciwati yang merupakan Istri Munir (Aktivis HAM) mulai menggagas gerakan Kamisan sebagai pengingat luka dan wujud solidaritas bagi korban pelanggaran HAM, suaminya yang juga mendirikan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) merupakan aktivis yang selalu vokal berjuang melawan ketidakadilan dan kekerasan negara. Juga bersama Yati Andriyani dan Haris Azhar (Mantan Koordinator KontraS), gerakan Kamisan dapat terbentuk dan rutin dilakukan hingga detik ini.

Pergerakan yang konsisten ini menambah semangat perjuangan dikalangan para aktivis yang aktif menyuarakan ketidakadilan, terlepas daripada itu Aksi Kamisan juga berperan sebagai alarm negara agar tetap berada dalam rel Reformasi. Pasca runtuhnya kekuasaan rezim Soeharto (Orde baru), merupakan angin segar dan babak baru bagi bangsa Indonesia yang telah tunduk dalam rantai tirani selama 32 tahun. Masyarakat sipil dipenuhi ketakutan saat rezim Orde baru berkuasa, suara dibungkam, pers di bredel, gerakan mahasiswa dipaksa mati suri. Namun, Reformasi telah membuka belenggu Otoritarianisme Soeharto, memang sedih rasanya saat melihat bagaimana kondisi yang terjadi saat itu, Militerisme dan kekuasaan Oligarki mengakar tanpa memberi ruang gerak untuk masyarakat. Tapi terlepas dari masa lalu, menurut penulis itulah yang membentuk rasa perlawanan terhadap Tirani.

Meski Aksi Kamisan terus berjalan hingga hari ini, masih banyak masyarakat, mahasiswa, dan pemimpin daerah yang lupa akan bahaya Otoritarianisme yang berpadu dengan Militerisme. Bagaimana tidak?, Aksi Kamisan hanya dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki rasa kesadaran dan kepedulian. Tapi, terlepas akan hal itu penulis mensyukuri masih ada ekosistem gerakan yang tetap mau turun dan melebur dalam Aksi Kamisan, yang menjadi wadah pembentukan kesadaran juga penyadaran terhadap pentingnya menjaga Demokrasi. Pentingnya atensi terhadap supremasi sipil dan menjaga Demokrasi dapat membentuk kesadaran bagi masyarakat, terutama Mahasiswa yang esensinya adalah pengawas para penguasa. Tidak banyak memang yang dapat penulis sampaikan, mungkin tulisan ini merupakan rasa syukur dan bentuk berbagi pengalaman kepada pembaca. Dari Kamisan kita dapat mempelajari banyak hal, salah satunya adalah perjuangan melawan ketidakadilan tidak akan pernah usai, ia akan selalu lahir dalam bentuk gelombang perlawanan yang beragam, baik secara radikal maupun dialogis. Pemerintahan saat ini memang ada baiknya bila kita sebut sebagai representasi Orde Baru, dapat kita lihat bagaimana bibit-bibit Otoritarianisme dan Militerisme mulai muncul kembali, pembungkaman pers, penggembosan gerakan mahasiswa juga semakin masif terjadi bahkan sampai terang-terangan, diantaranya adalah Aksi Demonstrasi yang disusupi oleh aparat hingga pembubaran Nobar film dokumenter Pesta Babi. Semoga semangat perjuangan akan tetap hidup di Bangsa Ini, memang benar kata Pram, Sekecil-kecilnya perlawanan adalah perlawanan. Maka dari itu, sebagai masyarakat yang memiliki kesadaran, memang sudah tugas kita untuk memberikan tamparan keras terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh negara.


메타데이터
post_id
b42e9c061d0a
slug
menolak-lupa-dengan-aksi-kamisan-untuk-yang-hilang-dan-dibungkam-b42e9c061d0a
url
https://medium.com/@sakhaop05/menolak-lupa-dengan-aksi-kamisan-untuk-yang-hilang-dan-dibungkam-b42e9c061d0a
canonical_url
https://medium.com/@sakhaop05/menolak-lupa-dengan-aksi-kamisan-untuk-yang-hilang-dan-dibungkam-b42e9c061d0a
author_url
https://medium.com/@sakhaop05
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30