← Back to list

Rumah yang Nyaris Hilang & Cinta yang tertinggal

Gunraeivestay · 2026-02-16 07:58 · 0 claps · 9.8 min read
#hanbin #haos #haobin #cinta
Open on Medium ↗

Cinta yang tertinggal

*#binhao #bxb #ignore the time stamp #secondchance

singleparent #loversreunited #hurtcomfort #hanbin #hao*

Ada orang yang pergi karena tak lagi cinta. tetapi ada juga yang pergi justru karena terlalu mencintai. dan hao termasuk yang kedua

beberapa tahun lalu, hidup hao adalah definisi dari aman dan sangat bahagia. ia punya hanbin pacarnya dan ia punya keluarga yang cukup harmonis serta status hidup yang lumayan terpandang. hubungannya dengan Hanbin berjalan dengan sangat baik dan tanpa ada drama berlebihan. Mereka menyikapi segala masalah dengan sangat dewasa, saling percaya dan selalu berjalan berdampingan ke arah yang sama. Hanbin selalu menenangkan hao dengan kata kata : “Aku akan selalu ada disamping kamu apapun keadaan kamu” hao pun hanya bisa tersenyum sembari menautkan jemarinya ke jemari hanbin, ia percaya bahwa masa depan indah memang sedang menunggu mereka.

Orang-orang mengenal hanbin dengan sangat baik, didukung dengan tampang nya yang rupawan serta reputasi bagus yang selalu dia jaga. sedangkan hao? hao adalah remaja biasa yang hanya memiliki cinta sebesar lautan kepada hanbin.

suatu saat hanbin dan hao pernah membicarakan masa depan yang mereka impikan seperti rumah kecil, makan malam bersama, bahkan mereka sudah menentukan nama anak dimasa depan. semua berjalan sangat indah dengan segala mimpi dan harapan yang selalu mereka rencanakan dan agungkan.

Hingga suatu saat, saat masa itu datang dengan tak tau dirinya membuat semua hancur dan runtuh tak tersisa. impian indah nan damai terasa semakin sulit di gapai, bak terhalang oleh tembok besar yang di sekelilingnya di tutup kawat berduri.

suatu hari dengan sangat tiba-tiba Hao menghilang tanpa kabar, tidak ada pesan pamitan, tidak ada telfon setiap paginya dan bahkan tidak ada info apapun yang hanbin dapat tentang hao.

bukan hanya 1 atau 2 hari hao menghilang, tetapi tepat hari ini adalah hari ke-30 hao menghilang tanpa kabar. hanbin terus menunggu dan menanti untuk sepucuk kata penjelasan dari hao, tapi setelah ia tunggu berbulan-bulan pun hao tetap tidak menampakkan wujudnya di depan hanbin lagi.

hanbin terus mencoba menghubungi nya tetapi setiap pesan dan telfon yang ia kirimkan selalu tidak ada balasan dari seberang sana. ia terus mengirimi hao pesan, pesan itu masuk tetapi tidak ada centang 2 biru yang ia lihat. hanbin mulai merenungi diri, merenungi setiap kata dan sikap yang tersampaikan kepada hao sebelumnya. ia mulai menyalahkan diri sendiri, mengulik semua chat yang telah ia kirimkan ke hao, ia terus mencari kesalahan apa yang ia perbuat sehingga membuat hao memilih untuk pergi dari hidupnya.

tetapi tanpa hanbin sadari atau bahkan tanpa hanbin tau, di sisi lain kota hao sedang tenggelam. tenggelam dalam renung kehidupannya hao terpaksa menerima pekerjaan yang tak pernah ia bayangkan sekalipun, pekerjaan yang sangat kotor dan sangat tidak pantas ia sebut pekerjaan. ia terpaksa memperkerjakan tubuhnya. setiap malam, hao selalu pulang dengan rasa menyesal atas jalan apa yang ia pilih kali ini. ia sudah sampai pada tahap dimana ia tidak sanggup menatap tubuhnya sendiri di dalam cermin, dia merasa kotor dan jijik pada dirinya sendiri. setiap ia termenung, ia selalu berfikir bahwa hanbin tidak pantas menerima dia yang kotor ini, hanbin terlalu baik untuknya. hao merasa diri nya tak pantas jika harus bersanding dengan hanbin.

tetapi apa yang hao lakukan sekarang bukan tanpa alasan, ia tidak sebodoh itu memperkerjakan tubuhnya tanpa alasan tertentu. tepat di hari hao menghilang dari hadapan hanbin, hao baru mendapati fakta bahwa ekonomi keluarga nya anjlok tanpa aba-aba. bisnis ayah nya bangkrut total dan mengakibatkan ayahnya tidak bekerja lagi, buruknya lagi adalah ayah hao setiap hari hanya menghabiskan waktunya untuk ber mabuk-mabukkan. hingga suatu saat ayahnya ambruk dan kondisinya cukup memprihatinkan, hao segera membawa ayahnya ke rumah sakit.

disini hao benar-benar sedang di uji kesabarannya karena ayahnya di diagnosa memiliki penyakit serius akibat efek samping alkohol, sedangkan ibunya yang sudah dari lama memiliki penyakit kronis kini kambuh kembali. biaya rumah sakit menumpuk, tagihan datang tanpa belas kasihan, hao terpaksa bekerja siang malam demi menutup semua biaya rumah sakit kedua orangtuanya.

fakta kedua yang baru ia ketahui adalah 20 tahun lalu tepat ia baru berumur 2 tahun, ayahnya berselingkuh dengan sekretaris nya, dari hubungan gelap itu lahirnya seorang anak laki-laki dengan kondisi spesial.

hal itu mengakibatkan si wanita ini tidak mau mengurus anak itu sehingga di bebankan kepada ayah hao. hao sudah sampai tahap kesabarannya habis dan untuk pertama kalinya ia berbicara cukup keras kepada ayahnya, mengungkit semua luka dan semua ketidakadilan yang ia terima. di dalam puncak amarahnya hao membuat sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya, ia bertekad dengan sungguh-sungguh untuk membawa ibunya pergi dan meninggalkan ayah dan rumah yang mengiringi tumbuh kembangnya.

hao menjalaninya sendiri, ia tidak menceritakan ini ke hanbin maupun sahabatnya karena bagi hao ini adalah aib keluarga dan cukup hao saja yang menanggung ini semua.

setelah memutuskan meninggalkan rumah dan ayahnya hidup hao dimulai ulang, ia menyewa sebuah kost dengan kamar sempit dan tentunya dengan uang yang pas pas an.

ia hanya memperdulikan obat ibunya, karena bagi hao obat ibunya lebih penting dibanding makanan enak. ia bekerja setiap hari, menelan harga diri dan mengubur mimpinya. hao menjalani hidup dengan sangat menyedihkan, ia berusaha tabah dan ceria jika didepan ibunya.

ternyata cobaan hao belum cukup sampai disini, sebut saja ini buah dari kesalahan yang hao perbuat sendiri.

hao menjalin hubungan dengan seseorang yang ia kenal disekitar kost nya sekarang, ia menaruh cinta ke lelaki itu meskipun cintanya tak lebih besar dari hanbin.

dari hubungan itu Hao mendapatkan fakta bahwa ia mengandung seorang bayi dari lelaki itu.

ia akan menemui lelaki itu dan meminta pertanggungjawaban, tetapi ternyata pacarnya menghilang dan tentu saja tidak mau bertanggungjawab. di situasi seperti ini hao sudah hampir menyerah, ia berjuang sendirian merawat diri nya sendiri, calon anak nya dan juga ibunya sendirian.

perjalanan hidup yang cukup berat ini harus hao lewati dengan segala lelah dan letih demi menyambung waktu hidupnya didunia ini.

hingga tepat 9 bulan kemudian lahirlah anak itu ke dunia, hao merasa hidupnya mulai sedikit berwarna di saat ia melihat anak manis di gendongannya. bayi kecil itu menggenggam jarinya, hao tau ia harus mengusahakan yang terbaik untuk bayi kecil itu

ia menamai bayi itu “Achiel” yang memiliki arti “anak cerdas dan baik hati”

hao merawat achiel dengan telaten dan penuh kehati-hatian, ia membesarkan achiel dengan tangannya sendiri. hao belajar menjadi ayah yang baik dan selalu mengusahakan apa yang achiel butuhkan

hao mengambil langkah nya sendiri, menjalani hari-hari nya dengan segala keterbatasan yang ia punya. dari kondisi ini hao belajar bahwa ia kuat bukan karena memang kuat, tetapi karena keterpaksaan.

5 tahun kemudian hao mengajak achiel untuk berbelanja di suatu mall di kotanya. achiel tertawa dengan bahagia sembari berlari kecil, hao memperhatikan nya sembari tersenyum dan tak lupa selalu mengingatkan achiel untuk berhati-hati..

“sayang nanti buka pintu mobil nya hati-hati ya nak”

tetapi karena achiel sangat bersemangat ia lupa pesan hao, ia terlalu bahagia untuk bermain sehingga tanpa sadar achiel membuka pintu mobil tanpa hati-hati.

hingga….

jedug.

pintu mobil hao menghantam mobil sebelahnya.

hao memucat, ia menasehati achiel untuk lebih hati-hati. didalam benak nya ia cemas akan hal apa yang terjadi nanti jikalau pemilik mobil ini mengetahuinya.

hao bukan tipe orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga ia tetap menunggu pemilik mobil tersebut untuk meminta maaf secara langsung karena sudah menciptakan kerusakan kecil di body mobil tersebut.

3 menit

5 menit

10 menit

15 menit

pemilik mobil tersebut tidak kunjung datang.

jam sudah semakin siang, achiel sudah merengek meminta pulang karena ia sudah mengantuk. akhirnya hao memutuskan untuk menghampiri satpam yang berjaga, ia meminta selembar kertas dan juga pulpen untuk menulis permintaan maaf.

bapak/ibu maaf tadi anakku tidak sengaja membuka pintu terlalu kencang, jadi kena mobil bapak/ibu. kalau ada yang perlu perbaiki saya akan bertanggungjawab. ini nomor saya 08xxxxxxxxx8

sesampainya dirumah achiel langsung berlari menuju kamarnya, ia tidak tidur tetapi menangis. achiel menangis karena merasa bersalah kepada papi nya, karena dia hao harus menanggung ganti rugi ke orang yang tidak di kenal.

tetapi hao langsung menyusul achiel dan menenangkan nya bahwa ini bukan kesalahan yang fatal, tapi tetap tidak boleh diulangi.

hingga tak lama notifikasi ponsel hao berbunyi, menampilkan sebuah pesan masuk saat itu. nomor tak di kenal.

chat pemilik mobil yang lecet karena ulah achiel

chat pemilik mobil yang lecet karena ulah achiel

setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh pemilik nomor asing itu dunia hao terasa berhenti, tangannya bergetar, dadanya sesak. bagaimana bisa nama itu tampil dalam rentetan pesan di atas? nama yang sudah terkubur lebih dari 5 tahun lalu, nama yang sampai saat ini masih ia kenang dan ia cintai sepenuh hati.

dengan hati-hati hao membalas pesan itu, ia menyampaikan beribu maaf karena sudah membuat mobil hanbin lecet. hanbin tidak mempermasalahkan itu

pesan tersebut berhenti di saat hanbin mengajak hao untuk bertemu kembali, bertemu setelah sekian tahun berpisah. hao menyetujui pertemuan itu, mereka menentukan jam berapa dan dimana mereka akan bertemu.

keesokan harinya mereka bertemu di sebuah cafe ditengah kota. hanbin yang sekarang terlihat lebih dewasa, lebih tenang dan terlihat lebih tampan (?)

tatapannya masih sama, tatapan yang hao lihat beberapa tahun lalu. tetapi ada secercah rasa sendu ditatapan itu. kalau boleh hao menerka, secercah sendu di tatapan hanbin itu hadir karena dirinya. hao sadar dan segera menunduk, tidak berani menatap nya lama

dari sebelahnya achiel memanggil hao “papi achiel mau main boleh?”

hanbin terdiam menatap achiel, semua pertanyaan yang ia simpan rapat akhirnya menemukan jawabannya meski tak lengkap.

suara hanbin keluar sedikit demi sedikit

“dia mirip kamu hao, siapa namanya adik kecil?”

“achiel namanya om, semua orang juga bilang gitu sih hehe” jawab hao

keadaan sunyi sebentar, tidak ada angin tidak ada hujan hanbin berkata bahwa ia belum menikah. tidak tau hal apa yang hanbin fikirkan hingga mulutnya tanpa berfikir langsung melontarkan kata itu.

hao hanya terdiam menatap hanbin, hanbin melanjutkan ucapannya

“seharusnya aku menikah bulan depan, tetapi entah kenapa aku merasa aku gak pantas untuk nya. cintaku udah habis di kamu hao, aku sulit menerima orang lain selain kamu”

hao menoleh, menatap hanbin tak percaya. bagaimana bisa cinta yang sudah terkubur beberapa tahun ini masih menampakkan harumnya, nafas hao terasa tak beraturan. entah apa yang harus hao jawab atas pernyataan hanbin barusan

hao hanya menanggapi ucapan hanbin dengan senyum dan rasa terimakasih karena telah menjaga cinta untuknya selama bertahun tahun lamanya. hao menghela nafas dengan berat dan dia mulai memberanikan diri untuk menceritakan semua apa yang terjadi kepadanya, tentang alasan apa yang membuatnya tiba-tiba pergi menghilang dari hadapan hanbin.

ia menceritakan semuanya mulai ekonomi yang hancur, keluarga yang hancur, pekerjaan yang sangat kotor serta bagaimana asal usul adanya achiel dihidup hao.

hao bercerita tanpa henti, ia bercerita sembari menundukkan kepalanya, bukan karena malu tapi karena ia takut hanbin akan pergi dan tak menerima nya kembali. ia bercerita di selingi suara tangis yang menyayat hati, saat ceritanya selesai ia tetap menunduk dan suara tangisnya belum reda juga

saat hao sudah memantapkan diri untuk mengakhiri ceritanya ia mengatakan

“aku sudah menceritakan semua kisahku ke kamu hanbin, aku cuma berusaha jujur sekarang, aku tau ini terlambat tapi aku sekarang cukup lega karena sudah berbagi ke kamu. keputusan ada di kamu mau tetap bertahan atau memilih pergi”

hanbin hanya terdiam menatap hao dan tanpa aba-aba hanbin langsung memeluk hao dengan perlahan, hanbin menjelaskan bahwa ia akan menerima hao apapun kondisi hao sekarang. rasa cinta yang hanbin miliki untuk hao masih bertahan dan tidak pernah luntur sedikitpun

hanbin memeluk hao semakin erat, achiel yang melihat papi nya menangis pun hampir ikut menangis, tetapi hanbin segera memeluknya juga untuk menenangkannya.

setelah pertemuan itu, hanbin selalu mengusahakan untuk bertamu ke rumah hao. ia mulai mendekati achiel dengan perlahan, achiel yang awalnya canggung menjadi lebih santai saat di dekatnya.

hanbin mulai mengantar achiel ke sekolah, menyiapkan bekal untuk achiel dan tentu nya membantu meringankan pekerjaan rumah hao

hingga suatu malam achiel bertanya pelan ke hanbin

“om hanbin mau pulang? kenapa om gak nginep aja disini nemenin achiel dan papi?”

hanbin diam, ia tidak menyangka jika sudah sampai pada tahap dimana achiel menginginkan nya untuk tinggal.

hanbin tersenyum manis dan menjawab achiel dengan tenang

“iya sayang om mau pulang, memangnya kalau om disini terus achiel gapapa? sabar ya sayang, nanti om akan usahakan untuk terus ada untuk achiel dan papi. tapi achiel izinin om gak kalau om mau tinggal disini selamanya?”

achiel tampak diam dan berfikir cukup lama, hingga akhirnya ia tersenyum girang dan melonjak lonjak senang

“kalau gitu achiel mulai sekarang boleh panggil om papa ya” ucap hanbin

achiel tersenyum semakin lebar, dia bahagia karena untuk pertama kalinya ia memiliki seseorang yang dapat ia panggil papa dan tentunya kebahagiaan tak luput dari seorang lelaki yang menatap mereka berdua dengan senyum merekah, hao tampak tersenyum bahagia dan sedikit menitikkan air mata. hao merasa sangat terharu atas apa yang ia lihat, untuk pertama kalinya ia menangis bukan karena lelah, tetapi karena kasih nya yang telah lama hilang telah kembali dan dapat ia rengkuh bersamaan dengan kasih kecil nya yang telah ia jaga 5 tahun ini.

7 hari kemudian hanbin bertekad untuk menikahi hao, dalam pernikahan sederhana ini terasa jelas bagaimana kebahagiaan menguasai mereka berdua.

“terimakasih udah bertahan selama ini sayang, untuk kedepannya tolong libatkan aku dalam segala hal yang kamu hadapi” bisik hanbin sembari menyematkan cincin ke jari cantik hao

“terimakasih udah pulang dan kembali ke pelukanku bin, terimakasih udah nerima achiel masuk kedalam hidup kamu” balas hao

Hanbin tersenyum dan mengecup ringan kening hao

achiel tampak tersenyum indah dengan tampan, achiel dibalut jas berwarna hitam dan pas dibadannya. ia menggenggam tangan dua orang yang paling ia sayangi sekarang.

pernikahan nya cukup sederhana tetapi terkesan sangat indah karena setiap sudut rumah dihiasi senyuman indah dan juga tatapan kagum untuk keduanya.

rumah mereka sederhana tetapi sangat nyaman. hanbin benar benar mengusahakan apapun untuk hao dan achiel, ia bekerja serta membantu hao mengurus pekerjaan rumah.

hao beruntung pernah menyematkan cinta kepada hanbin, saat ini ia tidak pernah menyesal setiap mengambil keputusan apapun asalkan ada hanbin di dalamnya.

ia dicintai sebegitu dalam oleh hanbin.

suatu malam achiel tertidur diantara mereka berdua, anak itu tampak tidur dengan nyenyak, nafas nya teratur dan terlihat seperti tersenyum.

hanbin terus mengusap lembut rambut achiel, tatapannya seakan berkata bahwa akan selalu menjaga achiel sampai kapanpun nanti.

hao yang menyadari itu pun menatap hanbin dan berkata

“dalam mimpiku bahkan aku gak pernah bermimpi menjadi seperti ini, tapi ternyata Tuhan kasih ini buat aku. tuhan kembalikan kamu ke pelukan ku bin”

hanbin tersenyum dan mencium kening hao dengan durasi yang cukup lama.

“ini udah takdir tuhan sayang, selama kamu ninggalin aku, aku gak pernah sekalipun berfikir bahwa kamu emang sengaja menjauh dariku. aku selalu berdoa ke tuhan semoga kita di pertemukan kembali dan sekarang doa ku sudah terjawab, aku dipertemukan kembali sama kamu dan anak manis ini” ucap hanbin dengan menatap hao dan tangannya tetap membelai lembut rambut achiel

hao merasa tenang

bagaimana tidak, hal yang ia takutkan sudah tidak ada. ia sekarang memiliki hanbin yang siap menjaga dan menerima nya dengan sepenuh hati

perlahan hao memejamkan matanya untuk tidur dan untuk pertama kalinya hao tidur tanpa rasa takut kehilangan sedikitpun karena pada akhirnya cinta nya pulang dan bermuara bersama nya di rumah yang sederhana namun bahagia ini…

.

.

.

Fin_


메타데이터
post_id
b73564aa77a5
slug
rumah-yang-nyaris-hilang-cinta-yang-tertinggal-b73564aa77a5
url
https://medium.com/@kailaputriajsh/rumah-yang-nyaris-hilang-cinta-yang-tertinggal-b73564aa77a5
canonical_url
https://medium.com/@kailaputriajsh/rumah-yang-nyaris-hilang-cinta-yang-tertinggal-b73564aa77a5
author_url
https://medium.com/@kailaputriajsh
status
ok
fetched_at
2026-06-24 23:31:39