Jalan Terjal Keluar dari Kampus Birou
Tidak terasa sudah tiga tahun sembilan bulan aku ‘belajar’ di kampus birou. Selama itu pula aku belajar bahwa aku tidak belajar apa-apa…
Jalan Terjal Keluar dari Kampus Birou
Tidak terasa sudah tiga tahun sembilan bulan aku ‘belajar’ di kampus birou. Selama itu pula aku belajar bahwa aku tidak belajar apa-apa. kampus adalah tempat intelektual, tetapi kampusku bukan tempat semacam itu. Pengetahuan yang aku dapat sampai detik ini, hanya berasal dari alam liar. Sudah mahal, rugi waktu pula, tetapi menyesal pun sudah tidak berguna.
Katanya kampus Islam. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Bayar sana, bayar sini. Parkir bayar, minum bayar, toilet bayar, semuanya bayar. Begitulah kampus perjuangan, perjuangan untuk memperkaya diri. Narsis terus promosi sana-sini, mahasiswa tidak diurus.
ketika mau keluar tidak semudah menegakan penis, banyak rintangan rumit bisa dibilang. Untuk pertama harus tes bahasa Enggres, kenapa pula kebijakannya seperti. Kedua harus bisa mengaji tentu dengan bahasa aruob. Ketiga menginap (pesontran) mondok lebih mudahnya. Ketiganya bersifat wajib, bukan yang wajib itu ibadah. Banyak jalan dan bagi beberapa orang sulit sekali.
Begitulah jalan curam keluar dari kampus birou, semoga tetap tabah.
메타데이터
- post_id
- b7766bd554a2
- slug
- jalan-terjal-keluar-dari-kampus-birou-b7766bd554a2
- url
- https://medium.com/@aksal/jalan-terjal-keluar-dari-kampus-birou-b7766bd554a2
- canonical_url
- https://medium.com/@aksal/jalan-terjal-keluar-dari-kampus-birou-b7766bd554a2
- author_url
- https://medium.com/@aksal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 17:01:00