Barangkali Ini saja
Kehidupan tak pernah berhenti sedetikpun menunggu recovery kita dari kejatuhan sebelumnya, kurang lebih itulah ungkapan dari frasa “waktu…
Barangkali Ini saja

Kehidupan tak pernah berhenti sedetikpun menunggu recovery kita dari kejatuhan sebelumnya, kurang lebih itulah ungkapan dari frasa “waktu tidak akan pernah menunggumu” tapi dalam realitasnya kita selalu mencari momentum untuk kembali hidup setelah kejatuhan ituu, kita cenderung mencari waktu dan felling yang pas untuk kembali merasa hidup kendatipun kehidupan tidak berjalan demikian.
Ironisnya hidup akan selalu berjalan tanpa pernah peduli tawa yang lepas, air mata yang jatuh, harapan-harapan yang terhempas, dan kehilangan yang tak pernah bertemu sumbunya kembali.
Setelahnya, apakah momentum benar-benar nyata? apakah hidup akan berpihak meski sekejap mengulurkan tanganya?
Waktu adalah momentum, setiap hembusan nafas adalah momentum daun yang gugur adalah momentum, tak sedikit pun kehidupan ini berjalan kecuali ada momentum disana.
Maka sejatinya kehidupan tiap detiknya adalah momentum,momentum untuk bangkit, momentum untuk membuka mata lebih lebar, memandang cakrawala, membebaskan pikiran merayap diantara luasnya wawasan.
Kita hanya berdalih mencari momentum ditengah asyiknya hidup dalam keindahan dan kenyamanan tanpa tantangan, petualangan, dan mimpi
Teringat makna Istiqomah dalam bayangan lelaki bugar dan prima sang guru, istiqomah adalah seberapa banyak kau bangkit dan kembali setelah kejatuhan itu kendati keseluruhan hidupmu adalah kisah yang jatuh hingga kau begitu dekat dengan kepulangan mu dan kau masih gagah berdiri bangkit dari sisa kejatuhanmu semalam.
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fussilat:30)
메타데이터
- post_id
- b7d26f10bba2
- slug
- barangkali-ini-saja-b7d26f10bba2
- url
- https://medium.com/@abilalibnu/barangkali-ini-saja-b7d26f10bba2
- canonical_url
- https://medium.com/@abilalibnu/barangkali-ini-saja-b7d26f10bba2
- author_url
- https://medium.com/@abilalibnu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 21:39:52