Perempuan dan Rasa Takutnya
Barangkali selama ini ada yang disalahpahami
Perempuan dan Rasa Takutnya
Barangkali selama ini ada yang disalahpahami
Editor: Nadya Tutor
Foto oleh Vitalii Khodzinskyi di Unsplash
Dalam setiap jenjang kehidupan, rasanya ada saja yang menjadi ketakutan besar bagi perempuan. Bukan dalam rangka merasa paling menderita dibandingkan laki-laki, karena baik laki-laki ataupun perempuan memiliki jalan hidup dan tantangannya masing-masing.
Misalnya dalam hubungan serius yang bernama pernikahan. Seringkali perempuan dipandang sebelah mata karena ia merupakan tanggung jawab laki-laki. Sehingga muncul narasi, “enak ya jadi perempuan, semua kebutuhan hidupnya menjadi tugas yang harus dicukupi pasangannya”.
Terlepas dari suatu prinsip yang mengatakan demikian, nyatanya, dinamika hidup berjalan dengan begitu kompleks. Pada praktiknya, konsep “ke-saling-an” justru menjadi kunci agar hubungan tetap bisa bertahan, baik dalam hal ekonomi, pemikiran, sikap, dan lainnya. Apalagi di zaman sekarang, kecukupan finansial juga cukup banyak ditopang oleh perempuan.
Di sisi lain, di balik stigma dan anggapan yang dialamatkan padanya, memunculkan ketakutan besar dalam hati perempuan. Seperti, bagaimana jika peran yang ia berikan, dianggap tidak bisa mengimbangi pasangannya; bagaimana jika keberadaannya, di satu sisi menjadi beban yang tidak perlu dihargai eksistensinya; bagaimana jika ia akan tenggelam dalam perasaan bersalahnya karena dinilai tidak bisa berbuat apa-apa.
Dalam hal ini, komunikasi dengan pasangan menjadi kuncinya. Komunikasi yang didasari dengan pengertian untuk mau saling mendengarkan. Namun, apabila yang terjadi sebaliknya, hubungan tidak akan berjalan dengan seirama. Barangkali bisa bertahan, tapi semua penuh dengan paksaan dan tekanan.
Bukan hal yang menyenangkan jika dalam sebuah hubungan ada yang merasa tertinggal. Merasa selalu di belakang dengan langkah kecil yang tidak terlihat.
Untuk mampu berjalan beriringan perlu kerja sama dari keduanya. Jika ada yang lebih dulu, maka ia bersedia mendukung dan menunggu. Jika ada yang belum mengerti, maka ia bersedia untuk berusaha dan mencari tahu.
메타데이터
- post_id
- b7a2b076838f
- slug
- perempuan-dan-rasa-takutnya-b7a2b076838f
- url
- https://medium.com/perspektif-perempuan/perempuan-dan-rasa-takutnya-b7a2b076838f
- canonical_url
- https://medium.com/perspektif-perempuan/perempuan-dan-rasa-takutnya-b7a2b076838f
- author_url
- https://medium.com/@Nadhifah.
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 17:17:42