photograph
hezekiel tidak tahu sampai kapan waktu akan mempertemukan dirinya dengan sang kekasih, maka dari itu setiap detik — setiap menit yang ia…
photograph
hezekiel tidak tahu sampai kapan waktu akan mempertemukan dirinya dengan sang kekasih, maka dari itu setiap detik — setiap menit yang ia lalui bersama abisha adalah waktu terbaik dalam hidupnya.
tak bisa ia bayangkan apa jadinya jika abisha pergi, mungkin senyum tulus yang terlukis di wajahnya tak berarti hal yang sama lagi.
tangannya menggenggam abisha erat, tangan itu dingin — tetapi tidak pucat. persis seperti sebulan belakangan ini. syukurnya nafsu makan abisha tetap baik, rambutnya pun tidak rontok.
selagi mendengar bunyi mesin hd yang saling bersahut-sahutan, tak sekalipun hezekiel memalingkan pandangannya pada abisha.
bagaimana tidak, kekasihnya itu terlihat cantik dalam balutan kaos lengan panjang. jelas kaos itu bukan miliknya karena kaos itu adalah milik hezekiel yang sudah lama ia akuisisi masuk ke dalam lemari nya.
abisha sangat menyukai bau kekasihnya, tidak begitu pekat tetapi selalu membuat abisha tenang. setidaknya dengan memakai bajunya kiel, abisha bisa merasakan hadir kekasihnya itu meski mereka tengah berjauhan.
tapi kini, abisha di sana. turut memandang ke arah hezekiel yang sudah mengukirkan senyum lebar, dia terlihat senang usai membaca chat dari mama nya abisha yang menyebutnya calon menantu.
telinganya memerah, saat itu juga hezekiel beranjak dari tempat duduknya yang tadi tepat di sebelah abisha.
“gilaa… aku tersenyum sampai mukaku sakit.”
abisha tertawa lepas, tak mempedulikan pasien lain yang ada di kamar mereka. “mentang-mentang udah dapat restu, langsung lagak gitu ya modelannya.”
mendengar hal itu tidak membuat senyum hezekiel luruh, justru ia menghampiri abisha dan mengecup keningnya sekilas.
“iyah.. nanti kalau uang aku udah terkumpul banyak — kita menikah ya sayang..”
abisha menganggukkan kepalanya. “tunggu aku sembuh yaa..”
“pasti dong, cantik.. aku bakalan selalu ada buat kamu.” jawab hezekiel mantap sembari mengusap rambut abisha yang masih lebat.
merasa tangannya terkurung oleh dekapan hezekiel, buru-buru abisha memberontak pelan.
“udah ah.. nanti selangnya kesenggol.”
“oh iya! maaf sayang..”
“minta hp dong… aku mau posting foto yang tadi.” pinta abisha mengulurkan tangannya.
saat itu juga hezekiel merogoh saku belakang celananya yang menyimpankan hp nya abisha saat petugas tengah memakaikan peralatan hd di tubuhnya.
“mau request lagu apa — eh ngga jadi, aku ada lagu yang lagi aku suka.”
melihat abisha yang begitu senang, membuat hezekiel hanya bisa tersenyum gemas. diusaknya rambut tebal abisha dan menyisirkannya ke belakang, membuat hezekiel bisa membubuhkan kecupan hangat lagi dan lagi di keningnya yang lebar.
“jenong banget buset dah pacarku..”
“ihhhh! jahat.”
“hahaha..”

메타데이터
- post_id
- b5c58d2ffb0b
- slug
- photograph-b5c58d2ffb0b
- url
- https://medium.com/@ynghk24/photograph-b5c58d2ffb0b
- canonical_url
- https://medium.com/@ynghk24/photograph-b5c58d2ffb0b
- author_url
- https://medium.com/@ynghk24
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12