← Back to list

Aku mau.

“Aku suka kamu,” begitu kataNya.

GreenSawi · 2026-03-18 04:04 · 0 claps · 0.9 min read
#refection
Open on Medium ↗

Aku mau.

“Aku suka kamu,” begitu kataNya.

“Aku sayang sama kamu,” lanjutNya.

“Aku mau bersamamu. Aku mau mengangkat tas kantormu yang berat. Aku mau mengantarmu pulang setelah seharian berkegiatan. Aku mau memakaikanmu jaket saat kita pulang di malam hari.

Aku mau menyuapimu saat kamu sakit, ketika seluruh tubuhmu terasa tidak punya tenaga untuk mengangkat sendok. Aku mau membawakan es krim yang sering kamu inginkan — yang sering kamu abaikan hanya karena tempatnya jauh.

Aku mau membawamu ke tempat-tempat yang belum pernah kamu kunjungi, melihat hal-hal yang bisa kamu pelajari. Aku mau mengambil fotomu dengan gaya yang kamu suka, karena kamu selalu penasaran bagaimana dirimu terlihat dari sudut pandang orang lain.

Aku ingin berjalan bersamamu, karena kamu selalu ingin menyelesaikan 6.000 langkah harianmu. Aku mau duduk menikmati kopi bersamamu — tanpa suara, hanya kamu, aku, dan buku baru kita.

Aku mau menemanimu berbincang sampai larut malam, tanpa ada yang memotong, tanpa harus terburu-buru selesai. Karena bagimu, berbincang adalah hal yang kamu sukai.

Aku ingin menjadi tempatmu bercerita — di mana kamu adalah pena, dan aku adalah buku yang tidak akan menilaimu, tidak akan memburukkanmu, tidak akan tergerus oleh waktu, meski malam sudah terlalu larut untuk pulang. Tidak ada yang mencari, karena mereka tahu kamu aman bersamaku.

Aku mau kamu memiliki masa depan bersamaku… hingga akhir — meski kita sendiri tidak tahu akhir itu seperti apa.”


메타데이터
post_id
b5a20f030bbb
slug
aku-mau-b5a20f030bbb
url
https://medium.com/@GreenSawi/aku-mau-b5a20f030bbb
canonical_url
https://medium.com/@GreenSawi/aku-mau-b5a20f030bbb
author_url
https://medium.com/@GreenSawi
status
ok
fetched_at
2026-08-09 18:04:23