Memberdayakan Masyarakat Melalui Transformasi Rebranding Dan Digitalisasi UMKM Milik Warga…
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM…
Memberdayakan Masyarakat Melalui Transformasi Rebranding
Dan Digitalisasi UMKM Milik Warga Padukuhan Plembon Lor

Pemasangan banner pada gerobak salah satu pemilik UMKM (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Unit Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa berkontribusi besar pada ekonomi lokal. Banyak keluarga di pedesaan memperoleh pendapatan utama dari UMKM, yang juga mempertahankan budaya dan solidaritas sosial lokal.
Dalam hal ini, memberdayakan UMKM meningkatkan produksi dan penjualan serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa. Tujuan dari program kerja KKN 09 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah untuk melihat bagaimana rebranding bisnis kecil dan menengah (UMKM) di Padukuhan Plembon Lor dapat mendorong pembangunan berkelanjutan dampak sosial dan lingkungan. Selain itu, UMKM dapat memperbarui citra dan identitas mereka, menyesuaikan dengan tuntutan pasar global yang semakin dinamis, dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam rantai nilai ekonomi yang lebih besar melalui strategi rebranding.
Kendala Dan Tantangan Yang Dihadapi
Tentu saja, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Kendala utama yang kami hadapi adalah resistensi dari sebagian pelaku UMKM terhadap teknologi baru Rendahnya literasi digital dan pemahaman pentingnya branding serta digitalisasi di kalangan pelaku UMKM. Kurangnya identitas visual yang jelas dan konsisten bagi UMKM, sehingga banner dan branding sulit menarik perhatian (konsumen) dan menyampaikan pesan usaha secara efektif. Hal ini karena banyak pelaku UMKM belum memiliki pengetahuan desain grafis yang memadai serta kesulitan menggunakan perangkat lunak desain. Oleh karena itu, rebranding usaha kecil dan menengah (UMKM) di desa bukan hanya menjadi strategi bisnis semata tetapi juga merupakan upaya nyata untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara menyeluruh.

Survey umkm peyek dan pembuatan Video Promosi Di Sosial Media (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
“Kami mendorong inovasi dan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar, mengembangkan keterampilan menciptakan dampak yang positif” ujar Bu Ratna, pemilik UMKM Peyek Sari Menir.
UMKM memiliki kemampuan untuk menarik lebih banyak karyawan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan populasi Indonesia Oleh karena itu, kehadiran UMKM dapat mengurangi pengangguran di Indonesia. Pengembangan UMKM juga perlu dilakukan. Pelaksanaan program KKN 09 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta ini telah menunjukkan bahwa kerja sama antara akademisi dan pelaku usaha dapat memiliki hasil yang signifikan. Rebranding dan digitalisasi UMKM akan meningkatkan daya pikatnya dan membuatnya lebih siap untuk beradaptasi dan bersaing di era digital yang sulit. Kami berharap pengalaman kami akan menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk terus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.
메타데이터
- post_id
- b7d8effd7ff9
- slug
- memberdayakan-masyarakat-melalui-transformasi-rebranding-dan-digitalisasi-umkm-milik-warga-b7d8effd7ff9
- url
- https://medium.com/@nazwararafilla/memberdayakan-masyarakat-melalui-transformasi-rebranding-dan-digitalisasi-umkm-milik-warga-b7d8effd7ff9
- canonical_url
- https://medium.com/@nazwararafilla/memberdayakan-masyarakat-melalui-transformasi-rebranding-dan-digitalisasi-umkm-milik-warga-b7d8effd7ff9
- author_url
- https://medium.com/@nazwararafilla
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 13:12:13