Saya dan Data: Hubungan yang Tidak Sengaja Terbentuk
#143: Cerita kecil dari seseorang yang dulu tak percaya hasil tes psikologi
Refleksi
Saya dan Data: Hubungan yang Tidak Sengaja Terbentuk
#143: Cerita kecil dari seseorang yang dulu tak percaya hasil tes psikologi
Photo by S O C I A L . C U T on Unsplash
Sudah dua pekan saya mengerjakan pengolahan data pelanggan. Meski ini di luar pekerjaan utama saya, saya tetap menikmatinya. Entah mengapa saya merasa senang melakukannya. Berjam-jam duduk memandangi layar monitor dan berkutik dengan data, membuat saya sering lupa waktu. Bahkan, rasa lapar pun kadang tidak terasa.
Perasaan ini sama ketika saya masih bekerja sebagai pemrogram komputer atau kuliah dulu. Menyelesaikan suatu masalah menjadi sangat menarik dan menyita waktu. Tidak ada perasaan bahwa itu adalah hal yang negatif, justru itu seperti bagian dari diri sendiri yang sebenarnya.
Bagian yang paling menyenangkan dari mengolah data adalah penyajiannya. Memikirkan bagaimana menyajikan data agar mudah dipahami pembaca atau atasan terasa cukup menantang. Data terkadang merupakan suatu hal yang kompleks dan menyebalkan ketika datanya masih mentah. Yang hanya tersaji dalam bentuk baris dan kolom.
Saya seperti sedang bercerita melalui data. Mengolahnya benar-benar seperti sedang membangun sebuah blok-blok kecil menjadi sesuatu yang berarti. Bukan hanya mudah dipahami, tapi juga nikmat saat dipandang.
Mungkin karena saya suka visual, saya menjadikan data sebagai hal yang perlu dirapikan agar enak dilihat. Perasaan ini sama seperti saat saya masih bekerja sebagai pemrogram komputer, atau ketika masih kuliah dulu. Saya tertarik dengan hal-hal yang bersifat visual, seperti User Interface (UI), User Experience (UX) dan Front-end Web Developer — orang yang bertugas mengubah desain visual menjadi tampilan interaktif di website dengan menggunakan bahasa pemrograman
Saya jarang sekali bermain-main dengan data. Alih-alih menghindarinya, saya justru berusaha menemukan cara agar bisa menikmatinya. Tidak seperti seorang Database Engineer atau Back-End Developer yang kerap bersinggungan dengan data, saya biasa hanya bertugas menggunakan data yang telah diolah mereka. Jadi, cukup jarang menemukan perasaan antusias yang dihasilkan ketika mengolah data.
Akan tetapi, anehnya, saat tes psikologi dari kampus dulu, hasilnya menunjukkan bahwa saya cocok bekerja di bidang analitis. Saya termasuk orang yang kreatif dan juga suka analitis, katanya. Saya tidak percaya pada hasil tersebut waktu itu. Rasanya itu adalah hasil yang salah. Namun, hari ini, saya mulai meragukan pandangan saya waktu itu. “Apa mungkin hasil dari tes tersebut valid?” gumam saya.
Saya belum mau meyakini hal tersebut sepenuhnya, karena saya baru mengolah data dalam jumlah sedikit. Jumlah data yang saya pegang di kantor saat ini masih sedikit. Namun, sepertinya ada rumor akan semakin membesar. Penugasan ini terdengar menjadi sebuah tugas permanen yang akan saya pegang sepanjang bekerja di sini selain menjadi desainer grafis.
Entah apa yang akan terjadi di masa mendatang, apakah saya benar-benar suka mengolah data atau hanya sekedar “hangat-hangat tahi ayam” saja — berapi-api di awal, lalu perlahan meredup.
Mengolah data adalah hal yang sangat jarang saya kerjakan, terakhir kali adalah ketika mengolah data pelanggan saat bekerja sebagai teknisi jaringan tahun lalu. Jujur saja, saat itu saya juga cukup antusias mengerjakannya. Ada sesuatu yang membuat saya merasa terdorong untuk merapikan data-data yang berantakan. Saya seperti benci melihat data yang berantakan dan sulit dibaca. Gatal sekali sampai ingin merapikannya sesegera mungkin.
Itulah mengapa saya membuatkan sedikit sistem pengolahan data di sana menggunakan Google Sheets. Saya masih memiliki akses pada sheets tersebut, karena mereka khawatir akan ada perbaikan yang membutuhkan bantuan saya — beberapa waktu lalu sempat terjadi, pegawai baru mereka menghubungi saya untuk dibantu memperbaikinya.
Ini benar-benar sesuatu yang tidak pernah saya seriusi, tetapi tidak menduga akan begitu larut saat mengerjakannya. Sesuatu yang tidak pernah dipelajari secara mendalam ternyata menghasilkan keajaiban yang tidak terduga. Asumsi bahwa kompleksitas data akan melelahkan dan membuat seseorang stres, justru berubah menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan untuk dipecahkan.
Tulisan terkait:
메타데이터
- post_id
- b529931c586c
- slug
- saya-dan-data-hubungan-yang-tidak-sengaja-terbentuk-b529931c586c
- url
- https://medium.com/12n-interests/saya-dan-data-hubungan-yang-tidak-sengaja-terbentuk-b529931c586c
- canonical_url
- https://medium.com/12n-interests/saya-dan-data-hubungan-yang-tidak-sengaja-terbentuk-b529931c586c
- author_url
- https://medium.com/@frdi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-12 07:40:50