← Back to list

Bulan K3 Nasional, Perhutani KPH Banyumas Timur dan Damkar Purwokerto Latih Karyawan Sigap Hadapi…

Purwokerto, 18 Februari 2026 | Pagi itu, ruang rapat kantor Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur dipenuhi suasana…

Hijau Lestari · 2026-02-18 01:08 · 0 claps · 2.2 min read
#perhutani #kph-banyumas-timur #damkar #k3 #pelatihan
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy

Bulan K3 Nasional, Perhutani KPH Banyumas Timur dan Damkar Purwokerto Latih Karyawan Sigap Hadapi Kebakaran

Perhutani laksanakan pelatihan pemadaman api bersama Damkar Purwokerto (sumber: perhutani.co.id)

Perhutani laksanakan pelatihan pemadaman api bersama Damkar Purwokerto (sumber: perhutani.co.id)

Purwokerto, 18 Februari 2026 | Pagi itu, ruang rapat kantor Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur dipenuhi suasana serius namun hangat. Belasan peserta duduk memperhatikan layar presentasi, sementara petugas pemadam kebakaran (Damkar) berdiri di depan ruangan memberikan paparan teori tentang penanganan kebakaran. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan alat pemadam api ringan (APAR) pada Jumat (13/02) untuk memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan kerja.

Peserta tidak hanya datang dari karyawan internal. Selain perwakilan manajemen, pelatihan dihadiri oleh Komandan Regu Polisi Hutan Mobile dan Perwira Pembina (Pabin) Jagawana KPH Banyumas Timur.

Wakil Administratur KPH Banyumas Timur, Maman, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja. Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat bukan hanya tanggung jawab tim tertentu, tetapi harus menjadi kesadaran bersama.

“Melalui pelatihan ini, Perhutani berharap seluruh karyawan memiliki bekal pengetahuan dan keberanian untuk bertindak. Kepanikan sering muncul karena ketidaktahuan, dan itu yang ingin kita cegah,” ujarnya.

Dalam sesi teori, petugas Damkar Purwokerto yang berperan sebagai instruktur simulasi, Dhani, menjelaskan bagaimana kebakaran bisa terjadi, mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian kecil yang sering tidak disadari. Peserta juga dikenalkan pada prinsip dasar pencegahan, termasuk pentingnya mengenali sumber bahaya serta bertindak cepat sebelum api membesar.

“Penanganan awal sangat menentukan. Api kecil yang langsung ditangani akan jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan ketika sudah menyebar,” jelasnya.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman tentang jenis-jenis APAR dan fungsinya. Tabung berisi powder, misalnya, dinilai efektif untuk berbagai kelas kebakaran karena mampu menghambat reaksi kimia api sekaligus menutup akses oksigen. Penjelasan disampaikan secara sederhana agar mudah diingat, bahkan oleh peserta yang belum pernah bersentuhan dengan situasi darurat.

Setelah sesi teori selesai, kegiatan berlanjut ke halaman kantor untuk praktik langsung. Inilah momen yang paling dinanti, karena peserta dapat mencoba sendiri teknik pemadaman. Simulasi dimulai dengan metode sederhana: memadamkan api kecil menggunakan kain basah. Dhani beserta tim praktik memperagakan cara menutup sumber api dengan cepat dan rapat agar tidak ada celah udara yang masuk.

Beberapa karyawan maju bergantian. Gerakan mereka terlihat hati-hati, tetapi arahan yang jelas membuat proses berjalan lancar. Api pun padam hanya dalam hitungan detik, meninggalkan rasa lega sekaligus takjub bahwa tindakan sederhana dapat mencegah situasi menjadi lebih berbahaya. Meski demikian, terdapat canda tawa dari masing-masing karyawan yang mencoba. Mereka menghaturkan bahwa rasa panik ternyata bisa menggagalkan padamnya api. Yang lain mengaku bahwa ketika mendekati sumber api, rasa panas begitu mencuat, namun kain basah tetap harus diletakkan agar api padam.

Praktik berikutnya menggunakan APAR berisi powder. Peserta diajarkan langkah dasar yang mudah diingat: tarik pin pengaman, arahkan nozzle ke pangkal api, tekan tuas, lalu sapukan semprotan secara merata.

Menjelang siang, kegiatan berakhir dengan evaluasi singkat dan diskusi ringan. Meski halaman kantor kembali tenang, ada pemahaman baru yang tertanam: keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan kebiasaan yang harus dijaga setiap hari. Dengan pengetahuan yang telah diperoleh, diharapkan setiap individu dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah risiko dan menjaga lingkungan kerja tetap aman. Para peserta pun merasakan manfaat nyata dari kegiatan tersebut. Tidak hanya menambah wawasan, pelatihan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri jika suatu saat harus menghadapi kondisi tak terduga. (*Mei)


메타데이터
post_id
b44b09c4bfdd
slug
bulan-k3-nasional-perhutani-kph-banyumas-timur-dan-damkar-purwokerto-latih-karyawan-sigap-hadapi-b44b09c4bfdd
url
https://medium.com/@hijau_lestari/bulan-k3-nasional-perhutani-kph-banyumas-timur-dan-damkar-purwokerto-latih-karyawan-sigap-hadapi-b44b09c4bfdd
canonical_url
https://medium.com/@hijau_lestari/bulan-k3-nasional-perhutani-kph-banyumas-timur-dan-damkar-purwokerto-latih-karyawan-sigap-hadapi-b44b09c4bfdd
author_url
https://medium.com/@hijau_lestari
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13