Finally, I Let It Go
Two years ago, I thought the pain would stay with me forever. Aku pikir aku akan hidup ditemani rasa marah, sedih, kecewa, dan semua…
Finally, I Let It Go
Two years ago, I thought the pain would stay with me forever. Aku pikir aku akan hidup ditemani rasa marah, sedih, kecewa, dan semua pertanyaan yang nggak pernah benar-benar terjawab. I thought healing only belonged to other people, not me.
Back then, I was hurt deeply. Bukan cuma karena apa yang terjadi, tapi karena perlahan aku mulai menyalahkan diriku sendiri juga. Aku mempertanyakan value diriku, penampilanku, apakah aku kurang, dan apakah aku memang pantas dicintai dengan benar. For a long time, I carried all that pain quietly.
Life kept going, people moved on, but inside my heart masih ada banyak rasa sakit yang ternyata belum benar-benar aku lepaskan. Dan jujur, aku baru sadar seberapa berat semuanya setelah aku mulai lelah membawa itu terus-menerus. Sampai akhirnya suatu hari aku sadar “I’m tired of carrying this.” And maybe that was the beginning of my healing.
Beberapa minggu terakhir, aku mulai kepikiran tentang perempuan yang dulu jadi bagian dari luka aku. Surprisingly, perasaan itu udah bukan marah, bukan benci, bukan iri hati lagi.
I just wanted peace.
At first, I was scared. Aku takut diabaikan. Takut dianggap aneh karena tiba-tiba datang lagi setelah dua tahun. Takut kalau semua ini malah membuka luka lama. Tapi jauh di dalam hati, aku tahu… niat aku udah beda sekarang. Aku nggak lagi mencari penjelasan. Aku nggak lagi mencari siapa yang salah. Dan yang paling penting, aku nggak lagi menunggu kata “maaf” yang selama ini mungkin diam-diam aku harapkan dari mereka. Somehow, I finally realized, I don’t need it anymore to heal. Aku nggak butuh validasi atau permintaan maaf untuk membuktikan kalau rasa sakitku dulu nyata. Aku tahu aku terluka, dan itu sudah cukup. Sekarang aku cuma ingin hidup lebih tenang. So I gathered all my courage and sent her a message. Bukan untuk membuka luka lama, berdebat, atau karena aku belum move on. But because I genuinely wanted both of us to be free from the past.
And unexpectedly… she replied kindly. Kami ngobrol dengan baik. Tidak ada drama, tidak ada kebencian, tidak ada rasa ingin saling menyalahkan lagi. Just two people who probably got hurt in different ways, finally choosing peace instead of resentment.
And honestly… something inside me changed after that. Aku sadar, aku nggak pernah kurang, aku nggak pernah salah hanya karena disakiti, dan aku tetap berhak bahagia setelah semua yang terjadi.
What happened in the past was painful, and some things were still wrong. Tapi sekarang aku melihat semuanya dengan hati yang lebih tenang. Maybe all of this was part of God’s way of teaching us something, tentang kehilangan, tentang ego, tentang rasa sakit, tentang bertumbuh, dan tentang healing.
For the first time in two years, my heart feels lighter.. Aku nggak lagi hidup ditemani rasa marah, aku nggak lagi bangun dengan kebencian atau dendam, aku nggak lagi menghukum diriku sendiri atas sesuatu yang bahkan bukan sepenuhnya salahku.
And honestly, I think that is one of the most beautiful feelings in the world, when your heart finally rests after surviving something you thought would destroy you forever.
Most importantly, I want to thank God. Karena di saat aku merasa sendirian, hancur, dan nggak kuat lagi, ternyata Tuhan tetap ada bersama aku. Pelan-pelan menyembuhkan aku, menenangkan aku, dan membawa aku sampai ke titik ini tanpa aku sadari.
Now I know, i survived, i healed, and I still deserve happiness after everything that happened. After this, aku nggak mau lagi hidup di dalam luka lama. Aku mau memperbaiki diriku dengan lembut, aku mau belajar mencintai dengan lebih sehat, aku mau memperbaiki hubunganku dengan orang-orang yang masih ada di hidupku. Aku mau punya hubungan yang lebih tenang dengan keluarga, dengan pasangan, dan yang paling penting… dengan diriku sendiri.
Not a perfect life. Just a lighter one.
And maybe this is what healing actually looks like, not forgetting the pain, but finally no longer letting it control your life.
Finally… I let it go. 🤍
메타데이터
- post_id
- b52e7aab0160
- slug
- finally-i-let-it-go-b52e7aab0160
- url
- https://medium.com/@angelsje/finally-i-let-it-go-b52e7aab0160
- canonical_url
- https://medium.com/@angelsje/finally-i-let-it-go-b52e7aab0160
- author_url
- https://medium.com/@angelsje
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30