← Back to list

Tidak Apa Jika Tidak Berteman

Aku sangat kurang, itu alasan mereka tidak mau berteman denganku.

Kidung · 2025-02-08 00:07 · 15 claps · 2.1 min read
#hubungan #pertemanan #pelajaranhidup #catatan-perjalanan #kehidupan
Open on Medium ↗

Tidak Apa jika Tidak Berteman

Aku sangat kurang, itu alasan mereka tidak mau berteman denganku.

Dulu aku sering memikirkan hal ini. Mengapa temanku selalu memilih teman lain? Mereka tidak memilihku, mereka terlihat lebih senang ketika bersama teman yang lain. Padahal aku sudah berusaha bersikap baik, tetapi mereka tetap tidak memilihku.

Photo by dadalan real on Unsplash

Photo by dadalan real on Unsplash

Beberapa kali itu terjadi dan membuat diriku merasa sangat kurang.

Kejadian-kejadian itu tanpa disadari membentuk lubang gelap dihati. Lubang gelap berisi pertanyaan, "Aku masih kurang, ya?" Entah sudah berapa kali aku menerjunkan diri di sana setiap kali ditinggalkan. Bukannya menemukan jawaban, pertanyaan itu malah beranak-pinak.

"Aku kurang baik, ya? Aku kurang pintar? Kurang seru? Kurang cantik? Kurang kaya? Atau aku kurang apa? Aku harus bagaimana? Bagaimana agar aku bisa tetap berteman? Bagaimana bisa orang-orang di luar sana berteman dalam waktu lama?"

Perlahan timbul masalah, aku jadi sering memperhatikan orang lain dan membandingkan diri. "Mereka semua memang menyenangkan. Wajar saja orang mau berteman, mereka layak dijadikan teman. Sedangkan aku kan begini begitu, aku tidak bisa bla bla bla...

Tak terhitung berapa kali aku ingin jadi orang lain.

Sebab aku merasa sudah melakukan yang terbaik, berusaha meluangkan waktu dan memberi bantuan yang kubisa. Tapi tetap saja?! Mereka selalu memilih orang lain untuk berteman. Aku pun bertanya lagi dalam hati, kembali merasa kurang dan menyalahkan diri.

Sebuah perasaan yang berat. Perasaan yang membuatku benci pada diri sendiri. Sampai titik dimana aku tidak punya harapan. Tidak ada lagi harapan untuk punya teman baru.

Jika aku dan mereka tidak berteman, ya sudah. Jika mereka memilih orang lain, ya sudah. Jika berakhir sendirian tanpa teman pun tidak masalah.

Anehnya, ketika berpikir begitu aku malah bertemu dengan teman yang baik. Teman yang bisa menghargai dan mendengarkanku. Rasanya bingung...aku tidak sebaik, secantik, sekaya dan sepintar orang lain. Mengapa mereka mau berteman denganku?

Seiring berjalannya waktu aku baru sadar. Jika dilihat dari sudut pandang lain, ini hanya tentang pilihan.

Apakah orang itu ingin menjadi temanku atau tidak adalah pilihan dia.

Aku tahu, aku sudah berusaha memberi yang terbaik. Mungkin mereka memang merasa kurang denganku, entah kurang cocok atau kurang nyaman.

Itu bukan salahku dan bukan salah siapapun. Kita memang tidak bisa mengendalikan perasaan orang. Yang bisa kita lakukan hanya memberi, apakah akan diterima atau dibalas dengan baik itu diluar kendali.

Jadi bertanya-tanya, apa aku pernah tidak sengaja seperti itu ke orang lain? Mungkin ada yang ingin berteman denganku tapi aku tidak sadar? Ada kebaikan orang yang tidak pernah kusadari? Apa ada yang pernah merasa aku tidak memilih mereka?

Kupikir, orang yang tepat akan merasa cukup dengan kita.

Sebab aku pernah bertanya dengan temanku, apakah aku teman yang baik? Aku berharap dikoreksi, tapi mereka malah bilang aku adalah teman yang baik. Aku tidak kurang dan cukup jadi diri sendiri saja. Berarti bukan aku yang kurang, tapi orangnya saja yang tidak tepat untukku?

Begitulah…tidak perlu dipaksa berteman jika dirasa tidak bisa. Jika mereka tidak mau berteman, berarti bukan mereka orangnya. Jika mereka ingin pergi, lepaskan saja.

Setiap teman ada waktunya, datang dan pergi.


메타데이터
post_id
b6cab850a44a
slug
tidak-apa-jika-tidak-berteman-b6cab850a44a
url
https://medium.com/@kidungg/tidak-apa-jika-tidak-berteman-b6cab850a44a
canonical_url
https://medium.com/@kidungg/tidak-apa-jika-tidak-berteman-b6cab850a44a
author_url
https://medium.com/@kidungg
status
ok
fetched_at
2026-07-21 01:40:58