Jatuh Suka
Ini semua bukan salahmu. Punya magis perekat yang sekuat itu.
Jatuh Suka

Ini semua bukan salahmu. Punya magis perekat yang sekuat itu.
Aku jatuh suka.
Di akun yang tidak ada seorangpun membaca tulisan ini, aku ingin mengaku tentang perasaanku selama 8 tahun.
Halo Kak Adam
Entah kapan tulisan ini akan dibaca, atau mungkin tidak akan pernah terbaca hingga kapanpun. Tapi aku ingin jujur, kepada hatiku dan kamu.
Mungkin Kakak tidak mengingatku, dan itu tidak apa-apa.
Hai, Aku Dara
Kita pernah beberapa kali berpapasan di sekolah — sebenarnya aku yang mencari keberadaan Kakak. Pernah juga aku hubungi Kakak lewat WhatsApp untuk meminta dokumetasi acara. Bukan sebuah momen besar atau berarti, dan sebenarnya tidak ada alasan juga untuk mengingatnya.
Tapi ternyata untukku, itu menjadi momen besar dan satu-satunya yang aku punya.
Menyedihkan bukan? aku seperti hopeless romantic yang menganggap setiap momen kecil merupakan titik balik kisah percintaanku.
Saat itu, aku pikir aku akan berhenti memikirkanmu karena sudah tercapai bisa berinteraksi denganmu secara langsung melalui chat. Tapi aku menjadi rakus dan berharap lebih. Untukku, semuanya berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
Lucu ya.
Kadang seseorang bisa menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup kita, sementara kita bahkan tidak pernah menjadi satu halaman pun dalam hidupnya.
Aku pernah menyukaimu — dan masih, sejak 8 tahun lalu.
Cukup lama sampai akhirnya aku sendiri lupa sejak kapan tepatnya perasaan itu mulai berubah menjadi kebiasaan.
Selama ini aku selalu mendoakanmu diam diam. Senang ketika mendengar kabar baik tentangmu. Ikut bangga juga setiap kali ada hal keren yang dicapai, meskipun kamu tidak pernah tau bahwa ada orang lain yang diam diam ikut merayakan keberhasilanmu.
Lalu aku tersadar, aku tidak pernah benar-benar mengenalmu.
Aku hanya melihat kamu versi yang diposting di Instagram, pencapaianmu, kegiatanmu, hasil foto kamu yang presisi. Aku suka semuanya, tapi sekali lagi aku sadar, itu semua hanya bagian terluar. Yang berarti, aku tidak pernah benar-benar mengenalmu. Aku hanya mengenal versi dirimu yang kulihat dari kejauhan.
Mungkin alasan itu lah yang membuatku tidak pernah berbuat apapun atas perasaan ini. Rasanya tidak adil menyatakan perasaan kepada seseorang yang bahkan tidak benar-benar mengenal kita.
Mungkin kamu juga heran, apakah aku tidak pernah mencoba untuk memulai dengan yang lain? membuka hati untuk orang lain misalnya.
Percayalah, aku mencoba banyak hal.
Aku kuliah, bertemu teman, aku juga terinspirasi untuk mengikuti lomba dan mengikuti program pertukaran mahasiswa. Semua aku coba, bahkan aku juga mencoba menyukai orang lain.
Kupikir semua itu akan membuatku melupakanmu, ternyata tidak sesederhana itu.
Bukan karena aku masih berharap.
Bukan juga karena aku tidak bisa move on.
Hanya saja, cerita yang tidak pernah dimulai memang sulit menemukan akhirnya.
Semua terdengar seperti aku meminta balasan akan perasaanku bukan? tapi tidak. Hal seperti membalas perasaan terdengar seperti berlebihan apalagi untuk seseorang yang tidak pernah berinteraksi sekian lama.
Daripada itu, aku lebih ingin mengucapkan terima kasih.
Mungkin terdengar aneh, karena Kakak tidak pernah melakukan sesuatu secara langsung untukku. Tapi tanpa sadar, kehadiran Kakak pernah menjadi alasan aku ingin menjadi versi diriku yang lebih baik.
Aku belajar lebih rajin.
Lebih berani mencoba hal-hal baru.
Aku juga jadi mengetahui hal-hal keren yang bisa dijadikan tujuan. Contohnya pergi ke Spanyol dan lolos PCPM BI.
Melihatmu sukses mencapai tujuanmu membuatku tersadar bahwa aku hidup di dalam bubble ku sendiri. Ternyata dunia ini begitu luas dengan hal-hal yang menakjubkan. Dan kamulah orang yang membuatku melihat dunia itu lebih luas.
Jadi, terima kasih.
Untuk semua hal yang bahkan mungkin tidak pernah kamu sadari.
Dan maaf.
Kalau tanpa sepengetahuanmu, kamu pernah menjadi tokoh utama di satu bab yang cukup panjang dalam hidupku.
Semoga hidup Kakak selalu dipenuhi orang-orang baik, pekerjaan yang membahagiakan, kesehatan, dan hal-hal yang membuat Kakak pulang setiap hari dengan perasaan cukup.
Oiya, aku juga mau berterima kasih sekali lagi karena menunjukkan foto-foto granada dengan sangat cantik. Membuatku ingin pergi juga kesana hihi.
(sesuai kata Kakak dulu, “You should thank me then :D”… nah, sekarang aku udah bilang makasih ya, hehe.)
메타데이터
- post_id
- b43d1ff5a0c7
- slug
- jatuh-suka-b43d1ff5a0c7
- url
- https://medium.com/@darari/jatuh-suka-b43d1ff5a0c7
- canonical_url
- https://medium.com/@darari/jatuh-suka-b43d1ff5a0c7
- author_url
- https://medium.com/@darari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-30 15:31:48